Uji Bioaktivitas Ekstrak Batang Tumbuhan Benalu Mangrove (C. filiformis) : I. Uji Antifungal

*Subagiyo Subagiyo -  Laboratorium Eksplorasi dan Bioteknologi Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan, FPIK, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Wilis A Setyati -  Laboratorium Eksplorasi dan Bioteknologi Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan, FPIK, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Ali Ridlo -  Laboratorium Eksplorasi dan Bioteknologi Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan, FPIK, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Published: .
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 200 297
Abstract

Benalu adalah tumbuhan epifit parasit yang hidup menempel dan menghisap makanan dari tumbuhan inangnya. Selama proses penyerapan makanan ini akan ikut pula semua senyawa yang dibentuk oleh mangrove sebagai alat pertahanan diri, maka tumbuhan benalu yang hidup pada tumbuhan mangrove juga mempunyai kemampuan khusus untuk beradaptasi terhadap senyawa-senyawa yang dibentuk oleh tumbuhan mangrove. Sehingga dimungkinkan untuk ditemukannya jenis-jenis senyawa baru yang mempunyai potensi anti fungi. Senyawa-senyawa aktif ini kemudian dapat dikembangkan lebih lanjut dalam rangka pengendalian penyakit baik bagi manusia maupun dalam bidang budidaya perikanan, peternakan maupun pertanian. Penelitian dilakukan dengan metode experimental. Ekstrak kasar diperoleh dengan metode masrasi menggunakan methanol sebagai pelarutnya. Sedangkan fraksinasi dilakukan dengan metode kromatografi kolom menggunakan methanol-chloroform (20:1) sebagai eluennya. Aktivitas antifungal diuji dengan metode paper disk. Ada 5 variasi konsentrasi fraksi yang diuji yaitu 50 ug/disk, 10 ug/disk, 5 ug/disk, 1 ug/disk dan 0,5 ug/disk. Hasil studi parasit-host menunjukan bahwa dilokasi penelitian (kawasan mangrove Teluk Awur-Jepara) C. filiformis terdapat sebagai parasit pada tumbuhan mangrove Lumnitzera sp dan Excoecoria aggaloca. Sedangkan hasil uji aktivitas antijamur menunjukan bahwa semua fraksi menunjukan
aktivitas antijamur terhadap jamur Trichoderma hanya pada pengamatan 24 jam pertama. Aktivitas anti jamur terhadap Fusarium ditunjukan oleh semua fraksi, dan aktivitas terhadap Aspergillus ditunjukan oleh
fraksi fraksi 1 dan fraksi 5.

Kata kunci : bioaktivitas, antifungal, extract batang, C filiformis, benalu mangrove


Mistletoe as arboreal parasitic plant, hold and absorb their nutrient from host. During nutrient absorption, all of metabolites (include secondary metabolites) which host producing will be absorbed too. For that
mistletoe must have capability to developing strategies to adapt. The one of adaptation strategies is creating bioactive compounds, and predicted that between bioactive compounds have antifungal activity.
Extraction and fractination of stem of C. filiformis, and testing of its antifungal activity were done. Stem of C. filiformis was extracted in methanol. Crude extract was fractionated chromatograhically using methanolchloroform (20:1) as eluent. Antifungal was tested using agar disc-diffusion methods. There are 5 variation concentration, which tested, 50 ug/disc, 10 ug/disc, 5 ug/disc, 1 ug/disc and 0,5 ug/disc. The
result showed that C. filiformis found as parasite on Lumnitzera sp and Excoecoria aggaloca. Antifungal test toward C. filiformis fractions showed that Fusarium and Trichoderma were inhibited by all of fractions
while Aspergillus was inhibited only by fraction 1 and fraction 5.

Key words : bioactivity, antifungal, stem extract, C. filiformis, misletoe

Article Metrics: