Post Cracking Strength of PVA Fibers Reinforced Concrete

*Rudy Djamaluddin -  Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Kampus Unhas Tamalanrea Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10 Makassar – Sulewesi Selatan, Indonesia
Published: .
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 140 847
Abstract

Rendahnya tegangan tarik dari material beton menyebabkan mudahnya timbul retakan pada sisi tertarik dari suatu elemen beton bertulang. Berbagai usaha telah dilakukan yang salah satunya adalah dengan menambahkan serta pendek pada adukan beton. Salah satu jenis serat yang dikembangkan adalah serat polyvinyl alcohol (PVA). Untuk keperluan sebagai bahan serat pendek material ini berdiameter antara 0.20 hingga 0.7 mm dengan panjang antara 12 mm hingga 30 mm. Material ini memiliki kekuatan lekatan yang tinggi terhadap bahan semen oleh karena sifat hydrophilicnya. Dengan kekuatan rekatan yang tinggi diharapkan bahan serat PVA dapat digunakan sebagai serat campuran pada bahan beton (FRC) untuk mengembangkan perilaku daktail pada beton setelah terjadinya keretakan. Salah satu parameter penting didalam perencanaan beton berserat atau Fiber Reinforced Concrete (FRC) adalah menetukan besarnya fraksi volume kritis yang diperluakan untuk memperoleh prilaku daktail yang diharapkan dimana tegangan setelah retakan pertama lebih besar.

Kata kunci :  PVA fibers, FRC, tegangan retak, beton

Permalink: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/3663

[How to cite: Djamaluddin, R. (2008), Post Cracking Strength of  PVA Fibers Reinforced Concrete, Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Tahun 16, No. 1, pp. 26-30]

Keywords
PVA fibers, FRC, tegangan retak, beton

Article Metrics: