MODEL PENGAJARAN “ENGLISH FOR TOURISM’ BAGI ANGGOTA POLRI DI POLRESTABES SEMARANG

*Agus Subiyanto -  Jurusan Sastra Inggris FIB Undip, Indonesia
Jumino Jumino -  Jurusan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Indonesia
Christine Resnitriwati -  Jurusan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Indonesia
Astri Adriani Allien -  Jurusan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 5 Dec 2017; Published: 5 Jan 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: INA
Full Text:
Statistics: 150 75
Abstract

ABSTRAK

 

Sebagai salah satu bahasa Internasional, bahasa Inggris memiliki peranan sangat penting dalam pengembangan pariwisata.Pentingnya bahasa Inggris ini dirasakan tidak hanya oleh para pelaku pariwisata, tetapi juga oleh para anggota kepolisian di Polrestabes Semarang yang bertugas di bidang pariwisata (tourism police) atau di bidang yang menangani persoalan terkait dengan wisatawan asing. Tulisan ini membahas model pengajaran bahasa Inggris pariwisata kepada para anggota kepolisian di Polrestabes Semarang. Untuk melaksanakan kegiatan ini dlakukan beberapa tahapan, yakni pemberian pre-testdan kuesioner, untuk menjaring data terkait dengan kebutuhan peserta dan tingkat kemampuan bahasa Inggris mereka, pelaksanaan pelatihan dengan tiga metode pengajaran, yakni metode ceramah, diskusi kelompok kecil, dan role play, serta pemberian post-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penggabungan metode ceramah, diskusi kelompok kecil, dan role play cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris lisan para peserta pelatihan. Hal ini dibuktikan melalui rerata peningkatan nilai post test dibanding dengan nilai pre-test sebesar 20 persen.

 

Kata kunci: model pengajaran, tourism English, kepolisian

 

 

ABSTRACT

As one of the International languages, English has a very important role in the development of tourism. The importance of English is not only experienced by those involved in the tourism sector, but also by police members at the police office of Semarang city(Polrestabes Semarang)who serveas tourism office,or who often handle the issues related to foreign tourists. This paper discusses the model of teaching English for tourism to members of Polrestabes Semarang. There are three steps of doing the English training. First, the participants were given a pre-test and a questioner, which is aimed to get the data related to their English needs and competence. Next, the participants were given an English training, using 3 teaching methods: lecture, small group discussion, and role play. Next, the participants were given a post-test. The results of the analysis show that combining lecture methods, small group discussions, and role plays is effective in improving the spoken English skills of the trainees. This is evidenced through the average increase in the post-test score compared with the pre-test score of 20 percent.

Keywords: teaching model, tourism, English, police.

 

Article Metrics:

  1. DAFTAR PUSTAKA
  2. Antony, E. M. 1963. “Approach, method, technique”. English Language Teaching, 17, 63–67.
  3. Kumaravadivelu, B. 1993. Maximizing learning potential in the communicative classroom. ELT Journal, 47, 12–21.
  4. Kumaravadivelu, B. 2006. Understanding Language Teaching : from Method to Postmethod. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers