skip to main content

Aktualitas Nilai Magis Mitos Celeng dalam Novel Menyusu Celeng Karya Sindhunata sebagai Representasi Poskolonialisme

*Juwita Wardah Maulidah Baihaqi orcid  -  Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Animisme dan dinamisme di masyarakat Indonesia di masa lalu merupakan salah satu pembuka pada kemungkinan akan kepercayaan dan aktivitas yang bersifat transendental. Kepercayaan dan aktivitas akan hal magis di masa kini, tentu senantiasa berubah, baik dari jumlah praktiknya atau motif saat melakukannya. Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang aktualitas mitos celeng sebagai suatu praktik ilmu hitam di lingkungan masyarakat. Selain itu, penelitian ini membahas tentang representasi celeng pada praktik kolonialisme yang pernah terjadi di Indonesia. Data yang digunakan berbentuk kata dan kalimat yang berkaitan dengan adanya praktik dan kepercayaan akan pesugihan celeng sekaligus persifatan yang merepresentasikan keserakahan dari manifestasi kolonialisme. Sumber data diperoleh dari novel Menyusu Celeng karya Sindhunata. Metode penelitian yang digunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk deskripsi yang menunjukkan adanya kemagisan celeng dalam kehidupan sehari-hari yang merujuk pada praktik poskolonialisme di Indonesia.

Fulltext View|Download
Keywords: celeng, realisme magis, poskolonialisme, keserakahan

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-02-29 12:49:27

No citation recorded.