skip to main content

Studi Konsentrasi Logam Berat (Pb dan Cu) dari Sumber Lokasi Pertambangan di Perairan Tanah Merah, Bangka Tengah

*Muh Yusuf  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sudirman Adibrata  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Perikanan Dan Biologi, Universitas Bangka Belitung, Indonesia
Irvani Irvani  -  Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung, Indonesia
Aditya Pamungkas orcid  -  Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan Dan Biologi, Universitas Bangka Belitung, Indonesia
Mu’alimah Hudatwi  -  Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan Dan Biologi, Universitas Bangka Belitung, Indonesia
Artikel ini menampilkan data yang mirip dan telah dipublikasikan di ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 26 No 2 Tahun 2021. Maka dengan sadar penulis dengan persetujuan Redaksi, melakukan retraksi pada artikel ini, sehingga kedepannya artikel ini tidak akan dimunculkan dalam fulltext 
Open Access Copyright (c) 2022 Buletin Oseanografi Marina under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Banyaknya aktivitas penambangan timah di Bangka Belitung menyebabkan pencemar logam berat terakumulasi ke badan perairan, salah satunya adalah kegiatan penambangan timah di perairan Tanah Merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan April - November 2019 di Pantai Tanah Merah Kabupaten Bangka Tengah. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui konsentrasi polutan logam berat (Pb dan Cu) di perairan tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan cara purposive sampling dan melakukan analisis logam berat (Pb dan Cu) serta pemodelan menggunakan MIKE21 untuk mengetahui persebarannya. Hasil menunjukkan bahwa model sebaran polutan logam berat sangat dipengaruhi oleh kondisi arus yang dominan berupa arus pasang surut. Model sebaran Pb dan Cu di perairan terkonsentrasi di area sumber pencemar yang telah berada di atas baku mutu air laut dan semakin kecil menjauhi sumber lokasi pertambangan sesuai dengan arah arus perairan. Pemodelan menunjukkan bahwa jarak sebaran terjauh dan arah dari polutan logam berat (Pb dan Cu) di perairan, masing-masing sebesar 7,51 mil (12.086 meter); 6,17 mil (9.929 meter) dengan waktu tempuh 68 dan 62 hari dan arah polutan 330oU. Pola sebaran logam berat yang sangat luas ini mengindikasikan bahwa aktifitas pertambangan tidak direkomendasikan pada lokasi yang berdekatan dengan fishing ground  karena efek sebaran logam berat yang berbahaya akan terakumulasi pada biota bahkan ekosistem perairan.  

 

Fulltext View|Download
Keywords: dinamika; logam berat perairan; Pb dan Cu; sebaran; tambang

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-07-14 17:22:55

No citation recorded.