skip to main content

Determinan Perilaku Merokok pada Remaja Putra di Pondok Pesantren

*Chaterina Novelle Turnip  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Besar Tirto Husodo  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Bagoes Widjanarko  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2020 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Latar Belakang : Merokok merupakan salah satu masalah dunia kesehatan yang serius saat ini. Walaupun dampak yang ditimbulkan dari aktivitas merokok dapat menyebabkan kematian, namun aktivitas tersebut tetap membuat seseorang ketagihan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan didapatkan hasil bahwa Pondok Pesantren Sarochaniyyah, Pondok Pesantren Nurul Huda Azhudi dan  Pondok Pesantren Al-Islah memiliki tingkat PHBS yang paling rendah diantara pondok pesantren lainnya di wilayah kerja Puskesmas Rowosari dimana salah satu indikator dari PHBS adalah tidak merokok.

Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan metode  kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi berjumlah 61 santri yang berusia 15-18 tahun. Pengambilan sampel dengan metode total sampling.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan 90,2% dari 61 responden mengaku merupakan perokok aktif dan 9,8% responden lainnya mengaku tidak pernah melakukan aktifitas merokok. Variabel yang berhubungan dengan perilaku merokok adalah keterjangkauan akses untuk mendapatkan rokok (p- value= 0,048), keterjangkauan harga rokok (p- value= 0,000), akses informasi mengenai bahaya rokok (p- value= 0,090), peraturan pondok pesantren mengenai larangan merokok(p- value= 0,020), dukungan teman sebaya (p- value= 0,021) dan dukungan pengurus pondok pesantren (p- value= 0,048).

Kesimpulan : Terdapat 90,2% responden merupakan perokok aktif yang artinya praktik merokok marak terjadi di lingkungan pondok pesantren.

Kata Kunci : perilaku merokok, remaja, pondok pesantren

 

ABSTRACT

Title: Smoking Behaviour Determinants among Male Teenagers in Islamic Boarding School

 

Background : Smoking is one of the problems of the world health serious that time. Although the impact caused by the activity of smoking can cause death, but those activities keep someone addicted to. Based on the results of the study done obtained the introduction that the results showed that in islamic boarding schools Sarocahniyyah, Nurul Huda Azhudi, Al-Islah having a level PHBS (a clean and healthy behaviors) the lowest of the low among other in islamic boarding schoools in the work area of Puskesmas Rowosari by which either an indicator of PHBS is do not smoke.

Method : The kind of research is research used descriptive  analytic with quantitative methods with the design cross-sectional. The population were 61 santri with total sampling methods.

Result : The research results show 90,2% of respondents stated is 61 active smokers and 9,8% of respondents confessed that they had never doing activities smoking. Variable are associated with smoke are affordability access to cigarettes (p- value= 0,048), affordability makes cigarette price (0,000), access to information about dangers of cigarette (0,090), regulation on smoking islamic  boarding schoool (p- value= 0,020), support friend age ( p- value= 0,021) and support the islamic boarduing schoool (p- value= 0,048)

Conclusion : There are active smokers 90,2% respondents this practice is widespread in the smoking Islamic Boarding School.

 

Keywords : smoking behavior, teenager, boarding school

Fulltext View|Download
Keywords: perilaku merokok; remaja; pondok pesantren

Article Metrics:

  1. Tobacco Control Support Center. Declaration Of The 1st Indonesian Conference On Tobacco Or Health 2014. Tobacco Control Support Center. Jakarta; 2014
  2. Who. Fact Sheet Tobacco. 2018
  3. Christina M. Data Statistikperokok Di Indonesia. 2011
  4. Kemenkes Ri. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta; 2013
  5. Fatmawati, M Dkk. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok Remaja Santri Di Pondok Pesantren Nurul Huda Az Zuhdi Kota Semarang. Universitas Diponegoro; 2014
  6. Kedaulatan Rakyat Jogja: Sembilan Puluh Persen Santri Di Pontren Perokok Aktif.(2007, 29 Juli). Arsip Universitas Gajah Mada
  7. Rizky.2018 . Perilaku Merokok Sebagai Identitas Sosial Remaja Dalam Pergaulan Di Surabaya. Jurnal departemen sosiologi FISIP. Yniversitas airlangga
  8. Muliyana, D dan Ida L. Faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Merokok Pada Mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar. Jurnal MKMI. 2013
  9. Aisyah, D.C, dkk. Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Merokok Pada Anggota TNI-AD Di Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha Jakarta. Volume 5, Nomor3. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2017
  10. Made, N. N., P., Komang, at al. (2018). Faktor yang berhubungan dengan perilaku beresiko pada remaja. Educational reviewer, 2 (1), 25-31
  11. De Walque, D. Education, Information, and Smoking Decision: Evidence from Smoking Histories, 1940-2000. World bank policy research paper no 3362.2004
  12. Liviyana, O, dkk. Faktor- faktor Yang Berhubungan Dengan Praktik Merokok Pada Mahasiswi S1 Universitas Diponegoro Sermarang. Volume 5, Nommor 3. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2017
  13. Noviana, A, dkk. Determinan Faktor Remaja Merokok Studi Kasus di SMK “X” Surakarta. Volume 3, Nomor 3. Jurnal Kesehatan Masyarakat.2015
  14. Adistie,dkk. Faktor- faktor yang mendukung perilaku merokok mahasiswi. JKA.Vol.2, No. 1. Bandung: STIKES AISYIYAH.2015

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.