skip to main content

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Obesitas Sentral pada Remaja Usia 15-18 Tahun di Provinsi DKI Jakarta (Analisis Riskesdas 2018)

*Rezkia Nadia Putri orcid  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Sri Achadi Nugraheni  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Siti Fatimah Pradigdo  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2022 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Berdasarkan Data Riskesdas 2018, Provinsi DKI Jakarta menempati posisi ke-2 obesitas sentral tertinggi di Indonesia, dengan total 42% penduduk usia ≥15 tahun. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas sentral pada remaja usia 15-18 tahun di Provinsi DKI Jakarta berdasarkan data sekunder Riskesdas 2018.

Metode: Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah seluruh populasi, yaitu 988 remaja usia 15-18 tahun. Penelitian menggunakan data sekunder Riskesdas 2018. Instrumen meliputi kuesioner terstruktur dengan buku pedoman pengisian kuesioner, serta alat ukur yang terbuat dari bahan fiberglass untuk melakukan pengukuran lingkar perut dengan tingkat ketelitian 0,1cm. Uji statistik yang digunakan adalah uji hubungan Chi Square.

Hasil: Prevalensi obesitas sentral pada remaja usia 15-18 tahun di DKI Jakarta adalah 14,1%. Terdapat hubungan faktor jenis kelamin (p=0.001) dan status merokok (p=0,033) dengan obesitas sentral. Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan (p=0,104), kondisi mental emosional (p=0,100), konsumsi alkohol (p=0,553), usia (p=0,238), aktivitas fisik (p=0,323), konsumsi makanan berlemak (p=0,276), konsumsi makanan dan minuman manis (p=0,330), dan konsumsi sayur dan buah (p=0,398) dengan obesitas sentral.

Simpulan: Kejadian obesitas sentral pada remaja usia 15-18 tahun di Provinsi DKI Jakarta berdasarkan data sekunder Riskesdas 2018 berhubungan dengan faktor status merokok dan jenis kelamin.

Kata kunci: Obesitas Sentral; Remaja; Riskesdas 2018


ABSTRACT

Title: Related Factor to The Incidence of Central Obesity among Adolescents Aged 15-18 Years in DKI Jakarta Province (Analysis of Riskesdas 2018)

Background : According to Riskesdas 2018, DKI Jakarta province ranked the 2nd highest position of central obesity in Indonesia with a total of 42% of the population aged 15 years. The purpose of this study was to analyze the factors associated with the incidence of central obesity among adolescents aged 15 to 18 years in DKI Jakarta P rovince based on secondary data from Riskesdas 2018.

Method:The type of research used is quantitative descriptive with a cross sectional approach. The study population was 988 adolescents aged 15 to 18 years. The research instruments used in Riskesdas 2018 consisted structured questionnaire with a guidebook for filling out the questionnaire, as well as measuring instruments made of fiberglass to measure the circumference of the abdomen with an accuracy of 0.1cm. The statistical test used is the frequency distribution and the Chi Square correlation test.

Result: The prevalence of central obesity among adolescents aged 15 to 18 years in DKI Jakarta is 14.1%. There is a relationship between gender (p=0.000) and smoking status (p=0.033) with central obesity. There was no relationship between education level (p=0,104), mental emotional condition (p=0,100), alcohol consumption (p=0,553), age (p=0,238), physical activity (p=0,323), consumption of fatty foods (p= 0.276), consumption of sweet foods and drinks (p=0.330), consumption of vegetables and fruit (p=0.398) with central obesity. Central obesity among adolescents aged 15-18 years in DKI Jakarta province is influenced by smoking status and gender.

 

Conclusion: The incidence of central obesity among adolescents aged 15-18 years in the DKI Jakarta Province based on 2018 Riskesdas secondary data is associated to smoking status and gender.

Keywords: Central Obesity; Adolescent; Riskesdas 2018

Fulltext View|Download
Keywords: Obesitas Sentral; Remaja; Riskesdas 2018

Article Metrics:

  1. World Health Organization (WHO). Obesity and Overweight. Jenewa: World Health Organization; 2021
  2. Salam A. Faktor Risiko Kejadian Obesitas Pada Remaja. J MKMI. 2010;6(3):185
  3. Suiraoka IP. Penyakit Degeneratif: Mengenal, Mencegah dan Mengurangi Faktor Risiko 9 Penyakit Degeneratif. Cetakan I,. Yogyakarta: Nuha Medika; 2012. 160 p
  4. Arsanti Lestari L. Dasar-dasar Mikrobiologi Makanan : Di Bidang Gizi & Kesehatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 2018. 151 p
  5. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Balitbangkes; 2019. 674 p
  6. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Laporan Hasil Riskesdas 2013. Jakarta: Lembaga Penerbit Balitbangkes; 2013. 304 p
  7. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Laporan Nasional Riskesdas 2010. Jakarta: Lembaga Penerbit Balitbangkes; 2010. 466 p
  8. Sofa IM. Kejadian Obesitas, Obesitas Sentral, dan Kelebihan Lemak Viseral pada Lansia Wanita. Amerta Nutr. 2018;2(3):229–30
  9. P2PTM Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Factsheet Epidemi Obesitas. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. 3 p
  10. Kurdanti W, Suryani I, Syamsiatun NH, Siwi LP, Adityanti MM, Mustikaningsih D, et al. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja. J Gizi Klin Indones. 2015 Apr 30;11(4):179
  11. Rosaria I, Permatasari I, Rivelino NM, Program H, Keperawatan SI, Kedokteran F, et al. Analis Riwayat Orang Tua Sebagai Faktor Resiko Obesitas Pada Anak SD Di Kota Manado. 2013;1(1):2
  12. Sugianti, E., Hardinsyah., Afriansyah N. Faktor Risiko Obesitas Sentral Pada Orang Dewasa Di DKI Jakarta : Analisis Lanjut Data Riskesdas 2007. Gizi Indones. 2009;32(2):105
  13. Pribadi GS. Hubungan Antara Merokok Dengan Obesitas Sentral Pada Pria Di Indonesia. Surabaya: Universitas Airlangga; 2019
  14. Safitri DE, Rahayu NS. Determinan Status Gizi Obesitas pada Orang Dewasa di Perkotaan : Tinjauan Sistematis. Arkesmas. 2020;5(1):8
  15. Wulandari S, Lestari H, Fachlevy AF. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Di SMA Negeri 4 Kendari Tahun 2016. 2016;1(3):1
  16. Wismoyo Nugraha Putra. Hubungan Pola Makan, Aktivitas Fisik Dan Aktivitas Sedentari Dengan Overweight Di SMA Negeri 5 Surabaya. J Berk Epidemiol. 2017;5(3):298–9
  17. Irmawartini, Nurhaedah. Metodologi Penelitian. 1st ed. Mawardi R, editor. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2017. 183 p
  18. Hamam Nasrudin M. Pengaruh Konformitas Teman Sebaya Terhadap Perilaku Deliquency Minum-Minuman Keras Pada Remaja Desa Krading Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Tulungagung: Fakultas Ushluhuddin, IAIN Tulungagung; 2017. 16 p
  19. Afifah L. Hubungan Pendapatan, Tingkat Asupan Energi dan Karbohidrat dengan Status Gizi Balita Usia 2-5 Tahun di Daerah Kantong Kemiskinan. Amerta Nutr. 2019;3(3):183
  20. Freyberg Z, Aslanoglou D, Shah R, Ballon JS. Intrinsic and Antipsychotic Drug-Induced Metabolic Dysfunction in Schizophrenia. Front Neurosci. 2017;11(JUL):2
  21. Rahmawati D. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Obesitas Sentral Pada Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan 2012-2014. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta; 2015. 164 p
  22. Audrain-Mcgovern J, Benowitz NL. Cigarette Smoking, Nicotine, and Body Weight. Clin Pharmacol Ther. 2011;90(1):2
  23. Irianti MT. Hubungan Antara Status Merokok Terhadap Obesitas Sentral Pada Orang Dewasa Sehat Di Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan Yogyakarta. Vol. 85. Yogyakarta; 2016. 98 p
  24. Sudiana IK, Putra IWGAE, Januraga PP. Konsumsi Tuak Meningkatkan Risiko Obesitas Sentral pada Pria Dewasa di Karangasem, Bali. Public Heal Prev Med Arch. 2016;4(2):135
  25. Permadi W. Interaksi Kompleks antara Obesitas, Sindrom Metabolik dan Gangguan Aksis Reproduksi. Bandung: Bagian Obstetri Dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/ Rumah Sakit Hasan Sadikin; 2011
  26. Gunawan I, Ichwansyah F, Abdullah A. Hubungan Obesitas Dengan Kinerja Petugas Kesehatan Di Puskesmas Kabupaten Biruen. Junal AcTion Aceh Nutr J. 2019;4(1):52
  27. Setyawati Y. Hubungan Obesitas Sentral Dengan Karakteristik Keluhan Vasomotor Pada Perempuan Menopause Di Dusun Sumberwaru. 2020. 56 p
  28. Puspitasari N. Kejadian Obesitas Sentral pada Usia Dewasa. HIGEIA (Journal Public Heal Res Dev. 2018;2(2):249
  29. Devegga M. Hubungan Antara Body Image Dan Perilaku Diet Pada Remaja Putri [Internet]. Salatiga; 2017. 27 p. Available from: https://repository.uksw.edu/bitstream/1234567 89/13155/1/T1_802013069_Full text.pdf
  30. P2PTM Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Ayo Bergerak Lawan Obesitas. P2PTM Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, editor. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2017. 37 p
  31. Ra Pati Tiala MEA, Tanudjaja GN, Kalangi SJR. Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dengan Lingkar Pinggang Pada Siswa Obes Sentral. J e- Biomedik. 2013;1(1):455
  32. Mahmudatussa’adah A. Lemak. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia; 2013. 6 p
  33. Indonesia DPK dan PKKKR. Penting, Ini yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Konsumsi Gula, Garam dan Lemak. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2019. 1 p
  34. Mahadibya A. Perbedaan Asupan Energi, Konsumsi Minuman Manis, Aktivitas Fisik Dan Tingkat Pendidikan Pada Kejadian Obesitas Wanita Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Anak Wanita Klas II B Tangerang Tahun 2015. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta; 2015. 92 p
  35. Meta H. Hubungan Asupan Zat Gizi Dengan Kejadian Obesitas Sentral Pegawai di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Tahun 2017. Padang; 2017

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-02-29 12:18:13

No citation recorded.