skip to main content

Mengukur Tingkat Kesiapan Masyarakat Kota Surakarta dalam Pelaksanaan Program Kali Bersih (PROKASIH)

*Kusumastuti Kusumastuti  -  Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia, Indonesia
Lintang Suminar  -  Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Program Kali Bersih (Prokasih) merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas air sungai perkotaan secara bertahap supaya mampu berperan sebagaimana seharusnya. Di Kota Surakarta, Prokasih dilaksanakan di Kali Tegal Konas, Kali Jenes, Kali Pepe, Kali Premulung, Kali Brojo, Kali Tempuran, dan Sungai Gajah Putih. Sungai-sungai ini adalah anak sungai Bengawan Solo. Namun, sampai saat ini dampak dari Prokasih belum jelas terlihat karena kualitas air sungai belum membaik. Hal tersebut menunjukkan kemungkinan bahwa Prokasih di Kota Surakarta belum melibatkan pemangku kepentingan secara menyeluruh termasuk masyarakat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kesiapan masyarakat dalam menjalankan Prokasih di Kota Surakarta. Metode yang digunakan adalah The Community Readiness Model (CRM). Teknik pengumpulan data dilakukan dari data sekunder pada lembaga-lembaga terkait dan data primer dari wawancara terhadap aktor-aktor kunci. Analisa data dilakukan dengan memahami keseluruhan data-data hasil wawancara yang dipetakan berdasarkan dimensi-dimensi dari CRM yang kemudian dengan teknik skoring akan menghasilkan level of readiness dan stage of readiness dari komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian masyarakat sudah sadar dan sebagian belum ada kesadaran melaksanakan program-program dari Prokasih. Hal ini terutama diketemukan pada UMKM seperti industry batik dan tahu juga rumah tangga dari masyarakat berpenghasilan rendah yang belum tersentuk program dari Kementerian PUPR. Maka dari itu dibutuhkan peran Pemerintah untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat dan Pokja Sungai.
Fulltext View|Download
Keywords: Pencemaran Air Sungai, Tingkat Kesiapan Masyarakat, Prokasih, Surakarta
Funding: Universitas Sebelas Maret

Article Metrics:

  1. Darwati. (2003). Evaluasi Program Kali Bersih (Prokasi) di Kaligarang Semarang. Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. Semarang
  2. Kasemir, Bernd, et al. (2003). Public Participation Sustainability Science. Cambridge University Press
  3. Maryono, A. (2005). Eko-Hidraulika Pembangunan Sungai. Edisi Kedua. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
  4. Oetting, E. R., dkk. modified and expanded by: Linda R. Stanley. (2014). CommReadiness for Community Change. Tri-Ethnic Center Community Readiness Handbook 2nd edition. Colorado State University
  5. Peraturan Menteri PU Nomor 63/PRT/1993 tentang Garis Sempadan Sungai
  6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1991 tentang Sungai
  7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai
  8. Setyowati, Nur Aini Dewi. (2017). Kualitas Perairan Sungai Anyar (Anak Sungai Bengawan Solo) Surakarta Ditinjau dengan Indeks Keanekaragaman Fitoplankton. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta
  9. Surat Edaran Gubernur KOH Tingkat I Nomor 660/ 03-1237 Tanggal 11 Oktober 1993 tentang Pelaksanaan Prokasih Tingkat II di Jawa Tengah
  10. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1982 tentang Lingkungan Hidup
  11. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
  12. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air
  13. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
  14. Wibowo, Ary Wahyu. (3 Oktober 2017). Limbah Batik Penyumbang Terbesar Pencemaran Sungai. Sindonews.com

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.