skip to main content

ANALISIS TEKNO-EKONOMI PENGGUNAAN FUSE RAIL SIZE 2 PADA PHB-TR SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN RUGI-RUGI ENERGI DISTRIBUSI

*Puput Tri Wijayanto  -  Program Studi Magister Teknik Elektro, Institut Teknologi PLN, Jakarta, Indonesia
Dhany Harmeidy Barus  -  Program Studi Magister Teknik Elektro, Institut Teknologi PLN, Jakarta, Indonesia
Ade Gumilar  -  Program Studi Magister Teknik Elektro, Institut Teknologi PLN, Jakarta, Indonesia
Dikirim: 10 Jul 2025; Diterbitkan: 25 Peb 2026.
Akses Terbuka Copyright (c) 2026 Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Sari

Rugi-rugi energi distribusi terdiri dari rugi-rugi teknis dan non-teknis. Upaya yang telah dilakukan untuk menurunkan rugi-rugi teknis adalah rekonduktoring, rekonfigurasi jaringan dan penggunaan transformator dengan inti amorphous. Selain mengoptimalkan upaya yang telah ada tersebut, penggunaan fuse rail size 2 pada PHB-TR dirasa akan menjadi salah satu solusi alternatif. Analisis tekno-ekonomi dilakukan untuk membuktikan penggunaan fuse rail size 2 layak diaplikasikan dibanding tetap menggunakan fuse rail size 1. Analisis teknis dilakukan dengan melakukan pengujian tahanan kontak, disipasi daya dan kenaikan suhu. Sedangkan analisis ekonomi dilakukan dengan menghitung kapitalisasi biaya menggunakan metode total cost of ownership dan perhitungan parameter kelayakan investasi NPV, IRR, DPBP dan B/C. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa penggunaan fuse rail size 2 akan menurunkan nilai tahanan kontak, disipasi daya dan kenaikan suhu. Dalam satu tahun, terjadi potensi  penurunan nilai rugi-rugi energi sebesar 4.024,5 MWh, emisi karbon  sebesar 3.223,6 ton CO2e dan biaya produksi energi listrik sebesar Rp6.435.104.913. Sedangkan dari hasil analisis ekonomi diketahui bahwa penggunaan PHB-TR dengan fuse rail size 2 layak diaplikasikan ketika beban tinggi. Ketika dibebani 100% perpotongan nilai TCO terjadi pada tahun ke-6, NPV bernilai Rp42.728.157.459, IRR 21%, DPBP 5,93 tahun dan B/C 2,24. Namun ketika beban PHB-TR sebesar 60% atau kurang maka secara ekonomi penggunaan fuse rail size 2 pada PHB-TR tidak layak dilakukan. Dengan melakukan pengoptimalan pembebanan pada PHB-TR, penggunaan fuse rail size 2 akan menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan rugi-rugi energi distribusi.

Fulltext
Kata Kunci: Fuse rail, PHB-TR, rugi-rugi energi distribusi, total cost of ownership, kelayakan investasi

Article Metrics:

  1. PLN. RUPTL PLN 2021-2030. PT PLN (Persero). 2021
  2. PLN. Statistik PLN 2023. PT PLN (Persero).2024
  3. Niste DF, Tîrnovan R, Pavel S, Beleiu H, Andrei C, Misaroș M. Electricity Losses in Focus : Detection and Reduction Strategies - State of the Art. Appl. Sci.. 2025; 15(7)
  4. Soedjarwanto N, Kines KE, Aulia SA. Analisis Susut Daya (Losses) Pada Penyulang Rayap PT PLN (Persero) UID Lampung Berbasis Aplikasi Etap 19.0. 1. Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan. 2024; 12(2)
  5. Pratama RB, Wibowo P, Anisah S. Analisis Pengaruh Penggantian Konduktor pada Saluran Udara Tegangan Menengah 20kV terhadap Drop Tegangan di PT. PLN (Persero) UP3 Bangkinang. Jurnal Penelitian Inovatif, 2025; 5(2), 803-812
  6. Kurniawan HF, Rahmawati D. Rekonfigurasi Jaringan Distribusi Untuk Mendukung Perbaikan Susut Teknik di ULP Bangko. Jurnal Teknik Elektro Raflesia, 2021; 1(1), 8-15
  7. Hudson F. Perbandingan Rugi-Rugi Energi Pada Transformator Dengan Inti Amorphous Dan CRGO. Tesis Program Magister. Bandung : Intitut Teknologi Bandung; 2024
  8. Arieyansyah A, Mukhaiyar R. Penekanan Susut Non-Teknis Dengan Cara Optimalisasi Pelaksanaan P2TL di PT PLN (Persero) ULP Indarung. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 2021; 3(4), 269-278
  9. Surusa FEP, Humena S, Nani FY. Analisa Susut Non Teknis Menggunakan Automatic Meter Reading (AMR) Pada Pelanggan Potensial. Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering, 2022; 4(1), 1-7
  10. Munandar AH. Implementasi Advanced Metering Infrastructure (AMI). Jurnal Profesi Insinyur Indonesia, 2024; 2(4)
  11. Standar PLN. Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah - Bagian 1 : Pasangan Luar. PT PLN (Persero); 2019
  12. Standar PLN. Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah - Bagian 2 : Pasangan Dalam. PT PLN (Persero); 2019
  13. IEC Standard. Low-voltage switchgear and controlgear assemblies – Part 1 : General rules; IEC Commisson.2020
  14. Wahab MA. Interpolation and Extrapolation. Proc. Topics Syst. Eng. Winter Term, 2017; 17, 1-6
  15. Kusumadinata A. Perancangan Spesifikasi dan Analisis Tekno-Ekonomi Transformator Distribusi Hijau dengan Minyak Ester Natural dan Inti Besi Amorf untuk Jaringan Tenaga Listrik Ramah Lingkungan. Tesis Program Magister. Depok : Universitas Indonesia ; 2025
  16. Hiswandi MF, Iswahyudi F, and Soeroto WM. Analisis Kelayakan Investasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap dengan Sistem On-Grid di Pabrik Minuman Siap Saji. Sebatik, 2023; 27(1)
  17. Mardani GHH. Studi Kelayakan Finansial Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) Selat Larantuka, Nusa Tenggara Timur
  18. Pawenary P, Khairunnisyah F, and Pradana AE. Analisa Studi Kelayakan Pembangunan PLTS 10 kWp di Graha YPK PLN. J. Teknol. Elektro. 2022; 13(3)
  19. PLN. Laporan Keberlanjutan 2023. PT PLN (Persero). 2024

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-02-25 20:14:45

No citation recorded.