Amino Acid Absorption by Tiger Grouper Fish (Epinephelus fuscoguttatus) Larvae. (Absorbsi Asam Amino oleh Larva Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus))

*Ambariyanto Ambariyanto -  UPT Laboratorium Terpadu, Diponegoro University Marine Science Department, Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang, Indonesia. 50275, Indonesia
Ali Djunaedi -  Marine Science Department, Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang, Indonesia. 50275, Indonesia
Nur Taufiq S.P.J. -  Marine Science Department, Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang, Indonesia. 50275, Indonesia
Pribadi Rudhi -  Marine Science Department, Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang, Indonesia. 50275, Indonesia
Pringgenies Delianis -  Marine Science Department, Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang, Indonesia. 50275, Indonesia
Published: 2 Dec 2013.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 1000 2020
Abstract

Ikan Kerapu merupakan salah satu ikan unggulan yang ditargetkan sebagai komoditi eksport Indonesia. Usaha budidayanya saat ini sangat terganggu dengan tingginya mortalitas pada stadia larva. Usaha untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan obat seperti antibiotik yang ternyata tidak membuahkan hasil maksimal tetapi justru menimbulkan resistensi beberapa jenis bakteria. Salah satu aspek yang belum pernah dilihat dalam rangka mengatasi masalah ini adalah dengan mengusahakan percepatan pertumbuhan pada stadia larva sehingga akan lebih mampu menghindari dari beberapa penyebab mortalitas. Salah satu sumber energi yang terdapat dalam perairan namun dalam jumlah yang tidak besar adalah dissolved organic matter (DOM). Penelitian ini ditekankan untuk melihat kemampuan larva ikan Kerapu dalam memanfaatkan DOM (digunakan asam amino terlarut ;ATT) yang terdapat di air laut. Sebanyak 16 (enam belas) jenis asam amino yang terdiri dari tiga klas yakni neutral, basic, dan acidic digunakan dalam penelitian ini. Sedangkan larva ikan Kerapu yang digunakan berumur 2 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larva ikan Kerapu menyerap seluruh jenis asam amino baik neutral, basic, dan acidic. Namun jenis asam amino yang diserap adalah glutamat, histidin, lisin, serin, metionin, tritopan dan iso leusin. Sedangkan yang paling banyak diserap oleh larva ikan ini adalah lisin. Hal yang menarik dalam penelitian ini adalah terdapat beberapa jenis asam amino yang diduga justru dikeluarkan oleh larva ikan tersebut yakni glysin, alanin, tyrosin, valin, phenil alanin dan leusin. Penyerapan beberapa jenis asam amino ini diduga dimanfaatkan oleh larva ikan Kerapu dalam proses pertumbuhannya.

Kata kunci : asam amino terlarut, larva, Kerapu Macan, Epinephelus fuscoguttatus

 

Kerapu (grouper fish) is known as an important and highly economic value fish and a good candidate for major export commodity for Indonesia. However, there is an important problem faced by its cultivation i.e. high mortality rate at larva stage. Many different efforts have been done to overcome this problem mainly by using drugs and antibiotics, which have caused another problem i.e. bacteria resitance. One aspect that has not been widely investigated is by increasing its growth rate so that the larvae will have the ability to avoid mortality, such as by utilising dissolved organic matter (DOM) which naturally occur in the environment. This research investigates the question whether Kerapu fish larvae have the ability to absorb DOM (in this case disolved free amino acids; DAA) as well as the preference and the rate of absorbsion. There were 16 species of DAA used in this experiment which consist of three classes i.e. neutral, basic, and acidic. Two days old larvae were used in the experimant. The results showed that Kerapu larvae absorbed all classes of amino acids, although not all amino acids given being absorbed but only glutamine, histidine, lysin, serine, triptophan, metionine and iso leusine. While the most absorbed amino acids was lysine. One interesting results showed that the larvae secrete several amino acids i.e. glysine, alanine, tyrosine, valine, phenil alanine and leusine. The absorbsion and secretion of amino acids were possibly related to its metabolic processes within the larvae in relation to growth processes.

Keywords: dissolved free amino acids, DAA, larvae, Kerapu, Epinephelus fuscoguttatus

Article Metrics: