skip to main content

Aspek Biologi dari Ikan Pari yang Didaratkan di TPI Wedung Demak

*Sarah Nur Wahyu  -  Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Jl. Prof Soedarto SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Niniek Widyorini  -  Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Jl. Prof Soedarto SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Abdul Ghofar  -  Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Jl. Prof Soedarto SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Open Access Copyright 2022 Jurnal Pasir Laut under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

 

            Ikan Pari salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomis yang didaratkan nelayan Demak sebagai hasil tangkapan sampingan. Akan tetapi, pengkajian aspek biologi ikan ini masih belum dilakukan secara menyeluruh. Serta tidak semua spesies ikan Pari memiliki status konservasi yang baik, dapat diandalkan jika terjadi kepunahan. Maka pentingnya pengkajian aspek biologi untuk pengelolaan dan pencegahan ikan ini dari kepunahan. Penelitian bertujuan melihat spesies, status konservasi dan aspek biologi (TKG, IKG dan kebiasaan makan) ikan Pari. Penelitian dilaksanakan di TPI Wedung Kabupaten Demak selama bulan November - Desember. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan pengambilan sampel secara random sampling. Berdasarkan penelitian didapatkan 42 ekor ikan Pari. Spesies dan status konservasi ikan Pari yang didapatkan menurut IUCN adalah Pateobatis uarnacoides - rentan, Maculabatis gerrardi - terancam, Neotrygon kuhlii - informasi kurang, dan Telatrygon zugei- hampir terancam. Pada pengamatan tingkat kematangan gonad hasil didominasi oleh TKG I (belum matang). Nilai IKG yang didapatkan bervariasi dengan nilai IKG betina yang lebih besar dibanding jantan. Indeks kematangan gonad tersebut akan semakin meningkat seiring tingkat kematangan gonad. Kebiasaan makan ikan Pari adalah udang dan ikan kecil, dengan makanan utamanya adalah udang sedangkan ikan sebagai makanan pelengkap. Dari penelitian diketahui terdapat 4 spesies ikan Pari dengan status konservasi yang beragam dari informasi kurang terancam. Tingkat kematangan gonad pada spesies ikan Pari didominasi belum matang gonad dengan nilai indeks kematangan gonad betina lebih besar dibanding jantan pada tingkat kematangan yang sama. Ikan Pari merupakan ikan karnivora yang memangsa udang dan ikan kecil di perairan.

Fulltext View|Download
Keywords: Ikan Pari, Kematangan Gonad, Kebiasaan Makan

Article Metrics:

  1. Abubakar, S., M. Boer dan Sulistiono. 2016. Aspek Biologi Reproduksi Pari Totol (Neotrygon kuhlii) di Perairan Selat Sunda. Jurnal Akuakultur Indonesia, 15(2):189–197
  2. Amanda, D.T., A. Pratomo dan R.D. Putra. 2017. Status Konservasi Spesies Ikan Pari yang Ditangkap Nelayan pada Bulan Mei - Juli 2016 di Kabupaten Bintan Kepulaua Riau. Jurnal UMRAH, 1-16
  3. Azidha, L., Irwani dan Munasik. 2021. Aspek Biologi Pari Kekeh (Rhynchobatus sp.) (Rhinidae: Chondrichthyes) Studi Kasus di PPN Brondong, Lamongan. Jurnal of Marine Research, 10(1):78-88
  4. Eber D.A. dan Cowley P.D. 2009. Reproduction and embryonic development of the blue stingray Dasyatis chrysonotanin Southern African Waters. Journal of Marine Biological Association of the United Kingdom, 89:80−81
  5. Efendi, H.P., R.T. Dhewi dan Ricky. 2018. Keragaman Jenis dan Distribusi Panjang Ikan Hiu di Perairan Selat Makassar. Dalam: Prosiding Hiu dan Pari Tahun ke-2 Tahun 2018. KKP, Jakarta, pp. 33-42
  6. . 2018. Jejaring Pemanfaatan Hiu dan Pari di Balikpapan. Dalam: Prosiding Hiu dan Pari Tahun ke-2 Tahun 2018. KKP, Jakarta pp. 255-263
  7. Fishbase. 2019. Neotrygon kuhlii Blue Spotted Stingray. https://www.fishbase.se/summary/4508, diakses tanggal 26 Januari 2021
  8. Fishbase. 2019. Maculabatis gerrardi Sharpnose Stingray. https://www.fishbase.se/summary/15483, diakses tanggal 26 Januari 2021
  9. Fishbase. 2019. Pateobatis uarnacoides Whitenose Whipray. https://www.fishbase.se/summary/57399, diakses tanggal 26 Januari 2021
  10. Fishbase. 2019. Telatrygon zugei Pale-Edged Stingray. https://www.fishbase.se/summary/8205, diakses tanggal 26 Januari 2021
  11. IUCN RedList. https://www.iucnredlist.org/species/,diakses tanggal 15 Januari 2021
  12. Kinakesti, S.M. dan G. Wahyudewantoro. 2017. Kajian Jenis Ikan Pari (Dasyatidae) Di Indonesia. Fauna Indonesia, 16(2):27-25
  13. Manik, N. 2003. Beberapa Catatan Mengenai Ikan Pari. Oseana, 18(4):17-23
  14. Novariani, H. Lubis dan Fahmi. Biologi Reproduksi Ikan Pari Toka-toka (Himmantura walga, Muller and Henle 1841) yang Tertangkap dan Didaratkan di Cilincing. Bioma, 10(1):1-7
  15. Pralampita, W.A. dan S. Mardlijah. 2006. Aspek Biologi Pari Mondol (Himmantura gerradi) Famili Dasyatidae dari Ferairan Laut Jawa. Jurnal Litbang Perikanan, 12(1):69-75
  16. Pratiwi, D.N., Bahtiar, M. Tadjuddah, dan Sadri. 2019. Tingkat Kematangan Gonad dan Indeks Kematangan Gonad Kerang Pokea (Batissa violacea var. celebensis, von Martens 1897) di Sungai Laeya Konawe Selatan. Jurnal Biologi Tropis, 19(2):108–115
  17. Rahardjo, P. 2005. Studi Kebiasaan Makan Ikan Cucut dan Pari Di Laut Jawa. Jurnal Perikanan Laut dan Lingkungan, 9(1):81-93
  18. . 2009. Hiu dan Pari Indonesia. Balai Riset Perikanan Laut, Jakarta. 219 hlm
  19. Restianingsih, Y.H dan K. Amri. 2018. Aspek Biologi dan Kebiasaan makan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Laut Flores dan Sekitarnya. Bawal, 10(3):187-196
  20. Rositasari, M. L. Sahubawa dan S.A. Budhiyanti. 2018. Prospek Pengembangan Industri Kreatif Kulit Pari sebagai Pilot Project Usaha Kecil di Daerah Istimewa Yogyakarta. JPHPI, 21(1):118-126
  21. Susanti, F. 2013. Model Pemberdayaan Istri Nelayan di PKBM Al-Muttaqin Desa Buko Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. [Skripsi]. Fakultas Pendidikan, Universitas Negeri Semarang, 162 hlm. [Semarang]

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.