Pengaruh Penambahan Plastik LDPE (Low Density Poly Ethilen) Cara Basah dan Cara Kering terhadap Kinerja Campuran Beraspal

*Tjitjik Wasiah Suroso  -  Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan, Indonesia
Published: .
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 1526 2369
Abstract

To increase the characteristic of asphalt mixture, one of is to add plastik or in chemical term called polymer into asphalt. Generally plastik is in pellet that is difficult for mixture with asphalt For kind of this should be use additional equipment  where not available in all region or in Asphalt Mixing Plant Unit. Therefore, solution of that have to look for method  mixture polymer without additional equipment. There are two kinds of mixing of polymer addition for increasing characteristic asphalt mixture. Is dry process and wet process. Wet process  can be performed by adding polymer into hot asphalt then mixed uniformly. Mean while, dry process can conducted by adding polymer into hot aggregate. The purpose of the research is to find out the performance of asphalt mixture as resulted from polymer LDPE addition both in wet and dry process at optimum asphalt content of  asphalt pen 60 mixture from Marshall Test and polymer content 3.5% weight of asphalt where is same with polymer content from wet process. In a dry process, additional polymer to hot aggregate at mixing temperature and mixed for 35 – 40 second. The research result in laboratory , showed that dry process method increased The Stability Marshall characteristics, Dynamic Stability and Resilient Modulus greater than characteristic of asphalt pen 60 mixture but lower than wet process method. Economically Dry process method is cheaper because of faster mixing time no additional mixer needed, easily handled compared to wet process method.

Keywords: Asphalt, dry process, wet process, Optimum Asphalt content, polymer, characteristic of asphalt mixture.

 

ABSTRAK

Untuk menaikkan mutu campuran beraspal, salah satunya dengan menambahkan plastik yang dalam istilah kimianya disebut polimer. Umumnya plastik berbentuk pelet sehingga untuk mencampur dengan aspal diperlukan tambahan alat. Peralatan ini tidak selalu tersedia disetiap kota atau Unit Pencampur Aspal. Oleh karena itu perlu dicari solusinya yaitu bagaimana menambahkan polimer tanpa tambahan peralatan. Penambahan polimer untuk menaikkan mutu campuran beraspal ada dua cara, yaitu cara basah (wet process) dimana plastik ditambahkan ke dalam aspal panas dan dicampur hingga homogen dan cara kering dimana plastik ditambahkan ke dalam agregat panas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pengaruh kedua cara pencampuran plastik mutu rendah jenis LDPE terhadap kinerja campuran beraspal pada kadar aspal optimum, yang sama dengan kadar aspal optimum hasil pengujian Marshall aspal pen 60 sebagai pembanding (balnko), sedangkan kadar plastik adalah 3,5% terhadap berat aspal yang diambil dari hasil pengujian variasi kadar plastik terhadap mutu aspal yang telah dimodifikasi dengan plastik (cara basah). Pada cara kering plastik dengan kadar sama dengan cara basah ditambahkan kedalam agregat panas (pada temperatur campuran) dan diaduk selama 30-45 detik. Dari hasil yang diperoleh di laboratorium menunjukkan cara kering menghasilkan karakteristik Marshall, Stabilitas Dinamis dan Resilien Modulus lebih besar dari aspal pen 60, namun lebih rendah dari cara basah. Dari segi ekonomi cara kering diperkirakan lebih murah karena waktu pencampuran lebih cepat,  tidak memerlukan alat pengaduk (mixer) dan lebih mudah di handle dari pada cara basah.

Kata kunci: Aspal, cara kering, cara basah, Kadar aspal optimum, polimer, kinerja campuran beraspal

Permalink: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/3695

[How to cite: Suroso, T.W. (2008), Pengaruh Penambahan Plastik LDPE  (Low Density Poly Ethilen) Cara Basah dan Cara Kering terhadap Kinerja Campuran Beraspal, Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Tahun 16, Nomor 3, pp. 208-222]

Keywords: Aspal, cara kering, cara basah, Kadar aspal optimum, polimer, kinerja campuran beraspal

Article Metrics: