skip to main content

EVALUASI STATUS CEMARAN DAN STATUS TROFIK MUARA SUNGAI JELITIK TERKAIT KEBERADAAN KAWASAN INDUSTRI JELITIK (Evaluation of Jelitik Estuary Status Related to The Existence of Jelitik Industrial Area)

Fika Dewi Pratiwi  -  Universitas Bangka Belitung, Indonesia
*Mohammad Agung Nugraha  -  Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung, Indonesia
Guskarnali Guskarnali  -  Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Wilayah Jelitik merupakan kawasan industri berdasarkan Peraturan Daerah, Kabupaten Bangka Nomer 3 Tahun 2005. Penyempitan alur sungai maupun muara sungai Jelitik akibat sedimentasi merupakan salah satu dampak yang kini dirasakan oleh masyarakat karena adanya aktivitas antropogenik di  hulu, aktivitas industri maupun aktivitas tambang timah di wilayah tersebut. Potensi peningkatan kesuburan perairan maupun peningkatan pencemaran muara sungai dapat berasal dari point source seperti industri atau non point source dari kawasan industri Jelitik. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah menganalisis status trofik muara sungai Jelitik berdasarkan trophic state index (TSI) dan menganalisis status cemaran berdasarkan metode storet dan CCME WQI. Enam lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling, sedangkan pengukuran parameter fisika, kimia dan biologi dilakukan pada bulan April dan Agustus tahun 2021. Berdasarkan index storet, enam lokasi di wilayah muara sungai Jelitik tersebut berstatus masih baik/tercemar ringan, sedangkan berdasarkan CCME WQI dapat dikategorikan baik sampai dengan cukup baik. Lokasi penelitian dapat dikategorikan sebagai perairan yang bersifat oligotrofik berdasarkan analisis TSI. Potensi degradasi kualitas maupun kuantitas wilayah muara sungai Jelitik memerlukan upaya pengelolaan terintegrasi dan strategi yang efektif dan efisien dalam mengatasi permasalahan yang ada.

 

Jelitik is located in Bangka regency and it categorized as an industrial area based on Regional Regulation, Bangka Regency Number 3 in 2005. The  Jelitik river channel and estuary received high sediment input and it become shallower due to anthropogenic activities in upstream, industrial activities and tin mining activities around the area. The potential for nutrient enrichment and increasing river estuary pollution can come from point sources such as industry or non-point sources from the Jelitik industrial area. Based on these problems, the purpose of this study was to analyze the trophic state of the Jelitik river estuary based on the trophic state index (TSI) and analyze the contamination status based on the Storet index method and CCME WQI. Six locations were determined by purposive sampling, while physical, chemical and biological parameters were analyzed in April and August 2021. Based on the location index, the six locations in the Jelitik river estuary area were still good/lightly polluted, while based on the CCME WQI, it was classified as good to fair. The research location can be categorized as oligotrophic based on TSI. The potential of quality and quantity degradation of the Jelitik estuary area requires an integrated effort and an effective and efficient strategy in overcoming the existing problems.

Fulltext View|Download
Keywords: dampak; estuaria; industri; polusi; status trofik
Funding: LPPM UBB

Article Metrics:

  1. Anisafitri J, Khairuddin, Rasmi D.A.C. (2020). Analisis Total Bakteri Coliform Sebagai Indikator Pencemaran Air Pada Sungai Unus Lombok. J. Pijar MIPA. 15(3), 266-272. DOI: 10.29303/jpm.v15i3.1622
  2. Bilgin, A.( 2018). Evaluation of surface water quality by using Canadian Council of Ministers of the Environment Water Quality Index (CCME WQI) method and discriminant analysis method: a case study Coruh River Basin. Environ Monit Assess. 190(9), 554
  3. BSN (Badan Standarisasi Nasional). (1996). SNI 06-4158-1996. Metode pengujian jumlah total bakteri golongan koli dalam air dengan tabung fermentasi.Jakarta
  4. BSN (Badan Standarisasi Nasional).(2005). SNI 6989.31-2005. Cara Uji Kadar Fosfat dengan Spektophotometer Secara Asam Askorbat.Jakarta
  5. BSN (Badan Standarisasi Nasional).(2005). SNI 6989.23-2005. Cara Uji Suhu dengan Termometer. Jakarta
  6. BSN (Badan Standardisasi Nasional). (2019). Cara Uji Derajat Keasaman (pH).SNI 6989.11:2019
  7. Carlson R.E. (1977). A Trophic State Index for Lakes. Limnology and Oceanography. 22(2), 361-369. https://doi.org/10.4319/lo.1977.22.2.0361
  8. Chale, F.M.M. (2004). Inorganic nutrient concentrations and chlorophyll in the euphotic zone of Lake Tanganyika. Hydrobiologia. 523, 189–197
  9. Dürr HH, Laruelle GG, Van Kempen CM, Slomp CP, Meybeck M, Middelkoop H (2011) Worldwide typology of nearshore coastal systems:defining the estuarine filter of river inputs to the oceans. Estuaries Coasts 34: 441−458
  10. Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air: Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius, Yogyakarta
  11. Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2014). Peraturan Daerah Kepulauan Bangka Belitung Nomer 2 Tahun 2014. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2014-2034
  12. Hasibuan I.F, Hariyadi S., Adiwilaga E.M.(2017). Status Kualitas Air dan Kesuburan Perairan Waduk PLTA Koto Panjang, Provinsi Riau. 22 (3), 147-155. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI).DOI: 10.18343/jipi.22.3.147
  13. Jarosiewicz A, Ficek D, Zapadka T. (2011). Eutrophication parameters and Carlson-type trophic state indices in selected Pomeranian lakes.Limnological Review.11(1), 15-23
  14. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup. (2003). Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomer 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air
  15. Ndungu J, Augustijn D.C.M, Hulscher S.J.M.H, Kitaka N, Mathooko, J.(2013). Spatio-temporal variations in the trophic status of Lake Naivasha, Kenya.Lakes Reserv.Res. Manage 18, 317-328
  16. Okech, E.O, Kitaka, N, Oduor, S.O, Verschuren D.(2018). Trophic state and nutrient limitation in Lake Baringo,Kenya. Afr.J.Aquatic Sci., 43(2), 169-173
  17. Peraturan Daerah Kabupaten Bangka.(2005). Nomer 3 Tahun 2005 tentang Kawasan Industri Jelitik Sungailiat
  18. Rahmawati, I. Ign. Boedi H. P dan Pujiono W.P. (2014). Fluktuasi Bahan Organik dan Sebaran Nutrien serta Kelimpahan Fitoplankton dan Klorofil-a di Muara Sungai Sayung Demak. Jurnal Diponegoro of Maquares, 3(1), 27-36
  19. Rice E.W., Baird R.B., Eaton A.D., Clesceri L.S.. (2012). Standart Method for The Examination of Water and Wastewater. 22th edition. American Public Health Association. Washington
  20. Ridho M.R, Patriono E, Mulyani YS.(2020). Hubungan Kelimpahan Fitoplakton, Konsentrasi Klorofil-a dan Kualitas Perairan Pesisir Sungsang, Sumatera Selatan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis.12(1):1-8. DOI: http://doi.org/10.29244/jitkt.v12i1.25745
  21. Romdania, Y., Herison A., Susilo G.E., Novilyansa E. (2018). Kajian penggunaan metode IP, Storet dan CCME WQI dalam menentukan status kualitas air. Jurnal SPATIAL Wahana Komunikasi dan Informasi Geografis. 18(1), 1-13
  22. Sabri F. (2017). Kajian Erosi dan Sedimentasi Akibat Perubahan Tataguna Lahan Daerah Aliran Sungai (Studikasus DAS Betungsub DAS Pebari-Jelitik Kabupaten Bangka). Prosiding Seminar Nasional Pengeloaan Daerah Aliran Sungai Secara Terpadu 27 November 2017. Pekanbaru Riau
  23. Suprapto, D., Purnomo, W.P., Sulardiono B. 2014. Analisis Kesuburan Perairan Berdasarkan Hubungan Fisika Kimia Sedimen Dasar dengan NO3-N dan PO4-P di Muara Sungai Tuntang Demak. Jurnal Saintek Perikanan. 10 (1), 56-61
  24. Supriadi, I.H (2001). Dinamika Estuaria Tropik. Oseana. 26(4), 1-11
  25. Wibowo, M, Rachman R.A.(2020). Kajian Kualitas Perairan Laut Sekitar Muara Sungai Jelitik Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka. Jurnal Presipitasi. 17 (1): 29-37. e-ISSN : 2550-0023
  26. Widyaningsih W, Supriharyono, Widyorini.(2016). Analisis Total Bakteri Coliform Di Perairan Muara Kali Wiso Jepara. Diponegoro Journal of Maquares. 5(3), 157-164
  27. Wiguna, E, Wibowo M, Rachman R.A, Aziz H., Nugroho S.(2020). Kondisi Hidrooseanografi Muara Sungai Jelitik, Sungailiat, Bangka Provinsi Bangka Belitung. Buletin Oseanografi Marina. 9(1):9–18.PISSN : 2089-3507 EISSN : 2550-0015

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-07-13 08:20:29

No citation recorded.