DETERMINASI FAKTOR PENTING BERDASARKAN AKTIVITAS MASYARAKAT UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN REHABILITASI HUTAN MANGROVE DI PANTAI KARANGSONG, KABUPATEN INDRAMAYU (Determination of Important Factorson Society Activity for The Development of The Mangrove Forests Rehabilitation Area on The Beach of Karangsong, District of Indramayu)

*Halimatus Sa’diyah  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Boedi Hendrarto  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Siti Rudiyanti  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 8 Dec 2017; Published: 8 Dec 2017.
Open Access
Citation Format:
Abstract

 

Hutan mangrove di Pantai Karangsong, Kabupaten Indramayu merupakan salah satu hutan mangrove di Pantai Utara Jawa yang telah direhabilitasi. Kawasan rehabilitasi mangrove telah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai lokasi wisata (ekowisata) dan lokasi mata pencaharian. Agar pengembangan selanjutnya dapat berjalan secara tepat, diperlukan perencanaan berdasarkan faktor-faktor penting yang berkaitan dengan pengelolaan hutan tersebut dalam kategori masyarakat yang berbeda, yaitu masyarakat yang berada dalam kawasan hutan mangrove, pengelola kawasan hutan mangrove dan pelaku perikanan. Tujuan dari penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui faktor penting untuk pengembangan di kawasan rehabilitasi mangrove berdasarkan aktivitas masyarakat. Penelitian ini dilakukan di kawasan rehabilitasi hutan mangrove Pantai Karangsong, Kabupaten Indramayu pada bulan Agustus – September 2016. Metode yang digunakan adalah studi kasus yang bersifat deskriptif. Variabel penelitian terdiri dari kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yaitu pendidikan, umur, pekerjaan dan pendapatan. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuisioner tertutup dan observasi untuk melakukan pengamatan terhadap sumberdaya manusia. Analisis data menggunakan analisis multivariat, yaitu analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penting yang didapatkan untuk kategori masyarakat terdiri dari (1) wisata alam, (2) faktor fungsi dan manfaat, (3) faktor partisipasi masyarakat dalam pengelolaan serta frekuensi pemanfaatan dan faktor (4) pengetahuan. Faktor penting untuk kategori pengelola terdiri dari (1) faktor upaya pengelolaan dan (2) faktor pengaruhnya serta respon masyarakat terhadap pengelolaan. Faktor penting untuk kategori pelaku perikanan terdiri dari (1) faktor pengetahuan, (2) faktor frekuensi pemanfaatan serta fungsi dan (3) faktor perusak ekosistem.

 

 

  

The mangrove forest of Karangsong, Indramayu Regency is one of the mangrove forests on the northern coast of Java that has been rehabilitated. Mangrove rehabilitation area had been utilized by the public as a tourist site (ecotourism) and location of livelihood. In order for future development can be run properly, required planning based on important factors related to the forest management in different communities, i.e., communities that are in the area of mangrove forests, mangrove forest area manager and performer fisheries. The purpose of this research was to know the important factors for development of mangrove rehabilitation area based on the activity of the society. This research was conducted in the mangrove forests rehabilitation area on the beach of Karangsong, District of Indramayu in August – September 2016.This research was a case study. The variables consisted of research social and economic conditions, namely education, ages, employment and income.. Data were collected through interviews using the enclosed questionnaire and observations. Data analysis using multivariate analysis of factors. The results showed that the important factors obtained for category community consisted of (1) nature tourism factors, (2) the factors of function and benefits, (3) the factors of community participation in management as well as the frequency of utilization and (4) factors of knowledge. An important factor for the category manager consisted of (1) factors and management efforts (2) factors influence as well as the response of the community towards the management. An important factor for the category of perpetrators of fisheries consisted of (1) the factors of knowledge, (2) the frequency utilization factor as well as the functions and (3) factors of damaging the ecosystem. 

 

Keywords: Mangrove; Aktivitas Masyarakat; Pengembangan Rehabilitasi; Pantai Karangsong

Article Metrics:

  1. Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta, Jakarta
  2. Gay, L.R dan P.L. Diehl. 1992. Research Methods for Business and Management. MacMillan Publishing Company, New York
  3. Hair, J.F., R.E. Anderson, R.L. Tatham and W.C. Black. 1998. Multivariate Data Analysis (fifth edition). Prentice Hall International, INC, New Jersey
  4. Kustanti, A., B. Nugroho., D. Durusman dan C. Kusmana. 2012. Integrated Management of Mangroves Ecosystem in Lampung Mangrove Center (LMC) East Lampung Regency, Indonesia. Journal of Coastal Development., 15(2):209-216
  5. Maro, J.F. 2016. Algoritma Karbon Biomassa Mangrove Berdasarkan Citra Satelit Alos_Avnir_2 di Kelurahan Welai Timur dan Kelurahan Welai Barat Kabupaten Alor. [Tesis]. Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Semarang
  6. Mulyadi, Edi., O. Hendriyanto dan N. Fitriani. 2010. Konservasi Hutan Mangrove sebagai Ekowisata. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan., 1: 51–57
  7. Novianty, R., S. Sukajaya dan D. J. Prihadi. 2011. Identifikasi Kerusakan dan Upaya Rehabilitasi Ekosistem Mangrove di Pantai Utara Kabupaten Subang. Jurnal Akuatika., 2(2):1-9
  8. Peraturan Desa Nomor 02 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Daerah Perlindungan Mangrove Desa Karangsong
  9. Pratama, R.R. 2014. Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pendapatan dan Pengetahuan terhadap Partisipasi Nelayan dalam Pelestarian Mangrove di Pantai Timur Surabaya. Universitas Negeri Surabaya. 57-68
  10. Prayudha, E.D., B. Sulardiono dan B. Hendrarto. 2014. Strategi Kelompok Pantai Lestari dalam Pengembangan Kegiatan Rehabilitasi Mangrove di Desa Karangsong Kabupaten Indramayu. Diponegoro Journal of Maquares., 3(3): 80-87
  11. Purnamasari, R., D. Suprapto dan F. Purwanti. 2015. Pengembangan Ekowisata Mangrove Desa Karangsong, Kabupaten Indramayu. Diponegoro Journal of Maquares., 4(4): 146-154
  12. Santoso, S. 2004. Buku Latihan SPSS Statistik Multivariat. PT. Elex Media Komputindo, Jakarta
  13. Savitri, L.A. dan M. Khazali. 1999. Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir, Pengalaman Pelaksanaan Pengembangan Tambak Ramah Lingkungan dan Rehabilitasi Mangrove di Indramayu. Wetlands International Indonesia Programme. Bogor
  14. Setyawan, E. 2015. Strategi Pengelolaan Ekowisata Hutan Mangrove Berdasarkan Kesesuaian dan Daya Dukung Kawasan di Desa Pasarbanggi Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah. [Tesis]. Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Semarang
  15. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan Research dan Development. Bandung Alfabeta, Bandung
  16. -------. 2012. Metode Penelitian Bisnis. Bandung Alfabeta, Bandung
  17. Suyono. 2015. Strategi Penanganan Kerusakan Mangrove di Wilayah Pantai Kabupaten Brebes Propinsi Jawa Tengah. [Disertasi]. Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Semarang

Last update: 2021-03-04 17:10:55

No citation recorded.

Last update: 2021-03-04 17:10:57

No citation recorded.