Manajemen Arus Lalulintas pada Sistem Jaringan Jalan Kota Semarang Menggunakan Perangkat Lunak EMME2

*Epf. Eko Yulipriyono -  Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia
Kami Hari Basuki -  Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia
Published: .
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 197 101
Abstract

The pattern of Semarang Road Network is radial, so outbound/inbound traffic from/to central of city are high. Caused by this conditions, the radial roads are very crouwded especially in morning and afternoon peak hours. This crouwded traffic could be reduced by introducing the peripheral roads which connected some radial roads. Analysis method is making simulation model  by EMME/2  software. The as-built model is then calibrated by existing secondary and primary data for its significancy. After the model was built, it is conducted scenarios of the management of traffic flow on road network system by existing road network model. The optimum performance of road network system is benefit of this study. The study will give wider vision to macro movement efficiently without conducting costly field experiment. The improvement on road capacity and management implementation of traffic direction is possibly to conducted that simulation tool has accomodated the characteristics of movement and rute preference in natural way. There are 5 scenarios such as alternative 1 (one way direction), alternative 2 (road capacity improvement), alternative 3 (two way direction), alternative 4 (road capacity improvement and policy of one way direction) and alternative 5 (road capacity improvement and policy of two way direction). The study concluded that alternative 2 (road capacity improvement) and alternative 5 (policy of 2-way direction and road capacity improvement) will increase road performance.

Keywords : road network, simulation, road performance, EMME/2.

ABSTRAK

Kota Semarang mempunyai sistem jaringan jalan dengan pola radial sehingga ruas-ruas jalan dengan arah menuju ke pusat kota menanggung beban lalulintas yang berat. Akibatnya, sering timbul kesemrawutan pada puncak pagi maupun sore hari, dan perlu dipikirkan pengembangan ruas jalan periferal yang menghubungkan ruas-ruas jalan radial. Metode analisis dilakukan dengan pembuatan model simulasi dibantu perangkat lunak EMME/2. Model yang terbangun dikalibrasi dengan data sekunder dan primer untuk menjadikan model yang signifikan kemudian dilakukan skenario penanganan manajemen arus lalulintas pada sistem jaringan jalan pada model jaringan jalan yang ada. Kinerja sistem jaringan jalan yang optimum merupakan manfaat dari studi ini dan hal ini akan dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai efisiensi pergerakan secara makro tanpa harus melakukan ujicoba di lapangan karena biayanya cukup mahal. Peningkatan kapasitas jalan dan penerapan manajemen arah arus lalulintas dimungkinkan dapat dilaksanakan mengingat alat simulasi yang digunakan sudah mengakomodasi karakteristik pergerakan dan perilaku pemilihan rute secara wajar. Dalam studi ini dibuat 5 skenario yaitu alternatif 1 (satu arah), alternatif 2 (peningkatan kapasitas jalan), alternatif 3 (dua arah), alternatif 4 (peningkatan kapasitas jalan dan pemberlakuan jalan satu arah) dan alternatif 5 (peningkatan kapasitas jalan dan pemberlakuan jalan dua arah). Hasil analisis menyimpulkan bahwa alternatif 2 dan alternatif 5 dapat meningkatkan kinerja jalan.

Kata Kunci: jaringan jalan, simulasi, kinerja jalan, EMME/2

Permalink: http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/Metadata/4183

[How to cite: Yulipriyono, E. dan Basuki, K.H., 2009, Manajemen Arus Lalulintas pada Sistem Jaringan Jalan Kota Semarang Menggunakan Perangkat Lunak EMME2, Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Tahun 17, Nomor 3, pp. 257-271]

Keywords
jaringan jalan, simulasi, kinerja jalan, EMME/2

Article Metrics: