Pemetaan Daya Dukung Lingkungan Berbasis Jasa Ekosistem Penyedia Pangan Dan Air Bersih Di Kota Pekalongan

*Erik Febriarta orcid  -  Institut Teknologi Yogyakarta, Indonesia
Roza Oktama  -  Universitas Gadjah Mada
Received: 24 Apr 2020; Published: 31 Aug 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Identifikasi spaisal sumber daya alam merupakan salah satu pendekatan untuk mengetahui kapasitas sumber daya terhadap perubahan lahan laju pertumbuhan di suatu wilayah. Kota Pekalongan merupakan kota yang berada di pesisir utara Pulau Jawa yang mempunyai isu lingkungan berkurangnya ruang sumber daya lahan dikarenakan aktivitas pertumbuhan permukiman dan lahan terbangun. Selain itu mempunyai isu lingkungan menurunnya ketersediaan air. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup di Kota pekalongan dari sektor penyedia yaitu ketahanan pangan dan air bersih. Daya dukung dan daya tampung dengan berbasis jasa ekosistem mempunyai karakteristik yang lebih mencerminkan kondisi lingkungan dengan pendekatan ekoregion, yaitu pendekatan geomorfologi lingkungan dan kondisi eksisting dari penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan kelas daya dukung hidup penyedia pangan di Kota Pekalongan secara umum rendah 47,11%, sedangkan kelas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup untuk air bersih secara umum adalah sedang 74,22%.

Keywords: Daya dukung, jasa ekosistem, sistem informasi geografis (SIG)
Funding: Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan

Article Metrics:

  1. Dinas lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, (2017), Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah, Laporan Akhir, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Semarang,
  2. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang, (2018), Daya Dukung Daya Tampung Kabupaten Semarang, Laporan Penelitian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang,
  3. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, (2018), Kajian Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Laporan Penelitian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan
  4. Enrique M,, and Milagros P,R, (2017), Practical Decision Making: An Introduction to the Analytic Hierarchy Process (AHP) Using Super Decisions V2 [1 ed,],SpringerBriefs in Operations Research,Springer International Publishing,
  5. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), (2014), Pedoman Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan,Kementerian Lingkungan Hidup Deputi 1 Bidang Tata Lingkungan Asisten Deputi Perencanaan Pemanfaatan SDA & LH & Kajian Kebijakan LH Wilayah & Sektor: Jakarta,
  6. Millennium Ecosystem Assessment (MEA), (2005), Ecosystems and Human Well- Being: Synthesis, Island Press, Washington, USA
  7. Muta'ali L., (2015), Teknik Analisis Regional Untuk, Perencanaan Wilayah Tata Ruang dan Lingkungan, Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi,
  8. Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3EJ), (2015), Peta Ekoregion Jawa Tengah, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa: Yogyakarta
  9. Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3EJ), (2017), Pedoman Penggunaan Peta Daya Dukung Dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH), Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa: Yogyakarta
  10. Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera (P3ES), (2011), Daya Dukung Dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Ekoregion Sumatera Berbasis Jasa Ekosistem, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera: Pekanbaru
  11. Republik Indonesia, (2009), Peraturan Menteri Negara Lingkugan Hidup Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2009 tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup dalam Penataan Ruang Wilayah, Deputi V MENLH Bidang Penataan Lingkungan, Jakarta,
  12. Republik Indonesia, (2009), Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Lembaran Negara RI Tahun 2009 Nomor 140, Sekretariat Negara, Jakarta,
  13. Sabila S., (2020), Daya Dukung Pangan Dalam Mendukung Ketersediaan Pangan Provinsi Sumatera Selatan, Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, Vol 7 No,1:59-68,2020,
  14. Santosa L.W., (2010), Ekoregion sebagai Kerangka Dasar dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan, Makalah, Disampaikan dalam seminara Nasional “Semangat Pejuangan dari Jogja: Kembalikan Indonesiaku Hijau”, University Center UGM, 23 Desember 2010,
  15. Sumadyanti U.V., Zuharnen, dan Widayani P., (2016), Monitoring Daya Dukung Lingkungan Berbasis Jasa Ekosistem (Rekreasi dan Ecotourism) Tahun 2000 dan 2015 Menggunakan Citra Landsat (Lokasi Kabupaten Badung Bagian Barat, Provinsi Bali), Jurnal Bumi Indonesia,Vol 5 No.4:1-10. 2016
  16. UU No.32 Tahun (2009) Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Presiden Republik Indonesia, 3 Oktober,
  17. Widodo B., Lupyanto R., Sulistiono B., Harjito D.A., dan Hamidin J., (2015), Analysis of environmental carrying capacity for the development of sustainable settlement in Yogyakarta Urban Area, Procedia Environmental Sciences 28: 519–527, doi :10.1016/j.proenv.2015.07.062

Last update: 2021-03-04 14:54:47

  1. Evaluasi Kebutuhan Air Persemaian Di Kawasan Karst Nggorang Manggarai Barat, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

    Aditya Pandu Wicaksono, Erik Febriarta, Dobrak Tirani Tegak Nurani, Ajeng Larasati. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18 (3), 2020. doi: 10.14710/jil.18.3.572-581

Last update: 2021-03-04 14:54:47

No citation recorded.