Perubahan Identitas Tekstual dalam Hasil Terjemahan dan Permasalahan Keberterimaannya: Kasus Teks Eksposisi

*Rochayah Machali -  FoASS University of New South Wales/ FIB Brawijaya University, Indonesia
Received: 24 Jan 2013; Published: 2 May 2013.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Article
Language: EN
Full Text:
Statistics: 276 667
Abstract

Translation can be defined as the replacement of textual material in one language (SL) by equivalent textual material in another language (TL). The term ‘textual’ means that the input for the translation process is ‘text’, rather than individual sentences. A text is a unit of language in use. It best regarded as a semantic unit, which is encoded in sentences. The encoding involves a planned activity that involves seven aspects (called ‘segi’ in this article). The aspects have been used to compare the original text or SL text (TSu) and its translated versions or TL texts (TSa). The findings indicate that the textual changes affect the identity of the text to some degree, in particular aspects of ‘informativity’ and ‘relevance’ embodied in the text identity.

 

Penerjemahan dapat didefinisikan sebagai penggantian bahan tekstual dalam bahasa sumber (SL) dengan bahan tekstual yang sepadan dalam bahasa sasaran (TL). Istilah tekstual berarti bahwa masukan untuk proses penerjemahan adalah teks, bukan kalimat-kalimat yang terpisah. Sebuah teks merupakan unit dalam penggunaan bahasa. Unit tersebut dapat dipandang sebagai unit semantik yang disandikan dalam kalimat-kalimat. Penyandian merupakan sebuah kegiatan yang terencana yang meliputi tujuh aspek yang disebut ‘segi’ dalam artikel ini. Aspek-aspek tersebut digunakan untuk membandingkan teks asli (TSu) dan versi terjemahan (TSa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tekstual yang terjadi sedikit banyak mempengaruhi identitas teks, khususnya aspek-aspek ‘informativity’ dan ‘relevance’ yang terwujud dalam identitas teks.
Keywords
text, text identity, translation, relevance.

Article Metrics: