PEMANFAATAN LIMBAH TAHU SKALA RUMAH TANGGA MENJADI BIOGAS SEBAGAI UPAYA TEKNOLOGI BERSIH DI LABORATORIUM PUSAT TEKNOLOGI LINGKUNGAN – BPPT

*Hanifah Nisrina -  Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Pertiwi Andarani -  Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275
Published: 1 Sep 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Article
Full Text:
Statistics: 158 2134
Abstract
Limbah cair yang dihasilkan industri tahu sangat merugikan lingkungan jika tidak dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Namun, limbah cair tahu dapat diolah secara anaerob sehingga menghasilkan biogas. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya potensi biogas yang dapat dihasilkan dari limbah cair tahu sebagai upaya dalam teknologi bersih serta mengetahui kelayakannya dari aspek ekonomi dan lingkungan. Penelitian dilakukan pada industri tahu skala rumah tangga yang berlokasi di Desa Puspiptek, Tangerang Selatan dengan metode digesti anaerobik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama waktu tinggal 14 hari, limbah tahu menghasilkan biogas sebesar 1.525 liter dengan penurunan kandungan COD sebesar 8,1% dari 748,75 mg/L menjadi 688,125 mg/L, Total Solid sebesar 56,9% dari 16,36 g/L menjadi 7,049 g/L, dan Volatile Solid sebesar 66,3% dari 14,85 g/L menjadi 5,001 g/L. Hasil analisis simulasi kelayakan biogas berdasarkan aspek ekonomi berupa Harga Pokok Penjualan (HPP) Rp7.342 per kg, BEP 109.500 kg/tahun, dan PBP 0,48 dengan pengolahan limbah tahu sebesar 5676 liter per hari, menghasilkan biogas sebanyak 5,174 m3 per hari. Banyak sekali manfaat yang didapat dari pemanfaatan limbah menjadi biogas, baik dari aspek ekonomi, lingkungan, maupun sosial
Keywords
biogas; limbah tahu; digesti anaerobik; teknologi bersih; kelayakan biogas

Article Metrics: