skip to main content

Tipologi Transformasi Perdesaan dan Implikasinya terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Perbatasan Sukoharjo – Surakarta

*Jessica Ayu Eka Pramudita  -  Department of Urban and Regional Planning, Universitas Diponegoro, Indonesia
Iwan Rudiarto scopus publons  -  Department of Urban and Regional Planning, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Transformasi desa ditandai dengan adanya pergeseran karakteristik dari wilayah perdesaan menjadi perkotaan. Hubungan desa-kota yang semakin erat juga mendorong terjadinya aglomerasi daerah pada wilayah peri-urban. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji transformasi desa berdasarkan aspek tipologi zona dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Tipologi zona kawasan perdesaan yang dimaksud berdasarkan Zona Wilayah Peri-Urban dikategorikan menjadi tiga, yaitu zona peri-urban primer, zona peri-urban sekunder, dan zona rural peri-urban. Data yang digunakan melitputi data komposisi guna lahan dengan menggunakan data citra satelit tahun 2000, 2010, dan 2020, aksesibilitas, infrastruktur, kependudukan, dan struktur ekonomi masyarakat. Analisis yang dilakukan adalah analisis perubahan penggunaan lahan, analisis tipologi transformasi desa, dan analisis implikasi transformasi desa.  Hasil penelitian menunjukkan total dari 40 desa di wilayah studi, terdapat 6 desa yang bertransformasi dan mengalami perubahan tipologi selama 10 tahun terakhir. Keenam desa ini semula masuk dalam tipologi zona rural peri-urban pada tahun 2010 berubah menjadi zona peri-urban sekunder pada tahun 2020. Implikasi dari tranformasi yang tejadi pada 6 desa tersebut adalah menurunnya jumlah keluarga petani, jumlah penduduk pendatang tinggi, dan pendapatan bulanan yang sudah diatas Upah Minimum Rata-Rata. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mendapat dampak yang positif dari transformasi desa yang terjadi di wilayah studi.
Fulltext View|Download
Keywords: Tipologi Kawasan, Transformasi Desa, Peri-Urban, Kondisi Sosial Ekonomi

Article Metrics:

  1. Berdegué, J. A., Rosada, T., & Bebbington, A. J. (2013). The Rural Transformation. Evolving Concepts of Development through the Experience of Developing Countries, 1–44
  2. Desrainy, L., Soepriadi, I. F., & Hudalah, D. (2010). Karakteristik Wilayah Peri-Urban pada Metropolitan Jabodetabekjur 2010 (Issue 02)
  3. Fahmi, F. Z., & Sari, I. D. (2020). Rural transformation, digitalisation and subjective wellbeing: A case study from Indonesia. Habitat International, 98(April 2019), 102150. https://doi.org/10.1016/j.habitatint.2020.102150
  4. Harahap, F. R. (2013). Dampak Urbanisasi Bagi Perkembangan Kota Di Indonesia. Society, 1(1), 35–45. https://doi.org/10.33019/society.v1i1.40
  5. Hardati, P. (2011). Transformasi Wilayah Peri Urban. Kasus Di Kabupaten Semarang. Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan Dan Profesi Kegeografian, 8(2), 108–117. https://doi.org/10.15294/jg.v8i2.1661
  6. Hidayat, N. (2020). Fenomena Migrasi Dan Urban Bias di Indonesia. Jurnal Geografi, 12(01), 245. https://doi.org/10.24114/jg.v12i01.16236
  7. Karina, T. M. (2017). Karakteristik dan Tipologi Peri-urban Kawasan Perkotaan Bandar Lampung. Institut Teknologi Sumatera, 22112004
  8. Klaesson, J., Johansson, B., & Karlsson, C. (2013). Metropolitan Regions. In M. M. Fischer, G. J. D. Hewings, A. Nagurney, P. Nijkamp, & F. Snickars (Eds.), Advances in Spatial Science (Vol. 72). Springer Science & Business Media. https://doi.org/10.1007/978-3-642-32141-2_16
  9. Kurnianingsih, N. A., & Rudiarto, I. (2014). Analisis Transformasi Wilayah Peri-Urban pada Aspek Fisik dan Sosial Ekonomi (Kecamatan Kartasura). Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 10(3), 265. https://doi.org/10.14710/pwk.v10i3.7784
  10. Li, J., Jia, L., Liu, Y., Yang, Y., & Jiang, N. (2018). Measuring model of rural transformation development path in Fuping County of Beijing-Tianjin-Hebei region. Habitat International, 74(October 2017), 48–56. https://doi.org/10.1016/j.habitatint.2018.03.012
  11. Nilsson, K., Pauleit, S., Bell, S., Aalbers, C., & Nielsen, T. S. (2013). Peri-urban futures: Scenarios and models for land use change in Europe. In Peri-Urban Futures: Scenarios and Models for Land use Change in Europe. https://doi.org/10.1007/978-3-642-30529-0
  12. Noveria, M. (2010). Fenomena Urbanisasi Dan Kebijakan Penyediaan Perumahan Dan Permukiman Di Perkotaan Indonesia. Jurnal Masyarakat Indonesia, 2, 103–124. http://ejournal.lipi.go.id/index.php/jmi/article/view/643
  13. Piorr, A., Ravetz, J., & Tosics, I. (2011). Peri-urbanisation in Europe: Towards a European Policy to sustain Urban-Rural Futures. 144
  14. Pradoto, W., Setiyono, B., & Wahyono, H. (2018). Peri-urbanization and the dynamics of urban-rural linkage: The case of Sukoharjo Regency, Central Java. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 202(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/202/1/012039
  15. Pribadi, D. O., & Pauleit, S. (2015). The dynamics of peri-urban agriculture during rapid urbanization of Jabodetabek Metropolitan Area. Land Use Policy, 48, 13–24. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2015.05.009
  16. Qiu, F., Swallow, B., Jeffrey, S., & Laliberté, L. (2015). Impacts of fragmentation and neighbor influences on farmland conversion: A case study of the Edmonton-Calgary Corridor, Canada. Land Use Policy, 48, 482–494. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2015.06.024
  17. Rosyidi, A. Z., & Aulia, B. U. (2020). Pola Keterkaitan Kota-Desa dari Segi Pergerakan Orang Antara Kota Mojokerto dengan Wilayah Peri Urban di Kabupaten Mojokerto. Jurnal Teknik ITS, 8(2), C96–C101. http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/article/view/48393
  18. Rudiarto, I., Hidayani, R., & Fisher, M. (2020). The bilocal migrant: Economic drivers of mobility across the rural-urban interface in Central Java, Indonesia. Journal of Rural Studies, 74(December 2019), 96–110. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2019.12.009
  19. Rukmana, S. R., & Rudiarto, I. (2016). Land use change in suburban area: a case of Malang City, East Java Province. Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning, 3(1), 23-32
  20. Singh, R. P. . (2011). Changing Rural Landscape in The Peri-Urban Zone of Varanasi and Strategies for Sustainable Planning. IFLA APR CLC International Symposium, 169–184
  21. Statuto, D., Cillis, G., & Picuno, P. (2015). Historical Cartography and Gis Tools for Changes. Symposium “Actual Tasks on Agricultural Engineering,” 441–450
  22. Statuto, D., Cillis, G., & Picuno, P. (2019). GIS-based analysis of temporal evolution of rural landscape: A case study in Southern Italy. Natural Resources Research, 28(1), 61-75
  23. Wang, H., & Qiu, F. (2017). Investigation of the dynamics of agricultural land at the urban fringe: A comparison of two peri-urban areas in Canada. Canadian Geographer, 61(3), 457–470. https://doi.org/10.1111/cag.12389
  24. Yesiana, R. (2014). Typologies of Peri-Urban Klaten-Central Java: A study based on Socio-Economic Perspective. The Indonesian Journal of Planning and Development, 1(1), 57. https://doi.org/10.14710/ijpd.1.1.57-64
  25. Yunus, H. S. (2008). Dinamika Wilayah Peri-Urban: Determinan Masa Depan Kota

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-02-25 18:18:05

No citation recorded.