UJI COBA BUDIDAYA NILA LARASATI DI KARAMBA JARING APUNG DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA (Test of Tilapia Culture in Net Cage with Different Stocking Density)

*Sri Rejeki  -  Program Studi Budidaya Perairan, Indonesia
Sri Hastuti  -  Program Studi Budidaya Perairan, Indonesia
Tita Elfitasari  -  Program Studi Budidaya Perairan, Indonesia
Published: 25 Aug 2013.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Pembesaran ikan nila secara komersial menggunakan jaring apung masih sedikit, sedangkan potensi kegiatan budidaya di perairan tawar umum peluangnya masih besar. Tingkat permintaan konsumen ikan nila cenderung mengalami kenaikan setiap tahun seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Wadah pemeliharaan di karamba jaring apung dapat memelihara ikan dengan kepadatan yang tinggi untuk meningkatkan produksi ikan. Karamba jaring apung juga memiliki kualitas air yang stabil sehingga produksi dapat lebih tinggi. Informasi teknis pembesaran ikan nila pada padat tebar yang tepat di karamba jaring apung diperlukan sehingga produksi ikan dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan serta untuk mengetahui kepadatan ikan nila yang memberikan kelulus hidupan dan pertumbuhan terbaik. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan mengunakan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Adapun perlakuan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: perlakuan A: Benih ikan Nila dengan padat tebar 67 ekor m-3; perlakuan B: padat tebar 130 ekor m-3 dan perlakuan C: padat tebar 173 ekor m-3. Ikan nila larasati yang dibudidayakan di karamba jaring apung (KJA) dengan padat penebaran 67; 130 dan 173 ekor m-3 menghasilkan bobot, panjang dan pertumbuhan bobot, pertumbuhan panjang, kelangsungan hidup serta konsumsi dan konversi pakan yang berbeda. Hingga kepadatan ikan 130 ekor m-3 nilai variabel biologis tersebut diatas masih baik dan  nilainya mulai terganggu jika kepadatan tebar ikan mencapai 173 ekor m-3. Kualitas air masih dalam kisaran layak.

Kata kunci : Nila Larasati, Karamba Jaring Apung (KJA)

 

Commercial Tilapia grow-out by using net cage is limited, while there is still a huge potential to culture freshwater fish. The demand of Tilapia is rising each year following the growth of  world population. Tilapia culture in net cage can hold a higher density. It also has a more stable water quality to enhance production. Information on the optimum density of Tilapia culture in net cage is needed to obtain maximum fish production. This research aims to identify the influence of different density towards the growth and survival rate of Tilapia in net cage and also to identify the density that gives the optimum survival rate and growth. Research method used in this research was experimental design with 3 treatments and 3 replication.. The treatments are: treatment A; Tilapia seed with density of 67 fish seed m-3; treatment B: density of 130 fish seed m-3and treatment C: 173 fish seed m-3 Result shows that Tilapia culture with different density influence growth and survival rate. Until density of 130 m-3, biological variable is in an acceptable range but begin to show a decrease at density of 173 m-3. Water quality is still in normal range.

Key words: Tilapia, net cage

Article Metrics:

Last update: 2021-02-26 07:23:46

No citation recorded.

Last update: 2021-02-26 07:23:47

No citation recorded.