WISATA BUDAYA KAMPUNG JAWI DI KOTA SEMARANG BERDASARKAN ASPEK PERMINTAAN DAN PENAWARAN

*Loveani Yastika Putri  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Bitta Pigawati scopus  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 22 Feb 2019; Published: 30 Sep 2019.
Open Access License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Abstract
ABSTRAK

Kampung tematik merupakan salah satu program untuk menyelesaikan masalah kemiskinan dan permukiman kumuh serta pengembangan potensi kawasan permukiman di Kota Semarang.  Pelaksanaan kegiatan kampung tematik difasilitasi oleh pemerintah dalam bentuk pengembangan sumberdaya manusia, perbaikan sarana dan prasarana, dan perbaikan lingkungan dalam jangka waktu satu tahun. Setelah berakhirnya program kampung tematik keberlanjutan pengelolaan dan pengembangan dilakukan oleh masyarakat secara swakelola. Kampung Jawi merupakan salah satu kampung tematik dengan tema kebudayaan Jawa yang masih berjalan konsisten dan berkembang sebagai kawasan wisata. Potensi wisata budaya di Kampung Jawi berupa kesenian tradisional, kehidupan bermasyarakat, event-event budaya, serta lingkungan bertema jawa. Kampung Jawi yang saat ini berada pada tahap awal perkembangan sebagai kawasan wisata memiliki kendala berupa masih minimnya sarana dan prasarana pendukung wisata, promosi, dan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian permintaan dan penawaran wisata. Dalam mencapai tujuan penelitian digunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis terdapat kesesuaian. Berdasarkan hasil analisis kesesuaian permintaan dan penawaran wisata didapat adanya kesesuaian antara motif wisata dan atraksi wisata yang ditawarkan, kemudahan dalam mengakses moda transportasi, serta penawaran paket wisata sedangkan  ketidaksesuaian  berupa masih minimnya sarana pendukung kegiatan wisata , promos, dan pelayanani.


ABSTRACT

Thematic villages are one of the programs to solve the problem of poverty and slums and the development of potential residential areas in the city of Semarang. The implementation of thematic village activities is facilitated by the government in the form of human resource development, improvement of facilities and infrastructure, and environmental improvements within a period of one year. After the end of the thematic village program the sustainability of management and development is carried out by the community in self-management. Kampung Jawi is one of thematic villages with the theme of Javanese culture which still runs consistently and develops as a tourist area. The potential of cultural tourism in Kampung Jawi is in the form of traditional arts, community life, cultural events, and Javanese-themed environments. Kampung Jawi which is currently in the early stages of development as a tourist area has obstacles in the form of still lack of supporting facilities for tourism, promotion and service. This study aims to identify the suitability of demand and travel offers. In achieving the research objectives, qualitative and quantitative methods are used with descriptive analysis techniques. Based on the results of the analysis, there are incompatibilities in demand and tourism offerings in the form of limited resources for the community of Kampung Jawi in developing tourism, lack of funding, lack of tourism support facilities, and limited tourism services by the community in responding to requests from the end.

 

Keywords: Wisata; Kampung Jawi; penawaran; permintaan
Funding: Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro; pengelola Kecamatan Gunungpati; pengelola Kelurahan Sukorejo, BAPPEDA Kota Semarang, Dinas Pariwisata Kota Semarang

Article Metrics:

