skip to main content

Ketika Orang Jawa Meminta Maaf dengan Menggunakan Bahasa Inggris dari Perspektif Tindak Tutur

*Istianatul Hikmah  -  Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2017 PAROLE: Journal of Linguistics and Education

Citation Format:
Abstract

This study is a case study of expressing apology used by Javanese who speak English. The study employs speech acts theory proposed by Searle (1975) and Javanese culture by Hofstede (1991) to analyze the data. Data was collected using Discourse Completion Test (DCT) with twelve different situations. Participants of the study were Javanese living in Surabaya who speak English whose age ranges between twenty five to thirty. The result of this study shows that there are four types of speech acts expressed by the participants of the study, namely representative, directive, commissives, and expressive.

 

Penelitian ini merupakan studi kasus tentang permintaan maaf yang digunakan oleh orang Jawa yang menggunakan bahasa Inggris. Studi ini menggunakan teori speech acts dari Searle (1975) dan budaya bahasa Jawa dari Hofstede (1991) untuk menganalisis data. Data dikumpulkan dengan menggunakan Discourse Completion Test (DCT) dengan 12 (duabelas) situasi yang berbeda. Partisipan penelitian adalah orang Jawa yang bisa berbahasa Inggris yang berdomisili di Surabaya dengan rentang usia antara 25 sampai 30 tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada empat jenis tindak tutur yang diekspresikan oleh partisipan penelitian, yaitu representatif, direktif, komisif, dan ekspresif.

Fulltext View|Download
Keywords: speech act; apology; Javanese

Article Metrics:

Article Info
Section: Research Article
Language : ID
Statistics:
Share:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.