BibTex Citation Data :
@article{Transmisi75844, author = {Puput Wijayanto dan Dhany Barus dan Ade Gumilar}, title = {ANALISIS TEKNO-EKONOMI PENGGUNAAN FUSE RAIL SIZE 2 PADA PHB-TR SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN RUGI-RUGI ENERGI DISTRIBUSI}, journal = {Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro}, volume = {28}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Fuse rail, PHB-TR, rugi-rugi energi distribusi, total cost of ownership, kelayakan investasi}, abstract = { Rugi-rugi energi distribusi terdiri dari rugi-rugi teknis dan non-teknis. Upaya yang telah dilakukan untuk menurunkan rugi-rugi teknis adalah rekonduktoring, rekonfigurasi jaringan dan penggunaan transformator dengan inti amorphous. Selain mengoptimalkan upaya yang telah ada tersebut, penggunaan fuse rail size 2 pada PHB-TR dirasa akan menjadi salah satu solusi alternatif. Analisis tekno-ekonomi dilakukan untuk membuktikan penggunaan fuse rail size 2 layak diaplikasikan dibanding tetap menggunakan fuse rail size 1. Analisis teknis dilakukan dengan melakukan pengujian tahanan kontak, disipasi daya dan kenaikan suhu. Sedangkan analisis ekonomi dilakukan dengan menghitung kapitalisasi biaya menggunakan metode total cost of ownership dan perhitungan parameter kelayakan investasi NPV, IRR, DPBP dan B/C. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa penggunaan fuse rail size 2 akan menurunkan nilai tahanan kontak, disipasi daya dan kenaikan suhu. Dalam satu tahun, terjadi potensi penurunan nilai rugi-rugi energi sebesar 4.024,5 MWh, emisi karbon sebesar 3.223,6 ton CO 2 e dan biaya produksi energi listrik sebesar Rp6.435.104.913. Sedangkan dari hasil analisis ekonomi diketahui bahwa penggunaan PHB-TR dengan fuse rail size 2 layak diaplikasikan ketika beban tinggi. Ketika dibebani 100% perpotongan nilai TCO terjadi pada tahun ke-6, NPV bernilai Rp42.728.157.459, IRR 21%, DPBP 5,93 tahun dan B/C 2,24. Namun ketika beban PHB-TR sebesar 60% atau kurang maka secara ekonomi penggunaan fuse rail size 2 pada PHB-TR tidak layak dilakukan. Dengan melakukan pengoptimalan pembebanan pada PHB-TR, penggunaan fuse rail size 2 akan menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan rugi-rugi energi distribusi. }, issn = {2407-6422}, doi = {10.14710/transmisi.28.2.%p}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/transmisi/article/view/75844} }
Refworks Citation Data :
Rugi-rugi energi distribusi terdiri dari rugi-rugi teknis dan non-teknis. Upaya yang telah dilakukan untuk menurunkan rugi-rugi teknis adalah rekonduktoring, rekonfigurasi jaringan dan penggunaan transformator dengan inti amorphous. Selain mengoptimalkan upaya yang telah ada tersebut, penggunaan fuse rail size 2 pada PHB-TR dirasa akan menjadi salah satu solusi alternatif. Analisis tekno-ekonomi dilakukan untuk membuktikan penggunaan fuse rail size 2 layak diaplikasikan dibanding tetap menggunakan fuse rail size 1. Analisis teknis dilakukan dengan melakukan pengujian tahanan kontak, disipasi daya dan kenaikan suhu. Sedangkan analisis ekonomi dilakukan dengan menghitung kapitalisasi biaya menggunakan metode total cost of ownership dan perhitungan parameter kelayakan investasi NPV, IRR, DPBP dan B/C. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa penggunaan fuse rail size 2 akan menurunkan nilai tahanan kontak, disipasi daya dan kenaikan suhu. Dalam satu tahun, terjadi potensi penurunan nilai rugi-rugi energi sebesar 4.024,5 MWh, emisi karbon sebesar 3.223,6 ton CO2e dan biaya produksi energi listrik sebesar Rp6.435.104.913. Sedangkan dari hasil analisis ekonomi diketahui bahwa penggunaan PHB-TR dengan fuse rail size 2 layak diaplikasikan ketika beban tinggi. Ketika dibebani 100% perpotongan nilai TCO terjadi pada tahun ke-6, NPV bernilai Rp42.728.157.459, IRR 21%, DPBP 5,93 tahun dan B/C 2,24. Namun ketika beban PHB-TR sebesar 60% atau kurang maka secara ekonomi penggunaan fuse rail size 2 pada PHB-TR tidak layak dilakukan. Dengan melakukan pengoptimalan pembebanan pada PHB-TR, penggunaan fuse rail size 2 akan menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan rugi-rugi energi distribusi.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-02-25 20:14:45
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro dan Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro dan Editor berusaha keras untuk memastikan bahwa tidak ada data, pendapat, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan dipublikasikan di jurnal. Dengan cara apa pun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan dalam Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro adalah tanggung jawab tunggal dan eksklusif masing-masing penulis dan pengiklan.
Formulir Transfer Hak Cipta dapat diunduh di sini: [Formulir Transfer Hak Cipta Transmisi]. Formulir hak cipta harus ditandatangani dan dikirim ke Editor dalam bentuk surat asli, dokumen pindaian atau faks:
Dr. Darjat (Ketua Editor)Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, IndonesiaJl. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang 50275 IndonesiaTelepon/Facs: 62-24-7460057Email: transmisi@elektro.undip.ac.id