skip to main content

Winner and Loser: Studi Dampak Kepadatan Wilayah Dalam Penyediaan Perumahan (Studi Kasus Jakarta dan Kalimantan Timur Sebagai Wilayah Ibu Kota Negara)

*Hanafi Kholifatul Iman  -  Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Yohana Puspaningtyas Indrasmoro  -  Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Iwan Kustiwan  -  Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Maya Safira  -  Institut Teknologi Bandung, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Urbanisasi yang terjadi di negara berkembang menyebabkan kepadatan suatu wilayah menjadi lebih tinggi. Hal ini memberikan dampak pada meningkatnya kebutuhan dasar, khusunya perumahan. Penyediaan perumahan menjadi permasalahan dasar, terutama bagi negara dengan pemindahan ibukota, agar masalah di ibukota lama tidak terulang kembali. Studi ini bertujuan mengeksplorasi dan membandingkan dua wilayah dengan mendeskripsikan sesuai konsep “winner” dan “loser” dengan kasus eksisting dan rencana ibukota, yang dikaitkan dengan penyediaan perumahan. Dengan menggunakan pendekatan deduktif dan analisis deskriptif kualitatif dari data sekunder yang didapatkan seperti data jumlah penduduk, daya dukung dan daya tampung, serta kebutuhan perumahan, studi ini menghasilkan wilayah “winner” dan “loser” kondisi yang berbeda dalam konteks penyediaan perumahan yang dilihat dari 3 variabel utama yaitu kepadatan wilayah, backlog perumahan, serta daya dukung dan daya tampung. Hasil analisis menunjukkan Jakarta memiliki kepadatan yang tinggi namun terbatas dalam daya dukung dan daya tampung sehingga angka backlog sebesar 61,20%. Sebaliknya, Kalimantan Timur dengan kepadatan lebih rendah dan daya dukung dan daya tampung surplus, memiliki backlog sebesar 24,18%. 
Fulltext View|Download
Keywords: Winner dan Loser, Kepadatan, Daya Dukung Daya Tampung, Penyediaan Perumahan

Article Metrics:

  1. Akhirul, A., Witra, Y., Umar, I., & Erianjoni, E. (2020). Dampak negatif pertumbuhan penduduk terhadap lingkungan dan upaya mengatasinya. Jurnal Kependudukan Dan Pembangunan Lingkungan, 1(3), 76-84
  2. Aziz, N. L. L. (2020). Relokasi Ibu Kota Negara : Lesson Learned Dari Negara Lain. Jurnal Kajian Wilayah, 10(2), 37. https://doi.org/10.14203/jkw.v10i2.827
  3. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Timur. (2020). Rancangan P-RPJMD Kaltim Tahun 2019-2023
  4. Boshoff, D. G. B., Bertasso, C., & Pillay, D. (2015). The Rent vs Buy Decision of Residential Property. Proceedings of The 3rd Virtual Multidisciplinary Conference, 3, 23–36. https://doi.org/10.18638/quaesti.2015.3.1.244
  5. Dila, D. F., & Zulkifli, Z. (2018). Pengaruh Jumlah Penduduk dan Infratruktur Jalan Terhadap Aglomerasi di Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Pembangunan, 3(4), 751-758
  6. Dinas Lingkungan Hidup. (2022). Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022-2052. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
  7. Eni, S. P. (2015). Upaya-upaya pemerintah daerah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi masalah permukiman kumuh di perkotaan. Scale, 2(2), 243–252
  8. Gumilar, I., Abidin, H. Z., Hutasoit, L. M., Hakim, D. M., Andreas, H., Sidiq, T. P., & Gamal, M. (2012). Pemetaan Karakteristik Penurunan Muka Tanah Berdasarkan Metode Geodetik Serta Dampaknya Terhadap Perluasan Banjir Di Cekungan Bandung. Majalah Ilmiah Globe, 14(1)
  9. Harahap, F. R. (2013). Dampak Urbanisasi Bagi Perkembangan Kota Di Indonesia. Jurnal Society, I(1), 35-45
  10. Jones, P. (2021). Distance and proximity matters: understanding housing transformation through micro-morphology in informal settlements. International Journal of Housing Policy, 21(2), 169–195. https://doi.org/10.1080/19491247.2020.1818052
  11. Katharina, R. (2021). Keberlanjutan Pemindahan Ibu Kota Negara Baru Pada Masa Pandemi. Info Singkat, 13, 25-30
  12. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Buku Materi Teknis Penentuan dan Penetapan Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH) Nasional Sub Bagian Provinsi Kalimantan Timur. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan. Jakarta, Indonesia
  13. Kementerian Pekerjaan Umum. (2011). Atlas: Pengamanan Pantai Jakarta. Kementerian Pekerjaan Umum. Retrieved from https://issuu.com/rujak/docs/jcds_-_atlas_30_sept_2011-_ind/38
  14. Krugman. 1998. Space: The Final Frontier. Journal of Economic Perspectives, 12(2), 161-174
  15. Muliati, M., Hapipah, R., Riski, L., Sulindrina, A., & Aprianti, Y. (2021, October). Analisis Pertumbuhan Ekonomi Daerah Jawa dan Kalimantan Ditinjau dari Kebijakan Fiskal. Forum Ekonomi: Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 23(4), 755-764
  16. Kiyotaki, N., Michaelides, A., Nikolov, K. (2008). Winners and Losers in Housing Markets. Department of Economics, Princeton University, Princeton, NJ 08544. Retrieved from https://www.ecb.europa.eu/events/pdf/conferences/fmms/presentation_michaelides.pdf
  17. Kustiwan, I., & Ladimananda, A. (2016). Pemodelan Dinamika Perkembangan Perkotaan dan Daya Dukung Lahan di Kawasan Cekungan Bandung. Tataloka, 14(2), 98-112
  18. Petrakos, G., Rodríguez-Pose, A., & Rovolis, A. (2005). Growth, integration, and regional disparities in the European Union. Environment and planning A, 37(10), 1837-1855
  19. Ren, F., Zhang, J., & Yang, X. (2023). Study on the Effect of Job Accessibility and Residential Location on Housing Occupancy Rate: A Case Study of Xiamen, China. Land, 12(4), 912. DOI: https://doi.org/10.3390/land12040912
  20. Rizal, M. K. (2022). Kehidupan Masyarakat Pinggiran Sungai Martapura Desa Pekauman. Tugas Mata Kuliah Mahasiswa, 21-29
  21. Saputra, H Y., Syah, N., Dewata, I., Razak, A., Diliarosta, S., Azhar, A., Syafrijon. (2024). Urbanisasi dan Dampaknya terhadap Kualitas Lingkungan: Literature Review. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(12), 920-926
  22. Singh, S., Sharma, G. D., Radulescu, M., Balsalobre-Lorente, D., & Bansal, P. (2024). Do natural resources impact economic growth: An investigation of P5+ 1 countries under sustainable management. Geoscience Frontiers, 15(3), 101595. https://doi.org/10.1016/j.gsf.2023.101595
  23. Sodik, J., & Iskandar, D. (2007). Aglomerasi dan Pertumbuhan Ekonomi: peran karakteristik regional di Indonesia. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan, 8(2), 117-129
  24. Suhaeni, H. (2011). Kepadatan Penduduk dan Hunian Berpengaruh Terhadap Kemampuan Adaptasi Penduduk di Lingkungan Perumahan Padat. Jurnal Permukiman, 6(2), 93–99
  25. UN World Urbanization Prospect. (2018). Urban and rural population projected to 2050, Indonesia, 1700 to 2050. Retrieved from https://population.un.org/wup/ accessed June 2021
  26. Wheaton, W. C., & Shishido, H. (1981). Urban concentration, agglomeration economies, and the level of economic development. Economic development and cultural change, 30(1), 17-30
  27. Wilhelmsson, M. (2024). Impact of Population Shocks on Housing Market Dynamics in Swedish Municipalities 1998-2022. Working Paper 2024:7 Division of Real Estate Economics and Finance, Division of Real Estate Business and Financial Systems, Department of Real Estate and Construction Management, School of Architecture and the Built Environment KTH Royal Institute of Technology
  28. Wijanarko, A. R. L., Rolalisasi, A., & Tohar, I. (2023). Tipologi Permukiman Kumuh Di Kawasan Perkotaan Indonesia Berdasarkan Penanganan: Slums Area. Jurnal Arsitektur Kolaborasi, 3(1), 10-14

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2025-04-03 16:22:28

No citation recorded.