BibTex Citation Data :
@article{Transmisi74289, author = {Fakhri Azhari dan Muhammad Daud dan Habib Yusdartono dan Muchlis Muthalib dan Badriana Badriana}, title = {PROTOTIPE ALAT MONITORING DAN PENDINGINAN PADA PANEL SURYA DENGAN INTERNET OF THINGS}, journal = {Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro}, volume = {28}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Energi terbarukan; panel surya; sistem pendingin; internet of things; efisiensi energi; suhu panel}, abstract = { Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar karena letaknya di garis khatulistiwa dengan intensitas matahari tinggi sepanjang tahun. Namun, suhu berlebih pada panel surya akibat radiasi matahari dapat menurunkan efisiensi dan mempercepat degradasi sistem photovoltaic. Penelitian ini mengembangkan prototipe sistem pendingin panel surya berbasis internet of things (IoT) untuk menjaga suhu panel tetap optimal. Prototipe dirancang dengan sensor suhu, mikrokontroler, modul peltier, dan kipas, yang terintegrasi dalam sistem pemantauan suhu otomatis dan dapat dikendalikan secara jarak jauh. Pengujian dilakukan selama tujuh hari berturut-turut dengan pengambilan data suhu dan daya keluaran panel, baik saat sistem pendingin aktif maupun tidak aktif. Hasil penelitian menunjukkan penurunan suhu panel hingga 39,5°C dan peningkatan daya hingga 3,35 watt pada kondisi sangat cerah. Sistem ini terbukti efektif dalam menjaga kestabilan suhu dan meningkatkan daya output panel surya secara signifikan. Kesimpulannya, penerapan sistem pendinginan berbasis IoT dapat meningkatkan efisiensi energi dan memperpanjang umur pakai panel surya, serta menjadi solusi aplikatif bagi pemanfaatan energi terbarukan secara optimal di wilayah tropis. }, issn = {2407-6422}, doi = {10.14710/transmisi.28.2.%p}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/transmisi/article/view/74289} }
Refworks Citation Data :
Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar karena letaknya di garis khatulistiwa dengan intensitas matahari tinggi sepanjang tahun. Namun, suhu berlebih pada panel surya akibat radiasi matahari dapat menurunkan efisiensi dan mempercepat degradasi sistem photovoltaic. Penelitian ini mengembangkan prototipe sistem pendingin panel surya berbasis internet of things (IoT) untuk menjaga suhu panel tetap optimal. Prototipe dirancang dengan sensor suhu, mikrokontroler, modul peltier, dan kipas, yang terintegrasi dalam sistem pemantauan suhu otomatis dan dapat dikendalikan secara jarak jauh. Pengujian dilakukan selama tujuh hari berturut-turut dengan pengambilan data suhu dan daya keluaran panel, baik saat sistem pendingin aktif maupun tidak aktif. Hasil penelitian menunjukkan penurunan suhu panel hingga 39,5°C dan peningkatan daya hingga 3,35 watt pada kondisi sangat cerah. Sistem ini terbukti efektif dalam menjaga kestabilan suhu dan meningkatkan daya output panel surya secara signifikan. Kesimpulannya, penerapan sistem pendinginan berbasis IoT dapat meningkatkan efisiensi energi dan memperpanjang umur pakai panel surya, serta menjadi solusi aplikatif bagi pemanfaatan energi terbarukan secara optimal di wilayah tropis.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-02-25 20:14:46
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro dan Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro dan Editor berusaha keras untuk memastikan bahwa tidak ada data, pendapat, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan dipublikasikan di jurnal. Dengan cara apa pun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan dalam Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro adalah tanggung jawab tunggal dan eksklusif masing-masing penulis dan pengiklan.
Formulir Transfer Hak Cipta dapat diunduh di sini: [Formulir Transfer Hak Cipta Transmisi]. Formulir hak cipta harus ditandatangani dan dikirim ke Editor dalam bentuk surat asli, dokumen pindaian atau faks:
Dr. Darjat (Ketua Editor)Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, IndonesiaJl. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang 50275 IndonesiaTelepon/Facs: 62-24-7460057Email: transmisi@elektro.undip.ac.id