Kesantunan Pengajuan Pertanyaan pada Tuturan Ilokusi Peserta Didik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah 06 Dau Malang

*Bawon Wiji Dia Prasasti  -  Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FIKP, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
Gigid Mujianto  -  Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FIKP, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
Published: 30 May 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

This research was aimed to describe the way the students asking questions in learning Indonesian language in VIII grade of Muhammadiyah 06 Dau Junior High School Malang. The theory of politeness in language that used as the guidline was Brown and Levinson theory and the characteristics in asking questions used the theory of Alwi. The research data source was the students. The research results showed that the students were using: (1) a type of yes: or no questions that required detailed answers, it was proven as high intonation at the end of questioning that the students used, therefore, got a short yes reply as the answer from the teacher and the low intonation at the end of the question provided the students a longer answer from the teacher. (2) On the politeness of questioning factors used by the students in form of indirect expressions that forming negative politeness order and the use of honorific proven by students said Ma’am at the beginning or the end of the questions.

 

Intisari

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tuturan bertanya peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas VIII di SMP Muhammadiyah 06 Dau Malang. Teori kesantunan berbahasa yang dijadikan pegangan yaitu teori Brown dan Levinson dan ciri tuturan pertanyaan berpegang pada teori yang dikemukakan oleh Alwi. Sumber data penelitian adalah peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan para peserta didik untuk menggunakan: (1) ciri kalimat tanya nembutuhkan jawaban ya atau tidak dan memerlukan jawaban panjang, hal itu terbukti pada intonasi akhir tinggi yang digunakan peserta didik mendapat jawaban pendek dari guru berupa ya dan intonasi rendah diakhir pertanyaan yang diujarkan perserta didik memperoleh jawaban panjang dari guru. (2) pada faktor kesantunan pertanyaan yang digunakan peserta didik berupa ungkapan tidak langsung dengan membentuk kesantunan negatif memerintah dan penggunaan ungkapan rasa hormat yang terbukti dengan penggunaan ungkapan sapaan Bu di awal atau akhir kalimat tuturan pertanyaan peserta didik.

Keywords: Asking questions; Indonesian language learning;Politeness

Article Metrics:

Last update: 2021-03-01 21:20:26

No citation recorded.

Last update: 2021-03-01 21:20:26

No citation recorded.