  1. Abascal, T. E., Fluker, M., & Jiang, M. (2016). Domestic demand for Indigenous tourism in Australia: understanding intention to participate. Journal of Sustainable Tourism, 24(8–9), 1350–1368
  2. Afif, M., & Pigawati, B. (2017). PENGEMBANGAN KAWASAN VIHARA BUDDHAGAYA WATUGONG SEBAGAI OBJEK WISATA DI KOTA SEMARANG. Jurnal Pengembangan Kota, 3(2), 128–138
  3. Bappeda Kota Semarang. (2017). Petunjuk Pembentukan Kampung Tematik Kota Semarang Tahun 2017. Semarang
  4. Cahyanti, M. M., & Anjaningrum, W. D. (2017). Meningkatkan niat berkunjung pada generasi muda melalui citra destinasi dan daya tarik kampung wisata. Jurnal Ilmiah Bisnis Dan Ekonomi Asia, 11(2), 35–41
  5. Chai, L. T. (2011). Culture Heritage Tourism Engineering at Penang: Complete The Puzzle Of “The Pearl Of Orient.” Systems Engineering Procedia, 1, 358–364. https://doi.org/10.1016/j.sepro.2011.08.054
  6. Gunn, C. A., & Var, T. (2002). Tourism planning: Basics, concepts, cases. Psychology Press
  7. Idziak, W., Majewski, J., & Zmyślony, P. (2015). Community participation in sustainable rural tourism experience creation: a long-term appraisal and lessons from a thematic villages project in Poland. Journal of Sustainable Tourism, 23(8–9), 1341–1362
  8. Kay, P. L. (2009). Cultural Experience Tourist Motives Dimensionality : A Cross-Cultural Study Dimensionality : A Cross-Cultural Study. Journal of Hospitality Marketing & Management, 4(18), 329–371. https://doi.org/10.1080/19368620802590217
  9. Királ’ová, A., & Pavličeka, A. (2015). Development of social media strategies in tourism destination. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 175, 358–366
  10. KłoczKo-GAjewsKA, A. (2013). General characteristics of thematic villages in Poland. Visegrad Journal on Bioeconomy and Sustainable Development, 2(2), 60–63
  11. McKercher, B., & du Cross, H. (2002). Cultural Tourism : The Partnership Beetween Tourist and Cultural Herritage Management. New York: Haworth Press
  12. Nilnoppakun, A., & Ampavat, K. (2015). Integrating Cultural and Nostalgia Tourism to Initiate A Quality Tourism Experiences at Chiangkan, Leuy Province, Thailand. Procedia Economics and Finance, 23, 763–771. https://doi.org/10.1016/S2212-5671(15)00545-6
  13. Patria, T. A. (2015). Dinamika Perkembangan Pariwisata Pusaka: Tinjauan dari Sisi Penawaran dan Permintaan di Kota Bandung. Binus Business Review, 6(2), 169–183
  14. Prafitri, G. R., & Damayanti, M. (2016). Kapasitas Kelembagaan Dalam Pengembangan Desa Wisata (Studi Kasus: Desa Wisata Ketenger, Banyumas). Jurnal Pengembangan Kota, 4(1), 76. https://doi.org/10.14710/jpk.4.1.76-86
  15. Purwanto, E., Setioko, B., & Olivia, D. (2017). FAKTOR-FAKTOR PENGARUH KINERJA PERMUKIMAN SEBAGAI ANTISIPASI PERWUJUDAN KAMPUNG WISATA BAHARI. TATALOKA, 19(1), 1. https://doi.org/10.14710/tataloka.19.1.1-14
  16. Salazar, N. B. (2012). Community-based cultural tourism : issues , threats and opportunities. Journal of Sustainable Tourism, 20(1), 37–41
  17. Sesotyaningtyas, M., & Manaf, A. (2015). Analysis of sustainable tourism village development at Kutoharjo Village, Kendal Regency of Central Java. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 184, 273–280
  18. Šimková, E., & Holzner, J. (2014). Psychology and its application in tourism. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 114, 317–321. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.12.704
  19. Soekadijo, R. . (1997). Anatomi Pariwisata (II). Gramedia Pustaka Utama
  20. Soekadijo, R. G. (1996). Anatomi pariwisata: memahami pariwisata sebagai “systemic linkage” (II). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=coSFAAAACAAJ
  21. Suwantoro, G. (2004). Dasar-Dasar Pariwisata (II). Yogyakarta: ANDI
  22. Suyitno. (2001). Perencanaan Wisata (I). Yogyakarta: Kanisius
  23. Tamara, A. P., & Rahdriawan, M. (2018). Kajian Pelaksanaan Konsep Kampung Tematik di Kampung Hidroponik Kelurahan Tanjung Mas Kota Semarang. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 6(1), 40–57
  24. Wibowo, P. A. S., & Ma’rif, S. (2014). Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 2(3), 245–256
  25. Yoety, O. A. (2008). Ekonomi pariwisata: introduksi, informasi, dan aplikasi (I). Jakarta: Penerbit Buku Kompas

Last update: 2021-05-13 22:00:35

No citation recorded.

Last update: 2021-05-13 22:00:35

No citation recorded.