RESPON PERTUMBUHAN BENIH KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis) PADA PERLAKUAN PERBEDAAN SALINITAS MEDIA DAN PEMBERIAN BIOMAS Artemia sp. DEWASA Growth Response of Juvenile Kerapu Bebek (Cromileptes altivelis) at Treatments with Different Salinity and Adult Artemia Biomass

*Luky Mudiarti -  Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Saintek, Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara, Indonesia
Muhammad Zainuddin -  Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Saintek, Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara, Indonesia
Received: 29 Jan 2017; Published: 30 Jan 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 1149 5444
Abstract

 

Pertumbuhan Ikan Kerapu budidaya dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah salinitas dan pakan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pertumbuhan benih Kerapu Bebek pada perlakuan perbedaan salinitas media dan pemberian biomas Artemia sp. dewasa. Materi yang digunakan adalah benih Kerapu Bebek (C. altivelis). Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental laboratoris dengan rancangan acak lengkap berpola faktorial (3x3). Sebagai variabel dependen penelitian pada faktor satu adalah persentase pemberian biomas Artemia sp. (150%, 200%, 250%), sedangkan faktor dua adalah salinitas media (27 ppt, 31 ppt dan 35 ppt). Sehingga terdapat 9 varian percobaan dangan masing-masing 3 ulangan. Sebagai variabel independen adalah panjang (cm) dan berat kerapu (gram). Lama pemeliharaan kerapu 60 hari. Analisis data untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan menggunakan uji-F dengan bantuan program SPSS. Hasil analisis two way anova menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan pemberian biomassa dan salinitas media terhadap panjang kerapu. Perlakuan biomassa memberikan pengaruh signifikan terhadap panjang relatif yaitu 74a, 98b dan 103b. Analisis regresi menunjukkan bahwa terdapat hubungan polinomial yaitu semakin tinggi pemberian Artemia sp. maka panjang relatif semakin meningkat. Analisis two way anova perlakuan salinitas memberikan pengaruh signifikan terhadap panjang relatif yaitu 85a, 98b dan 92b%. Perlakuan pemberian Artemia sp. memberikan pengaruh signifikan terhadap berat relatif yaitu 505a, 834b dan 861b%. Sedangkan perlakuan salinitas media memberikan pengaruh signifikan terhadap panjang relatif yaitu 719a, 764b dan 718a %. Analisis one way anova interaksi perlakuan menunjukkan bahwa perlakuan Artemia sp. 150% pada salinitas 31 ppt memiliki nilai berat relatif terendah yaitu 497a%, sedangkan perlakuan artemia 200% pada salinitas 31 ppt memiliki nilai berat relatif tertinggi yaitu 927d%.

  

Aquaculture grouper is influenced by several factors, such as salinity and feed. The purpose of this study is to assess the growth of humpback grouper seed in the treatment of salinity and biomass Artemia sp.. The material used is the humpback grouper (C. altivelis). The study was conducted with experimental laboratory method with a completely random design patterned factorial (3 x 3). As the dependent variable of research on one factor is the percentage of biomass Artemia sp. (150%, 200%, 250%), while the two factors is a salinity (27 ppt, 31 ppt and 35 ppt). So that there are nine variants with 3 replicates. As the independent variable is the length (cm) and weight of grouper (grams). The grouper culture in 60 days. Data analysis to determine differences treatments using F-test with SPSS. Two way ANOVA analysis results that there is no interaction between treatment of biomass and salinity to the length of grouper. The treatment of biomass has significant impact on the relative lengths namely 74a, 98b and 103b. Regression analysis showed that there is a polynomial relationship the higher biomass of Artemia sp. the relative length increases. Two way ANOVA analysis of salinity treatment a significant effect on the relative lengths namely 85a, 98b and 92b%. Treatment biomass Artemia sp. a significant effect on the relative weight that is 505a, 834b and 861b%. While the salinity treatments significant impact on the relative lengths of which 719a, 764b and 718a %. Analysis of the interaction one way ANOVA showed that the treatment Artemia 150% at salinity 31 ppt has the lowest value relative weight that is 497a%, while the brine treatment 200% at a salinity of 31 ppt has the highest relative weight value 927d%. 
Keywords
Salinitas; Artemia sp; Panjang; Berat; Kerapu

Article Metrics:

  1. Antoro, S., H. A. Sarwono, dan Sudjiharno. 2004. Biologi Kerapu. dalam : Pembenihan Ikan Kerapu, Seri Budidaya Laut (3). Balai Budidaya Laut Lampung. Hlm 4–11.
  2. Ghozali, I. 2005. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang. 159 hlm.
  3. Halver, J.E. 1999. Fish Nutrition. Second Edition. Academic Press, Inc. 798 pp.
  4. Leger, P., E. Naeessens-Foucquaert., and P. Sorgeloos. 1997. Techniques to Manipulate The Fatty Acid Profile in Artemia naupli and The Effects on Its Nutritional Effectiveness for The Marine Crustaceans Mysidopsis bahia. Aquaculture. 3: 411-424.
  5. Purba, T. 2006. Peningkatan Gizi Rotifer Pakan Larva Ikan Kerapu Macan. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 17 (1): 4-6.
  6. Sunyoto, P. Waspada., dan Mustahal. 2005. Peningkatan Gizi Nauplius Artemia Salina untuk Larva Ikan Laut Dengan Pengkayaan Menggunakan Emulsi Lemak. Jurnal Penelitian Budidaya Pantai, 8(3):34-44.
  7. Suriawan,A., A. Haryono., dan S. Wahyuningsih. 2003. Teknik Pembenihan Ikan Kerapu. dalam : Pelatihan Pembenihan Ikan Multi Spesies untuk Pengelola BBIP di BBAP Situbondo, 25 Agustus-20 September dan 25 September-Oktober 2003. Balai Budidaya Air Payau Situbondo. Hlm 1-10.
  8. Yushinta, F., Yusri, K. Soetenis., S. Hasnah. 2003. Karotenoid dan Asam Lemak Omega-3 Larva Kepiting (Scylla serrata) sebagai Nutrisi Tambahan untuk Meningkatkan Sintasan Larva Kepiting Bakau. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hassanuddin. Makasar. 8 hlm.