Isolasi dan Determinasi Bakteri Luminesensi yang Bersimbiosis pada Cumi-cumi Loligo duvauceli

*Delianis Pringgenies -  Jurusan Ilmu Kelautan, FPIK Universitas Diponegoro Kampus Tembalang Semarang. Telp. / Fax 024.7474698, Indonesia
Sri Sejati -  Jurusan Ilmu Kelautan, FPIK Universitas Diponegoro Kampus Tembalang Semarang. Telp. / Fax 024.7474698, Indonesia
Published: .
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 1681 3743
Abstract

Bioluminisensi merupakan penomena alam, yaitu cahaya yang ditimbulkan oleh suatu organ sebagai hasil dari reaksi kimia yang melibatkan tiga komponen, yakni luciferin (substrat), luciferase (enzim) dan molekul oksigen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri simbiosis pada organ luminisensi cumi L. duvauceli adalah bakteri
luminisen dari jenis bakteri Photobacterium phosphoreum dan bakteri memancarkan warna biru. Jenis bakteri ini merupakan bakteri yang paling terang memancarkan cahaya di bandingkan dengan jenis bakteri luminisensi lainnya. Hasil penelitian terhadap jumlah total bakteri memperlihatkan bahwa bakteri dapat memancarkan cahaya pada konsentrasi 4,6. 109 CFU/ml dengan diameter koloni bakteri pada 0,075 cm, sedangkan pada konsentrasi lebih rendah yaitu 2,0. 104 dengan diameter koloni bakteri 0,025 cm memperlihatkan bakteri
luminisensi tidak memancarkan cahaya. Jadi konsentrasi bakteri sangat berperan dalam proses pemancaran cahaya pada bakteri luminisensi P. phosphoreum.

Kata kunci: Isolasi bakteri, luminesensi, cumi-cumi (Loligo duvauceli)


Bioluminescence refers to the visible light emission in liveng organisms that accompanies the oxidation of organic compounds (luciferins), mediated by an enzyme catalyst (luseferase). Result on the identification of bacteria live in the cuttlefish of L. duvauceli showed species of Photobacterium phosphoreum and the colony emits a blue lights. P. phosphoreum is the brightest bacteria in terms of emitting lights compared to other species of luminous bacteria. The total bacterial count gives 4.6 109 CFU/ml with diameter of colony of 0.075 cm which able to emit lights, while lower concentration at 2.0 104 CFU/ml and colony diameter of 0.025 cm give no emission of light. In respect to this, it suggest that concentration of luminous bacteria has role in the
process of light emission by P. phosphoreum.

Key words: Bacteria isolation, bioluminescence bacteria determination, squid (Loligo duvauceli)

Article Metrics: