KADAR LOGAM BERAT Pb, Fe, DAN Cd YANG TERKANDUNG DALAM JARINGAN LUNAK KERANG BATIK (Paphia undulata) DARI PERAIRAN TAMBAK LOROK, SEMARANG

*Sri Rahayu Prihati  -  Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Djoko Suprapto  -  Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Siti Rudiyanti  -  Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 19 Dec 2019; Published: 30 Sep 2020.
View
Open Access Copyright 2020 Jurnal Pasir Laut
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

Perairan Tambak Lorok, Semarang yang terletak di pantai utara Jawa, dikelilingi berbagai industri, PLTU PT Indonesia Power, Pelabuhan Tanjung Mas dan pemukiman sehingga berpotensi tercemar berbagai jenis limbah, salah satunya yaitu logam berat. Logam berat dapat terakumulasi oleh organisme perairan, diantaranya adalah kerang batik (Paphia undulata) yang bersifat filter feeder dan banyak terdapat di Perairan Tambak Lorok. Hal ini menjadi alasan penelitian mengenai kandungan logam berat Pb, Fe, dan Cd pada jaringan lunak kerang batik di Perairan Tambak Lorok dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Pb, Fe, dan Cd pada perairan Tambak Lorok dan jaringan lunak kerang batik, serta mengetahui batas konsumsi mingguan kerang batik dari perairan tersebut. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan analisis deskriptif kualitatif, penentuan lokasi sampling dilakukan secara purposive. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2019. Hasil penelitian menunjukkan kadar logam berat Pb, Fe, dan Cd di perairan Tambak Lorok berturut-turut 0,723; 8,261; dan 2,482 mg/l telah melebihi batas layak menurut KepMen LH No.51 tahun 2004 tentang baku mutu air laut untuk biota laut, sedangkan pada jaringan lunak kerang batik berturut-turut adalah 5,47; 299,909; dan 32,423 mg/kg telah melebihi baku mutu logam dalam pangan khusus bivalvia menurut SNI 7387 tahun 2009. Batas maksimum konsumsi mingguan kerang batik yang mengandung logam berat Pb, Fe dan Cd dari perairan Tambak Lorok untuk individu dengan berat badan 20 kg, 50 kg dan 65 kg berturut-turut yaitu 4; 11; dan 14 gram/minggu.

Keywords: Kerang Batik (Paphia undulata), Logam Berat, Tambak Lorok, MTI

Article Metrics:

  1. Adriyani, R., dan T. Mahmudiono. 2009. Kadar Logam Berat Kadmium, Protein dan Organoleptik pada daging Bivalvia dan Perendaman larutan Asam Cuka. Jurnal Penelitian Med. Ekstakta, 7 (2): 152-157
  2. Agustina, T. 2014. Kontaminasi Logam Berat pada Makanan dan Dampaknya pada Kesehatan. Teknoboga, 1 (1): 53-65
  3. Azhar, H., I. Widowati., dan J. Suprijanto. 2012. Studi Kandungan Logam Berat Pb, Cu, Cd, Cr pada Kerang Simping (Amusium pleuronectes), Air dan Sedimen di Perairan Wedung, Demak serta Analisis Maximum Tolerable Intake pada Manusia. Journal of Marine Research, 1 (2): 35-44
  4. Azizah, D. 2017. Kajian Kualitas Lingkungan Perairan Teluk Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Dinamika Maritim. Coastal and Marine Resource Reseacrh Center, Raja Ali Haji Maritime University., 6(1): 47-53
  5. Cordova, M.R. 2016. Mekanisme Gangguan Genetik dan Mutasi Pada Bivalvia yang Dipengaruhi Oleh Logam Berat Timbal. Jurnal Oseana, 41(3): 27-34
  6. Dewi, M.A., D. Suprapto., dan S. Rudiyanti. 2017. Kadar Logam Berat Tembaga (Cu) pada Sedimen dan Jaringan Lunak Anadara granosa di Perairan Tambak Lorok Semarang. Journal of Maquares, 6 (3): 197-294
  7. Eshmat, M. E., G. Mahasri., dan B.S. Raharja. 2014. Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Kerang hijau (Perna viridis L.) di Perairan Ngemboh Kabupaten Gresik Jawa Timur. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 6 (1): 101-108
  8. Gusnita, D. 2012. Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb) di Udara dan Upaya Penghapusan Bensin Bertimbal. Berita Dirgantara, 13(3); 95-1010
  9. Herdiansyah, J. 2012. Pengaruh Advertising Terhadap Pembentukan Awareness Serta Dampaknya pada Keputusan Pembelian Produk Kecap Pedas ABC. Jurnal STIE Semarang, 4(2): 53-73
  10. JECFA. 1982. Evaluation of certain food additives and contaminants. Twenty-sixth report of the Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives. World Health Organization, Technical Report Series 683
  11. Kepmen LH. 2004. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut. Deputi Menteri Lingkungan Hidup, Bidang Kebijakan dan Kelembagaan L. H, Jakarta, hlm 11
  12. Mirawati, F., E. Supriyantini., dan R.A.T. Nuraini. 2016. Kandungan Logam Berat Pada Air, Sedimen, Dan Kerang Hijau (Perna Viridis) di Perairan Trimulyo dan Mangunharjo Semarang. Buletin Oseanografi Marina, 5(2): 121-126
  13. Pancawati, D.N., D. Suprapto., dan P.W. Purnomo. 2014. Karakteristik Fisika Kimia Perairan Habitat Bivalvia di Sungai Wiso Jepara. Diponegoro Journal of Maquares., 3(4): 141-146
  14. Parulian, A. 2009. Monitoring dan Analisis Kadar Alumunium (Al) dan Besi (Fe) pada Pengolahan Air Minum PDAM Tirtanadi Sunggal. Pascasarjana USU Press Medan
  15. Patang. 2018. Dampak Logam Berat Kadmium dan Timbal pada Perairan. Badan Penerbit UNM Makasar. hlm.49
  16. Purba, C., A. Ridlo., dan J. Suprijanto. 2014. Kandungan Logam Berat pada Air, Sedimen dan Daging Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Tanjung Mas Semarang Utara. Journal of Marine Research, 3 (3): 285-293
  17. Rustiah, W., A. Noor., Maming., M. Lukman., dan Nurfadilah. 2019. Analisis Distribusi Logam Berat Timbal dan Kadmium dalam Sedimen Sepanjang Muara Sungai dan Laut Perairan Spermonde, Sulawesi Selatan, Indonesia. Indo, J. Chem.Res., 7(1): 1-8
  18. Sagala, S.L., R. Bramawanto., A.R.T.D. Kuswardani., dan W.S. Pranowo. 2014. Distribusi Logam Berat di Perairan Natuna. Jurnal Ilmu dan Teknologi Tropis, 6 (2): 279-310
  19. Sari, K.A., P.H. Riyadi., A.D. Anggo. 2014. Pengaruh Lama Perebusan dan Konsentrasi Larutan Jeruk Nipis (Citrus auratifolia) terhadap Kadar Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Kerang Darah (Anadar granosa). Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 3 (2): 1-10
  20. Standar Nasional Indonesia 7387. 2009. Batas Maksimum Cemaran Logam Berat dalam Pangan. Badan Standarisasi Nasional
  21. Triantoro, D.D., D. Suprapto., dan S. Rudiyanti. 2017. Kadar Logam Berat Besi (Fe), Seng (Zn) pada Sedimen dan Jaringan Lunak Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Tambak Lorok Semarang. Journal of Maquares, 6 (3): 173-180
  22. Usman, S., N. L. Nafie., dan M. Ramang. 2013. Distribusi Kuantitatif Logam Berat Pb Dalam Air, Sedimen dan Ikan Mas (Lutjanus erythropterus) di sekitar Perairan Pelabuhan Parepare. Marina Chimica Acta, 14 (2): 49-55
  23. Yuliaty, C., dan F.N. Priyatna. 2014. Lubuk Larangan: Dinamika Pengetahuan Lokal Masyarakat dalam Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Perairan Sungai di Kabupaten Lima Puluh Kota. Jurnal sosek KP, 9 (1): 115-125

Last update: 2021-02-25 20:51:15

No citation recorded.

Last update: 2021-02-25 20:51:16

No citation recorded.