skip to main content

Kajian Faktor Penyebab Banjir dalam Perspektif Wilayah Sungai: Pembelajaran Dari Sub Sistem Drainase Sungai Beringin

*Dody Adi Nugroho  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Wiwandari Handayani  -  Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Urbanization causes a shift in human activities and increases the occupancy of open spaces in the hilly areas of Semarang City. As a strategic area in the city of Semarang, Mijen and Ngaliyan Districts, which are the upstream and transition areas of the Beringin Drainage Sub-System, are experiencing economic and social growth. This then has an impact on the intensity of the floods that occur in Tugu District as its downstream area. This study aims to analyze the factors that cause flooding in the area of the Beringin Drainage Sub-System from a theoretical review to validate the results through interviews and field surveys. This study uses a qualitative descriptive analysis method by examining documents, research journals, books and maps and other related documents. From the results of the study, it can be concluded that the factors causing floods in the Beringin Drainage Sub-System area include changes in land use, rainfall and soil types, slope levels, erosion and sedimentation and inadequate capacity of the drainage system are phenomena and processes that are interrelated with one another. Strategic efforts are needed to anticipate flood events that occur almost annually in the Beringin Drainage Sub-System area.

 
Fulltext View|Download
Keywords: Beringin Drainage Sub-System; flood; urbanization
Funding: Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Perencana, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

Article Metrics:

  1. Aryany, P. A., & Pradoto, W. (2014). Perubahan Penggunaan Lahan di Kawasan Sekitar Bukit Semarang Baru. Jurnal Teknik PWK, 3(1), 96–105
  2. Birhanu, D., Kim, H., Jang, C., & Park, S. (2016). Flood Risk and Vulnerability of Addis Ababa City Due to Climate Change and Urbanization. Procedia Engineering, 154, 696–702. https://doi.org/10.1016/j.proeng.2016.07.571
  3. Butler, D., Ward, S., Sweetapple, C., Astaraie-imani, M., Diao, K., Farmani, R., & Fu, G. (2016). Reliable, resilient and sustainable water management: the Safe & SuRe approach. Global Challenges, 1–15. https://doi.org/10.1002/gch2.1010
  4. Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2007). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. Sage publications
  5. Darmawan, K., Hani’ah, & Suprayogi, A. (2017). Analisis Tingkat Kerawanan Banjir di Kabupaten Sampang Menggunakan Metode Overlay dan Scoring Berbasis Sistem Informasi Geografis. Jurnal Geodesi Undip, 6(1), 31–40
  6. Departemen Pekerjaan Umum. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 41/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Kriteria Teknis Kawasan Budidaya (2007). Indonesia
  7. detik.com. (2010). Ratusan Rumah di Semarang Rusak Akibat Banjir. Retrieved from https://news.detik.com/berita/d-1491100/ratusan-rumah-di-semarang-rusak-akibat-banjir
  8. Dewi, N. K., & Rudiarto, I. (2013). Identifikasi Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Daerah Pinggiran di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 1(2), 175–188
  9. Dhakal, K. P., & Chevalier, L. R. (2017). Managing urban stormwater for urban sustainability: Barriers and policy solutions for green infrastructure application. Journal of Environmental Management, 203, 171–181. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2017.07.065
  10. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov. Jateng. (2018). Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018. Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
  11. Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang. (2018). Rencana Strategis Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Tahun 2016-2021. Pemerintah Kota Semarang
  12. Dinas Pertanian Kota Semarang. (2018). Salurkan Bantuan Benih Jagung di Poktan Kecamatan Ngaliyan. Retrieved from https://dispertan.semarangkota.go.id/salurkan-kecamatan-ngaliyan/
  13. Douglas, I., Alam, K., Maghenda, M., McDonnell, Y., McLean, L., & Campbell, J. (2008). Unjust waters: climate change, flooding and the urban poor in Africa. Environment & Urbanization, 20(1), 187–205. https://doi.org/10.1177/0956247808089156
  14. Halim, F. (2014). Pengaruh Hubungan Tata Guna Lahan dengan Debit Banjir Pada Daerah Aliran Sungai Malalayang. Jurnal Ilmiah Media Engineering, 4(1)
  15. Handayani, W., & Rudiarto, I. (2014). Dynamics of Urban Growth in Semarang Metropolitan – Central Java: An Examination Based on Built-Up Area and Population Change. Journal of Geography and Geology, 6(4), 80–87. https://doi.org/10.5539/jgg.v6n4p80
  16. Hermon, D. (2015). Geografi Bencana Alam (Ed. 1). Jakarta: Rajawali Pers
  17. Kodoatie, R. J., & Sjarief, R. (2010). Tata Ruang Air. (S. Nurasih & A. Saradewa, Eds.) (1st ed.). Yogyakarta: Penerbit ANDI
  18. Koto, J., & Negara, B. (2017). Review Study on the Pros and Cons of Flood Prevention Plan during Rainy Season in DKI Jakarta. Journal of Aeronautical, 10(10), 1–10
  19. Kurnia, U., Agus, F., Adimihardja, A., & Dariah, A. (2006). Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya. Buku Petunjuk Teknis Analisa Fisika Tanah. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
  20. Kurniawan, R., & Septiadi, B. (2020). Mangkang Wetan Terparah, Ketinggian Rob Capai 30 Sentimeter. Retrieved from https://radarsemarang.jawapos.com/berita/semarang/2020/06/06/mangkang-wetan-terparah-ketinggian-rob-capai-30-sentimeter/
  21. Lee, L. (1979). Factors Affecting Land Use Change at the Urban-Rural Fringe. In Growth and Change: A Journal of Regional Development, X(October 1979)
  22. Mardiansjah, F. H., Handayani, W., & Setyono, J. S. (2018). Pertumbuhan Penduduk Perkotaan dan Perkembangan Pola Distribusinya pada Kawasan Metropolitan Surakarta. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 6(3), 215–233. https://doi.org/10.14710/jwl.6.3.215-233
  23. Matondang, J. P., Kahar, S., & Sasmito, B. (2013). Analisis Zonasi Daerah Rentan Banjir Dengan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis. Jurnal Geodesi Undip, 2(April)
  24. MCI. (2017). Panduan Penyusunan Kajian Risiko Iklim: Climate Risk Assessment (CRA). (A. D. Sari, N. Prayoga, & R. Sutarto, Eds.). Jakarta: Mercy Corps Indonesia
  25. Moleong, L. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
  26. Mulyanto, H., Parikesit, R. N. A., & Utomo, H. (2012). Petunjuk Tindakan dan Sistem Mitigasi Banjir Bandang. Semarang: Kementerian Pekerjaan Umum
  27. Nazir, M. (2011). Metode Penelitian (6th ed.). Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia
  28. Nurromansyah, A. N., & Setyono, J. S. (2014). Perubahan Kesiapsiagaan Masyarakat DAS Beringin Kota Semarang dalam Menghadapi Ancaman Banjir Bandang. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 2(3), 231–244
  29. Pemerintah Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (2007). Jakarta: Indonesia
  30. Pemerintah Kota Semarang. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011-2031 (2011). Kota Semarang
  31. Pemerintah Kota Semarang. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Rencana Induk Sistem Drainase Kota Semarang Tahun 2011-2031 (2014). Kota Semarang
  32. Purnomo, N. H. (n.d.). Geografi Tanah
  33. Rosyidie, A. (2004). Aspek Kebencanaan Pada Kawasan Wisata. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 15(2), 48–64
  34. Rosyidie, A. (2013). Banjir: Fakta dan Dampaknya, Serta Pengaruh dari Perubahan Guna Lahan. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 24(3), 241–249
  35. Sandhyavitri, A., Fauzi, M., Gunawan, H., Sutikno, S., Restuhadi, F., Amri, R., … Riza. (2015). Mitigasi Bencana Banjir dan Kebakaran. (A. Sandhyavitri, Ed.). Pekanbaru: Riau: UR Press
  36. Suara Merdeka. (2020). Tanggul Jebol Perlu Penanganan Cepat. Retrieved from https://www.suaramerdeka.com/index.php/smcetak/baca/216400/e-paper
  37. Sudirman, Sutomo, S. T., Barkey, R. A., & Ali, M. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi banjir/genangan di kota pantai dan implikasinya terhadap kawasan tepian air. In Seminar Nasional Space (pp. 141–157)
  38. Sweya, L. N., Wilkinson, S., & Chang-Richard, A. (2018). Understanding Water Systems Resilience Problems in Tanzania. Procedia Engineering, 212(2017), 488–495. https://doi.org/10.1016/j.proeng.2018.01.063
  39. Wahyuningtyas, A., Pahlevari, J. E., Darsono, S., & Budieny, H. (2017). Pengendalian Banjir Sungai Bringin Semarang. Jurnal Karya Teknik Sipil, 6(3), 161–171
  40. Waskitaningsih, N. (2012). Kearifan Lokal Masyarakat Sub-Sistem Drainase Bringin Dalam Menghadapi Banjir. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 8(4), 383–391

Last update:

  1. Analysis of Compound Flooding in the Cakung Drain Area, DKI Jakarta Province

    Rahman Nurabriansyah, Muhammad Syahril Badri Kusuma, Arie Setiadi Moerwanto, M. Setiyo, Z. Rozaki, A. Setiawan, F. Yuliastuti, Z.B. Pambuko, C.B. Edhita Praja, V. Soraya Dewi, L. Muliawanti. E3S Web of Conferences, 500 , 2024. doi: 10.1051/e3sconf/202450002016
  2. Analysis of Surface Runoff and Remote Sensing Data to Identify Flood Potential in Simbang Sub-Watershed

    Hasyim Asyhari Amiruddin, Asmita Ahmad, Muh. Nathan, H. Mubarak, G. Hardinasinta, M.T. Sapsal, A.S. Arifin, A. Rahmayanti, M. Djalal, O.S. Hutabarat, Haerani, R. Shamsudin, Samsuar, N. Lestari, N.A. Bahmid. BIO Web of Conferences, 96 , 2024. doi: 10.1051/bioconf/20249604008
  3. Studies on flood disaster causes in DKI Jakarta Province

    Ratih Nurjayati, Daniel Putra Pardamean Mbarep. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1266 (1), 2023. doi: 10.1088/1755-1315/1266/1/012053

Last update: 2024-06-22 07:34:45

No citation recorded.