Identifikasi Jenis dan Karakteristik Lempung di Perbukitan Jiwo, Bayat, Klaten dan Arahannya sebagai Bahan Galian Industri

DOI: https://doi.org/10.14710/teknik.v38i2.12942

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Telah diserahkan: 03-01-2017
Diterbitkan: 30-12-2017
Bagian: FULL ARTICLE
Fulltext PDF Tell your colleagues Kirim email ke penulis

Perbukitan Jiwo di Bayat, Klaten, merupakan suatu inlier dari batuan Pra-Tersier dan Tersier di sekitar endapan Kuarter. Perbukitan Jiwo tersebut mempunyai kondisi geologi yang kompleks. Salah satu batuan yang menyusun Kompleks Perbukitan Jiwo adalah batuan metamorf   berupa sekis dan filit. Batuan metamorf  tersebut  telah  mengalami  pelapukan  yang  intensif,  ditandai  dengan  hadirnya  soil  yang berwarna merah. Hasil pelapukan batuan metamorf tersebut berupa lempung yang telah dimanfaatkan oleh  penduduk sekitar sebagai bahan pembuatan gerabah.  Tujuan dari penelitian ini  adalah untuk mengidentifikasi jenis mineral lempung di Perbukitan Jiwo dan juga karakteristik fisik dan kimia dari mineral lempung tersebut untuk melihat potensi lempung untuk bidang industri. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode analisis XRD untuk mengetahui karakteristik mineralogi lempung, analisis XRF untuk mengetahui kandungan kimia lempung dan metode analisis fisik untuk mengetahui karakteristik fisik dan megaskopis lempung. Berdasarkan hasil analisis, jenis mineral lempung yang dijumpai adalah  kaolinit, smektit  dan  serisit.  Lempung tersebut dapat  dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan gerabah. Lempung tersebut tidak dapat digunakan dalam industri lain seperti farmasi, kosmetik dan kertas karena tidak memenuhi persyaratan kadar kimia

Kata Kunci

Perbukitan Jiwo; Bayat; Mineral Lempung; XRD; XRF; Manfaat Lempung

  1. Tri Winarno 
    Departemen Teknik Geologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
  2. Anis Kurniasih 
    Departemen Teknik Geologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
  3. Jenian Marin 
    Departemen Teknik Geologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
  4. Ari Istiqomah Kusuma 
    Departemen Teknik Geologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
  1. Carretero, M.I., Pozo, M. (2009). Clay and non-clay Minerals in the Pharmaceutical and Cosmetic Industry Part II Active Ingredients. Applied Clay Science, 47, 171-181.
  2. Ciulli, P.A. (1996) Industrial Minerals and Their Uses, A Handbook & Formulary. New Jersey: Noyes Publications.
  3. Hastuti, I. (2009). Perkembangan Usaha Industri Kerajinan Gerabah, Faktor yang Mempengaruhi dan Strategi Pemberdayaan pada Masyarakat di Desa Melikan Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten. Thesis. Surakarta: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret.
  4. Lopez-Galindo, A., Viseras, C., Cerezo, P. (2006). Compositional, Technical and Safety Specifications of Clays to be used as Pharmaceutical and cosmetic products. Applied Science, 36, 51-6
  5. Rollinson, H. (1993) Using Geochemical Data : Evaluation, Presentation, Interpretation. United Kingdom: Longman Group.
  6. Smoot, T.W. (1961) Clay Minerals in The Ceramic Industries. Clays and Clay Minerals, 10(1), 309-317.
  7. Suhala, S. dan Arifin, M. (1997). Bahan Galian Industri. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral