skip to main content

PERENCANAAN JARINGAN THIRD GENERATION (3G) UNIVERSAL MOBILE TELECOMMUNICATION SYSTEM (UMTS) DI JAKARTA PUSAT

*Bramono Hanindito  -  Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia
Sukiswo Sukiswo  -  Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia
Ajub Ajulian Zahra  -  Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia
Diterbitkan: 16 Des 2013.

Citation Format:
Sari

Abstrak

 

3G singkatan dari (Third Generation) merupakan sebuah standar yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU) yang diaplikasikan pada jaringan telepon seluler. Melalui 3G, pengguna telepon selular dapat memiliki akses cepat ke internet dengan bandwidth sampai 384 kbps. Untuk mendukung tersedianya layanan 3G, diperlukan perencanaan jaringan yang matang agar dapat memberikan wilayah cakupan yang baik untuk setiap pengguna 3G. Pada penelitian ini dilakukan perencanaan jaringan 3G UMTS di area Jakarta Pusat, dimana area tersebut didominasi oleh area padat penduduk serta perkantoran yang banyak terdapat gedung tinggi. Perencanaan dilakukan menggunakan bahasa pemrograman matlab dengan beberapa parameter masukan antara lain data kependudukan, nilai data rate pada jam sibuk, nilai link budget, serta diperlukan pemetaan awal untuk menentukan daerah padat penduduk dan daerah  pekantoran. Model propagasi menggunakan COST 231 Walfisch-Ikegami dimana merupakan model propagasi yang paling cocok untuk daerah perkotaan serta sesuai untuk menganalisis frekuensi kerja jaringan 3G.Hasil akhir dari pehitungan yang dilakukan merupakan luas wilayah cakupan. Pada daerah perkantoran didapatkan radius sel wilayah cakupan mencapai 1,02km, sedangkan pada daerah perumahan mencapai 0,68km. Dilakukan juga pemetaan sel untuk penempatan node-B.

Kata kunci: 3G, UMTS, COST 231 Walfisch-Ikegami, Link budget

 

 

Abstract

Stands 3G (Third Generation) is a standard defined by the International Telecommunication Union (ITU) which is applied to the cellular phone network. Through 3G, mobile phone users can have quick access to the internet with a bandwidth up to 384 kbps. To promote the availability of 3G services, required careful planning of the network in order to provide a good coverage area for each 3G user. In this final project was planning UMTS 3G networks in Central Jakarta area, where the area is dominated by densely populated area and there are many office buildings. Planning is done using matlab programming language with several input parameters such as demographic data, the value of the data rate during peak hours, the value of the link budget, as well as the initial mapping is needed to determine the densely populated areas and regions pekantoran. Propagation model using the COST 231 Walfisch-Ikegami propagation model which is most suitable for urban areas as well as appropriate to analyze the working frequency 3G network The end result is conducted an extensive area of ​​coverage. In the office area obtained cell radius coverage area reaches 1.02 km, while the residential areas reached 0.68 miles. Well done to the placement cell mapping node-B.

Keywords: 3G, UMTS, COST 231 Walfisch-Ikegami, Link budget
Fulltext View|Download

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.