PENGARUH FERMENTASI KOTORAN KAMBING PADA EMISI GAS (CO2, CH4, N2O) VERMICOMPOSTING SAMPAH ORGANIK

*Endro Sutrisno  -  Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Irawan Wisnu Wardana  -  Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ika Bagus Priyambada  -  Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 15 May 2017; Published: 15 May 2017.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Kegiatan pengelolaan sampah dapat melepaskan gas rumah kaca (GRK) ke atmosfer dan mengintensifkan iklim global. Pengomposan adalah proses komponen aerobik karbon degradable organik dalam limbah diubah menjadi karbon dioksida. Menggabungkan prakompos dan vermicomposting berpotensi menimbulkan emisi amonia dan gas rumah kaca. Desain percobaan dilakukan dengan memberikan fermentasi kotoran kambing dalam vermicomposting sampah organik dengan jumlah yang berbeda untuk mengetahui pengaruh fermentasi kotoran kambing terhadap emisi gas CO2, CH4, N2O saat kematangan kompos. Desain penelitian ini menggunakan 4 kombinasi yaitu kombinasi pertama 80% sampah organik, 20% kotoran kambing; kombinasi kedua yaitu 80% sampah organik, 20% kotoran kambing, 100 mL Aspergilus niger; kombinasi ketiga yaitu 60% sampah organik, 40% kotoran kambing; dan kombinasi keempat yaitu 60% sampah organik, 40% kotoran kambing, 100 mL Aspergilus niger. Kriteria pengujian yang digunakan adalah pengujian emisi gas CO2, CH4, N2O di akhir kematangan kompos. Dengan adanya penambahan kotoran kambing, semakin banyak kotoran kambing ditambahkan emisi gas CO2, CH4dan NO semakin banyak. Sedangkan dengan ditambahkan Aspergillus niger, proses fermentasi semakin cepat dalam menghasilkan emisi gas CO2, CH4 dan N2O.

Keywords: Sampah organik, kotoran kambing, Aspergillus niger, CO2 , CH4 , N2O

Article Metrics:

Last update: 2021-05-12 12:32:59

No citation recorded.

Last update: 2021-05-12 12:32:59

No citation recorded.