Komposisi Isi Saluran Pencernaan Ikan Teri (Stolephorus spp.) di Perairan Barru, Selat Makassar

*Domu Simbolon -  Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor Jl. Agatis, Kampus IPB Darmaga Bogor, E-mail : domu_psp@yahoo.com Hp : 085888656767, Indonesia
M. Fedi A. Sondita -  Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor Jl. Agatis, Kampus IPB Darmaga Bogor, Indonesia
Amiruddin Amiruddin -  Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor Jl. Agatis, Kampus IPB Darmaga Bogor, Indonesia
Received: 28 Jan 2012; Published: 28 Jan 2012.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 999 1019
Abstract

Ketersediaan sumber makanan di suatu perairan memungkinkan terjadinya interaksi pemangsaan antar ikan.
Untuk memastikan dugaan ini, perlu dilakukan analisis saluran pencernaan, dan analisis korelasi antara mangsa
dengan ikan predator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pemangsaan melalui identikasi jenis
dan jumlah makanan dalam saluran pencernaan ikan teri, dan menentukan korelasi antara mangsa dengan ikan
predator  yang terdapat di lokasi penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah survei melalui kegiatan
experimental shing dengan bagan. Data penelitian dikumpulkan dari bulan Mei-Juli 2005 pada 8 lokasi di perairan
Barru, Selat Makassar. Terjadi interkasi pemangsaan antara teri dengan plankton, dan antara teri dengan ikan-ikan
predator di sekitar sumber cahaya. Komposisi jumlah zooplankton dalam saluran pencernaan teri adalah 94%
dan toplankton 6%. Jenis plankton yang ditemukan dalam saluran pencernaan teri meliputi copepoda (50%) dan
malacostraca (27%), telur/larva (9%), nauplius (5%), diatom (4%), dan plankton lain 5%. Terdapat korelasi positif
antara jumlah zooplankton dalam saluran pencernaan teri dengan kelimpahan zooplankton di perairan, namun
tidak berkorelasi pada toplankton. Korelasi positif terjadi juga antara jumlah tangkapan teri dengan kelimpahan
zooplankton di perairan. Ikan teri merupakan komponen makanan yang utama dalam saluran pencernaan ikan
selar dan peperek.

Kata kunci :  pemangsaan,  pencernaan, plankton, teri, perairan Barru

 

Availability of preys in the waters maybe create predation interaction among fishes. Hence, it is important to analyze the stomach content of fishes, and relationship between prey and predator fishes. The objectives of this research were to know the predation interaction through the identification of kind and amount of food on anchovy’s stomach, and to determine the relationship between prey and predator fishes which found around of research location. Method that used on this research was survey through experimental fishing with liftnet (bagan). Data of research were collected from May - July 2005 at 8 locations in Barru waters of Makassar Strait. There were some predation interaction between plankton and anchovy, and between anchovy  and predator fishes around the source of light. The amount composition of zooplankton and  phytoplankton in the digestive system (stomach) of anchovy were 94% and 6%. The kind of plankton that found in the digestive system of anchovy were copepod (50%), malacostraca (27%), egg/larvae of fish (9%), nauplius (5%), diatome (4%), and others plankton (5%). There was significant correlation between the amount of zooplankton in anchovy’s stomach and abundance of zooplankton in the waters, but there was not significant for phytoplankton. Significant correlation also accured between the number of anchovy catches and abundance of zooplanktons in the waters. Anchovy was the main food components on stomach content of yellowstripe trevally, and balck tipped ponyfish.

Keywords  :    predation, digestive, plankton, anchovy, Barru Waters

Article Metrics: