PENGARUH PENGENCERAN DAN PENGADUKAN TERHADAP PRODUKSI BIOGAS PADA ANAEROBIC DIGESTION DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK RUMEN SAPI SEBAGAI STARTER DAN LIMBAH DAPUR SEBAGAI SUBSTRAT

*Mohammad R -  Departemen Teknik Ligkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
F Soeroso -  Departemen Teknik Ligkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sahid Akbar Pradana -  Departemen Teknik Ligkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sudarno Utomo -  Departemen Teknik Ligkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Irawan Wisnu Wardhana -  Departemen Teknik Ligkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 29 Oct 2016; Published: 29 Oct 2016.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Article
Language: EN
Full Text:
Statistics: 2532 3762
Abstract
Kandungan organik pada limbah padat dapur dapat menjadi sumber substrat bagi bakteri anaerobik, yang akan menghasilkan biogas sehingga dapat menjadi sumber energi alternatif dan terbarukan. Limbah padat domestik dari dua restoran di sekitar Tembalang dijadikan sampel bagi penelitian ini. Pencacahan manual dan proses penggilingan (blender) dilakukan sebelum limbah padat domestik dimasukkan kedalam reaktor dengan volume 300 ml. Air
ditambahkan ke masing masing reaktor dengan volume yang berbeda beda untuk memperoleh faktor pengenceran. 1,1; 1,25; 1,42; 1,67 dan 2,00. Ekstrak rumen sapi digunakan sebagai starter bakteri. Temperatur, pH serta volume biogas dimonitor setiap hari selama kurang lebih 3 minggu. Faktor pengenceran dua kali dapat meningkatkan produksi biogas yang lebih banyak dibanding pada reaktor dengan pengenceran substrate lebih rendah. Selain itu pengenceran
juga mempercepat produksi dari biogas. Perlakuan pengadukan untuk meningkatkan produksi biogas, tidak teramati pada semua reaktor. Justru reaktor menghasilkan biogas yang lebih rendah ketika dilaukan pengadukan
Keywords
Biogas, limbah dapur, ekstrak rumen sapi, energi alternatif

Article Metrics: