Elektrodestruksi Zat Warna Remazol Black B dalam Limbah Artifisial dengan Elektroda Timbal Dioksida

*Wahyu Adi Kristanto  -  Jurusan Kimia FMIPA Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Didik Setiyo Widodo  -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Indonesia
Gunawan Gunawan  -  Jurusan Kimia FMIPA Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 7 Jan 2015; Published: 7 Jan 2015.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 1144 1454
Abstract

Penelitian tentang destruksi larutan zat warna—remazol black B—dalam upaya penghilangan warna larutan limbah dengan metode elektrolisis menggunakan anoda timbal dioksida telah dilakukan. Remazol black B merupakan pewarna batik dan tekstil yang banyak digunakan pada proses perwarnaan. Pada proses produksi, zat warna ini terbuang ke lingkungan dan mencemari perairan, sehingga diperlukan  upaya untuk memperbaiki lingkungan perairan. Pendekatan elektrokimia merupakan metode alternatif bagi upaya pemecahan masalah lingkungan yang tercemar zat warna seperti remazol blak B. Bahan elektroda merupakan faktor penting pada keberhasilan proses. Pemilihan timbal dioksida (dari aki) sebagai elektroda dilakukan dengan mempertimbangkan sifat bahan ini dalam sistem eletrolisis, stabil (inert) dan diharapkan memiliki efek katalisis dalam proses destruksi sehingga mengahsilkan sinergi pada upaya remediasi perairan tercemar dengan pendekatan elektrokimia. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan larutan tak berwarna setelah perlakuan destruksi elektrokimiawi sampel yang mengandung remazol black B menggunakan elektroda PbO2. Metode ini dilakukan dengan mengelektrolisis larutan remazol black B sebanyak 50 mL dengan potensial 5,5 V selama 120 menit. Setelah elektrolisis larutan sampel dianalisis dengan spektrometri UV-Visibel. Untuk memperoleh data awal, elektrolisis dilakukan terhadap larutan sampel dengan variasi potensial aplikasi dan variasi waktu elektrolisis hingga 120 menit. Pada variasi waktu tersebut, dilakukan pencatatan arus yang mengalir dan pengujian tingkat pengurangan kepekatan zat warna dengan metode Spektrometri UV-Visibel. Sebagai pembanding dan untuk memperoleh daerah kerja dilakukan juga elektrolisis terhadap sistem pelarut. Data penelitian menunjukkan bahwa elektrolisis dengan penggunaan PbO2 sebagai anoda pada elektrodestruksi larutan remazol black B telah berhasil menurunkan intensitas zat warna tersebut hingga 99,69 %. Penurunan intensitas ini menunjukkan bahwa elektrodestruksi larutan zat warna remazol black B telah berlangsung. Perubahan intensitas warna ini disebabkan oleh proses destruksi oksidatif (elektrodestruksi) remazol black  B menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana, sehingga larutan menjadi tidak berwarna..

 

Keywords: elektrolisis, elektrodestruksi, remazol black B, elektroda PbO2, spektrometri UV-Visibel

Article Metrics: