skip to main content

Kandungan E. coli dan Enterococci pada Air Pemandian Umum Pengging Kabupaten Boyolali

*Azum Ufairoh  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Yusniar Hanani Darundiati  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Nur Endah Wahyuningsih  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2020 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Pemandian umum merupakan salah satu sarana rekreasi air tanpa pengolahan dan berada di lingkungan terbuka yang berpotensi menjadi media penyebaran penyakit seperti penyakit gastrointestinal. Kualitas air pemandian umum harus selalu terjaga secara terus menerus sehingga terbebas dari pencemaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan kualitas air Pemandian Umum Pengging Kabupaten Boyolali.

Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini menggunakan air Pemandian Umum Pengging, terdiri dari Umbul Temanten, Umbul Ngabean, dan Umbul duda. Metode sampling yang digunakan adalah grab sampling. Sampling dilakukan 3 kali yaitu pada hari padusan, hari Minggu, dan hari Senin. Total sampel yang diteliti sebanyak 39 sampel air.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah E.coli di Pemandian Umum Pengging saat padusan 208 CFU/100 ml, saat hari Minggu 152 CFU/100, dan saat hari Senin 57 CFU/100 ml. Rata-rata jumlah Enterococci saat Padusan 231 CFU/100 ml, hari Minggu 49 CFU/100 ml, dan hari Senin 23 CFU/100 ml. Rata-rata jumlah pengguna saat padusan 122 orang, hari Minggu 56 orang, dan hari Senin 22 orang. Rata-rata nilai pH saat padusan 6,6, hari Minggu 6,7, dan hari Senin 6,8. Rata-rata suhu saat padusan 27oC, hari Minggu 26,6oC, dan hari Senin 26,3oC. Pengujian dengan uji Pearson menunjukan bahwa jumlah E. coli dan Enterococci dipengaruhi oleh jumlah pengguna dengan p-value 0,000 (<0,05)

Simpulan: Secara keseluruhan kualitas bakteriologis air Pemandian Umum Pengging belum memenuhi syarat berdasarkan Permenkes RI No. 32 Tahun 2017 saat terjadi peningkatan jumlah pengguna saat Senin dan Minggu atau padusan.

Kata kunci: E. coli; Enterococci; pemandian umum

 

ABSTRACT

Title: Study of Bacteriological Water Quality in Pengging Public Bath of Boyolali Regency

Background: Public bath is one of the recreational water facilities without treatment and located at open environment that has the potential to become a medium for health problems such as gastrointestinal diseases. The quality of public bath water must always be maintained continuously so that it is free from pollution. The purpose of this study was to determine the water quality of Pengging Public Baths in Boyolali Regency.

Method: This study used an observational study design cross-sectional approach. The population in this study used the Pengging Public Bathwater consisting of Umbul Temanten, Umbul Ngabean, and Umbul Duda. The sampling method used is grab sampling, where sampling is done 3 times, namely on padusan, Sunday, and Monday. The total sample studied was 39 water samples.

Result: The results showed the average number of E. coli in the Pengging Public Bath during padusan 208 CFU / 100 ml samples, on Sunday 152 CFU / 100 ml samples, and Monday 57 CFU / 100 ml samples. The average number of Enterococci at padusan 231 CFU / 100 ml samples, Sunday 49 CFU / 100 ml samples, and Monday 23 CFU / 100 ml samples. The average number of users at padusan is 122 people, Sunday is 56 people, and Monday is 22 people. The average pH value at padusan is 6.6, Sunday 6.7, and Monday 6.8. The average temperature at padusan 27oC, Sunday 26.6oC, and Monday 26.3oC. Pearson correlation test shows that E. coli and Enterococci are affected by the number of users with p-value 0,000 (<0,05).

Conclusion: Overall the bacteriological quality of the Pengging Public Bath has not met the requirements based on the Permenkes RI No. 32 of 2017 when there is an increase in the number of users when Monday and Sunday or padusan.

Keywords: E. coli; Enterococci; public bath

Fulltext View|Download
Keywords: E. coli; Enterococci; Pemandian Umum

Article Metrics:

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan No . 416 Tahun 1990 Tentang : Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air. 1990;(416)
  2. Herlambang A. Pencemaran Air dan Strategi Penanggulangannya. J BPPT. 2002;2(1):16–29
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, dan Pemandian Umum. 2017;
  4. Pemerintah Kabupaten Boyolali. Lima Umbul Unggulan Di Boyolali, Tempat Rekreasi Tepat Saat Panas Menyengat [Internet]. 2018 [cited 2018 Dec 29]. Available from: https://www.boyolali.go.id/detail/4267/lima-umbul-unggulan-di-boyolali
  5. Pemerintah Kabupaten Boyolali. Corak Wajah Boyolali dari Sisi Budaya [Internet]. 2018 [cited 2018 Dec 29]. Available from: https://www.boyolali.go.id/detail/6503/corak-wajah-boyolali-dari-sisi
  6. World Health Organization. Guidelines for safe recreational water. Environments. 2003;1:1–253
  7. Prüss A. Review of Epidemiological Studies on Health Effects from Exposure to Recreational Water. Int J Epidemiol. 1998;27(1):1–9
  8. Lévesque B, Brousseau P, Bernier F, Dewailly É, Joly J. Study of The Bacterial Content of Ring-billed Gull Droppings in Relation to Recreational Water Quality. Water Res. 2000;34(4):1089–96
  9. Talita S, Nurjazuli, Dangiran HL. Studi Kualitas Bakteriologis Air Kolam Renang dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya di Kolam Renang Kota Semarang. J Kesehat Masy. 2016;4(1)
  10. Effendi H. TELAAH KUALITAS AIR, Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan [Internet]. 7th ed. Yogyakarta: Kanisius; 2012 [cited 2019 Jul 23]. Available from: https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=HyjDhfW87B0C&oi=fnd&pg=PA5&dq=pengaruh+ph+terhadap+kualitas+air&ots=G7REXtGTn-&sig=KhSEOIaja2qDQJKtAZo7rskIWLI&redir_esc=y#v=onepage&q=pengaruh ph terhadap kualitas air&f=false
  11. Fitria DL, Azizah NR, Khawari R, Hadi FM, Puspikawati SI. Gambaran Sanitasi Kolam Renang X di Banyuwangi. J Kesehat Lingkung. 2019;11(2):108–15
  12. Wading P, Protocol P, Protocol BM, Protocol DW, Protocol RW. Recreational Water Protocol. Educ Train. 2008;2008:1–4

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.