RESETTING KOORDINASI OCR GFR PADA PENYULANG PWI 09 AKIBAT PEMBANGUNAN PENYULANG BARU PWI 11

*Bambang winardi -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Indonesia
Denis Denis -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Indonesia
Nanang Bagus P -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Indonesia
Diterbitkan: 1 Jul 2017.
Akses Terbuka Copyright (c) 2017 TRANSMISI

Citation Format:
Article Info
Bagian: Artikel Jurnal
Bahasa: ID
Teks Lengkap:
Statistik: 206 314
Sari
Recloser adalah rangkaian listrik yang terdiri dari pemutus tenaga yang dilengkapi kotak kontrol elektonik (Electronic Control Box).   Recloser   bekerja   dengan   menutup balik dan membuka secara otomatis yang dapat diatur selang waktunya. Recloser dilengkapi dengan Over Current Relay (OCR) dan Ground Fault Relay (GFR). Over   Current   Relay   (OCR)   adalah suatu relai yang bekerjanya berdasarkan adanya kenaikan arus yang melebihi suatu nilai pengaman tertentu dalam jangka waktu tertentu, sehingga relai ini dapat dipakai sebagai pola pengaman arus lebih. Ground Fault Relay (GFR) adalah suatu relai yang bekerja berdasarkan adanya hubung singkat fasa ke tanah. Konfigurasi jaringan PWI 09 berubah akibat  pembangunan  Penyulang  baru  PWI 11. Konfigurasi jaringan yang berubah impedansi jaringan juga akan berubah. Hal ini berpengaruh pada selektivitas peralatan proteksi. Sehingga peralatan proteksi perlu dilakukan koordinasi ulang atau resetting.
Kata Kunci
Recloser; OCR; GFR; Coordination

Article Metrics:

  1. . Anonim. (2008). Koordinasi Proteksi Sistem Distribusi. Semarang : Pusdiklat PT. PLN (Persero) Kadarisman, Pribadi dan Wahyudi Sarimun. (2002). Koordinasi OCR GFR pada Jaringan Distribusi. Jakarta : PT.PLN (Persero) Jasa Pendidikan Dan Pelatihan Sarimun
  2. . Kadir, Abdul. (1989). Transformator. Jakarta : Gramedia. Kelompok Kerja Standar Konstruksi Jaringan Distribusi Tenaga Listrik dan Pusat Penelitian Sains dan Teknologi Universitas Indonesia. (2010). Buku 1 Kriteria Desain Enjineering Konstruksi Jaringan Distribusi Tenaga Listrik. Jakarta Selatan : PT. PLN (Persero)
  3. . Sarimun, Wahyudi. (2012). Proteksi Sistem Distribusi Tenaga Listrik. Jakarta : Garamond.
  4. . Tobing, Bonggas.L. (2003). Peralatan Tegangan Tinggi. Jakarta : Gramedia.
  5. . Anonim. (2010). Recloser dan Cara Kerja. http://planet- electric.blogspot.com/2010/11/recloser -dan-cara-kerja.html. Di, Ichsan. (2010). Transformator Tenaga (Power Transformator). http://ichsandi.blogspot.com/2010/04/t ransformatortenaga.html.
  6. . MS, Bambang. (2014). Trafo Instrumentasi Tegangan Menengah (Medium Voltage InstrumentationTransformator.http://belajarwebmatrix.wordpress.com/2014/06/18/trafo-instrumentasi- tegangan-menengah/.
  7. . Ridwan, Muhammad. (2011). Penutup Balik Otomatis (Automatic Circuit Recloser). 011/12/penutup-balik-otomatis-pbo- automatic.html.
  8. . Darmanto, Nugroho Agus dan Susatyo Handoko. (2006). Analisa Koordinasi OCR–Recloser Penyulang Kaliwungu 03. Skripsi (tidak diterbitkan). Semarang : Universitas Diponegoro.
  9. . Suitella, Dominggus Yosua dan Agung Warsito. (2010). Koordinasi Sistem Pengaman pada Jaringan Tegangan Menengah 20 kV di PT. PLN (PERSERO) Area Pelayanan Jaringan Semarang. Skripsi (tidak diterbitkan). Semarang : Universitas Diponegoro.