skip to main content

DESAIN KAWASAN AGROEDU-WISATA BERBASIS DESA

Hermin Werdiningsih  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
*Muhammad Ismail Hasan  -  University of Malaya, Malaysia
Previari Umi Pramesti  -  Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Pengembangan pariwisata berbasis desa sedang marak dikembangkan di desa-desa. Terlebih pariwisata memberikan dampak baik yang cukup signifikan untuk penguatan perekonomian serta pemberdayaan masyarakat desa. Konsep wisata yang cocok diterapkan di desa adalah konsep wisata yang mengusung kelokalan seperti agrowisata karena pertanian sangat lekat kaitannya dengan pedesaan. Untuk menambah nilai wisata itu sendiri, konsep edukasi juga perlu ditambahkan untuk mengenalkan pertanian bagi pengunjungnya. Konsep wisata tersebut yang dirancang di Desa Lopait untuk memberikan manfaat tanah bengkok sekaligus mengangkat perekonomian wara sekitar. Desain yang dikembangkan berkonsep murah, mudah, dan tidak bersifat permanen, sehingga sebagian besar infrastrukturnya menggunakan bambu.

Fulltext View|Download
Keywords: wisata; agroeduwisata; desa

Article Metrics:

  1. Budiarti, T., Suwarto & Muflikhati, I., 2013. Pengembangan Agrowisata Berbasis Masyarakat pada Usahatani Terpadu guna Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Keberlanjutan Sistem Pertanian. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 18(3), pp. 20-207
  2. Creswell, J. W., 2013. RESEARCH DESIGN Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. 3 ed. Yogyakarta: Pustaka pelajar
  3. Fajriah, S. D. & Mussadun, 2014. Pengembangan Sarana dan Prasarana untuk Mendukung Pariwisata Pantai yang Berkelanjutan (Studi Kasus : Kawasan Pesisir Pantai Wonokerto Kabupaten Pekalongan). Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 10(2), p. 218
  4. Herawati, A., Purwaningsih, A. & Handharko, Y. D., 2018. Promoting Village Tourism through the Development of Information System. Review of Integrative Business & Economics Research, 7(1), p. 221
  5. Komariah, N., Saepudin, E. & Rodiah, S., 2018. Development of Tourist Village Based on Local Wisdom. Journal of Environmental Management and Tourism, 9(6), pp. 1172-1177
  6. Moleong, L. J., 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. 29 ed. Bandung: Rosda
  7. Nasution, S., 2000. Metode Research : Penelitian Ilmiah. Jakarta: Bumi Aksara
  8. Priyanto, R., Syarifuddin, D. & Martina, S., 2018. Perancangan Model Wisata Edukasi di Objek Wisata Kampung Tulip. Jurnal Abdimas BSI, pp. 32-38
  9. Satriawan, I. K., Pujaastawa, I. B. G. & Sarjana, I. M., 2015. Development of Small-scale Agro-tourism in Province of Bali, Indonesia. Advances in Environmental Biology, 9(21), pp. 9-14
  10. Sesotyaningtyas, M. & Manaf, A., 2015. Analysis of Sustainable Tourism Village Development at Kutoharjo Village, Kendal Regency of Central Java. Rocedia Social and Behavioral Sciences, Volume 184, pp. 273-280
  11. Sukawi, 2010. Bambu Sebagai Alternatif Bahan Bangunan dan Konstruksi di Daerah Rawan Gempa. Jurnal TERAS, X(1)
  12. Sumantra, I. K., Yuesti, A. & Sudiana, A. K., 2017. Development of Agrotourism to Support Community-Based Tourism toward Sustainable Agriculture. Australian Journal of Basic and Applied Sciences, 11(13), pp. 93-99
  13. Suriani, E., 2017. Bambu Sebagai Alternatif Penerapan Material Ekologis : Potensi dan Tantangannya. EMARA, 3(1), p. 33
  14. Yin, R. K., 2014. Studi Kasus Desain & Metode. Depok: Rajagrafindo Persada

Last update:

  1. Opportunity and Challenges in Transforming Agato Organic Plantation’s Agricultural Activities Into Agro-Edutourism

    Natasha Indah Rahmani, Melewanto Patabang, Insan Kurnia, Ira Resmayasari, Ade Astri Muliasari, Apri Larastio, E. Wiraguna, H. Ehara, M.S. Azami, A.A. Pratama, A. Azhar, N.A. Sholeha, T.U.P. Sujarnoko, L. Dharmawan, B. Ratnawati, O. Farobie, S. Irawan, R. Siskandar, I. Dewi, V.A. Nurhidayati, A.I.F. Fatimah. E3S Web of Conferences, 454 , 2023. doi: 10.1051/e3sconf/202345402015

Last update: 2024-06-17 03:24:30

No citation recorded.