Vegetasi Riparian Kawasan Sub-DAS Sungai Gajah Wong Yogyakarta

*IIS SHOLIKHATI orcid  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Tri Retnaningsih Soeprobowati  -  Universitas Diponegoro
Jumari Jumari  -  Universitas Diponegoro
Received: 16 Jul 2020; Published: 31 Aug 2020.
DOI: https://doi.org/10.14710/jil.18.2.401-410 View
VEGETASI RIPARIAN KAWASAN SUB-DAS SUNGAI GAJAH WONG YOGYAKARTA
Subject Riparian vegetation, Gajah Wong Yogyakarta sub – watershed, Yogyakarta, Hargobinangun, Kanggotan
Type Research Instrument
  Download (445KB)    Indexing metadata
Open Access
Citation Format:
Abstract

Perubahan lahan memberi dampak pada pengurangan kapasitas resapan khususnya pada riparian sungai yaitu berupa berkurang bahkan hilangnya vegetasi. yang seharusnya menjadi daerah resapan air dan tempat hidup tumbuhan riparian. Dampak ekologi dari berkurangnya vegetasi riparian dapat terjadinya risiko banjir. Jenis vegetasi yang dominan di suatu lokasi dapat dilihat dengan mengetahui nilai tertinggi INP serta keberadaan spesies tumbuhan dilihat dari keanekaragaman suatu vegetasi riparian. Metode yang digunakan metode plot kuadrat. Caranya dengan menmbuat garis transek sepanjang 150m yang dibagi menjadi tiga plot kuadrat, dengan jarak antar plot 40m. Tiap titik tersebut diletakkan plot kuadrat berukuran 10m x 10m untuk pohon, 5m x 5m untuk perdu, dan 1m x 1m untuk herba. Analisis vegetasi, meliputi : kerapatan, dominansi, dan frekuensi. Penelitian dilakukan di kawasan Sub-DAS Sungai Gajah Wong. Hasil dan pembahasan Penelitian ini  berupa ditemukan 49 jenis tumbuhan. Spesies tumbuhan yang ditemukan pada habitus pohon terdiri 13 famili. Habitus perdu terdiri 12 famili, dan habitus terdiri herba 12 famili. INP tertinggi pada habitus  pohon didominasi oleh jenis bambu. INP tertinggi pada habitus perdu didominasi oleh Mimosa pudica yang hampir pada setiap daerah hulu, tengah dan hilir ditemukan, sedangkan INP habitus herba berupa  gulma. Perbedaan indeks keanekaragaman (H’) habitus pohon, perdu dan herba disebabkan oleh berkurang atau bahkan menghilangnya vegetasi akibat perubahan lahan mempengaruhi pola persebaran vegetasi riparian.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: Vegetasi Riparian, Sub –DAS Sungai Gajah Wong, Yogyakarta, Hargobinangun, Kanggotan

Article Metrics:

  1. Ainy, N. S. dan Wardhana, W. (2018) “Struktur Vegetasi Riparian Sungai Pesanggrahan Kelurahan Lebak Bulus Jakarta Selatan,” BIOMA, 14(2), hal. 60–69. doi: 10.21009
  2. Aldhila Gusta H.Y dan Widiyanto., (2016), Kajian Kerawanan Longsor Tebing Sungai Code Daerah Istimewa Yogyakarta (Studi Kasus : Penggal Sungai Code Antara Banteng-Gondolayu), Jurnal Bumi Indonesia, 5(2), 1–10
  3. Ardiansyah, A. dan Sumunar, D. R. S., (2020), Flood Vulnerability Mapping Using Geographic Information System ( GIS ) in Gajah Wong Sub Watershed Yogyakarta, GEOSFERA INDONESIA, 5(1), hal. 47–64. doi: 10.19184/geosi.v5i1.9959
  4. BPS (2017) Provinsi DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM ANGKA. Yogyakarta: Badan Pusat Statistik Propinsi D.I.Yogyakarta.pp. 1-510
  5. Djumanto., (2013), Index Biotic Family as Water Quality Indicator, Jurnal Perikanan, XV(1), 26–34
  6. Feriadi, H. dan Frick, H.,(2008), Atap bertanaman ekologis dan fungsional. Yogyakarta: Kanisius, pp.53
  7. Handayani,P., (2018), Keanekaragaman Vegetasi Riparian Sungai Tabir Desa Sungai Tabir Kecamatan Tabir Barat, Jurnal Pendidikan Biologi dan Biosains, 1(1), 21–27
  8. Heddy, S., (2012), Metode Analisis Vegetasi dan Komunitas. Jakarta: Rajawali Pers, pp. 105
  9. Huzaemah, Mulyaningsih, T. dan Aryanti, E., (2016), Identifikasi Bambu pada Daerah Aliran Sungai Tiupupus Kabupaten Lombok Utara, Jurnal Biologi Tropis, 16(2), 23–36
  10. Ifo, S. A. et al., (2016), Tree Species Diversity , Richness, and Similarity in Intact and Degraded Forest in the Tropical Rainforest of the Congo Basin : Case of the Forest of Likouala in the Republic of Congo,” Hindawi Publishing Coporation International Journal of Forestry Research, 1–12. doi: http:/dx.doi.org/10.1155/2016/7593681
  11. Junardi, I. T., Rafdinal dan Linda, R. (2018), Komposisi Dan Struktur Vegetasi Riparian Di Kawasan Taman Wisata Gunung Poteng Singkawang Kalimantan Barat, Protobiont, 7(3), 118–126
  12. Karyati dan Adhi, M. A., (2018), Jenis-jenis Tumbuhan Bawah di Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda: Mulawarman University Press, pp. 103
  13. Mentari, M., Mulyaningsih, T. dan Aryanti, E. (2018), Identifikasi Bambu di Sub Daerah Aliran Sungai Kedome Lombok Timur dan Alternatif Manfaat untuk Konservasi Sempadan Sungai, JPPDAS, (October), 111–122. doi: 10.20886/jppdas.2018.2.2.111-122
  14. Mokoginta, M. M. (2016), Tree Species Diversity at the Protected Forest of Mountain Masinggi, North Bolaang Mongondow, Indonesia,” International Journal of Agriculture and Forestry, 6(2), 69–73. doi: 10.5923/j.ijaf.20160602.02
  15. Naharuddin., (2017), Komposisi dan Struktur Vegetasi dalam Potensinya sebagai Parameter Hidrologi dan Erosi, Jurnal Hutan Tropis, 5(2), 6–12
  16. Noverma., (2017), Peranan Bambu dalam Mendukung Pembangunan Wilayah yang Berkelanjutan, Konferensi Nasional Teknik Sipil 11, 26–27
  17. Nugroho, A., (2017), Analisis Kerapatan Vegetasi di Kecamatan Ngaglik Tahun 2006 dan 2016 Menggunakan Teknik Penginderaan Jauh, GeoEducasia, 3(2), 306–320
  18. Peraturan Pemerintah RI., (2011) “Peraturan Pemerintah RI Nomor 38 Tahun 2011.” Tersedia pada: http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/arsip/ln/2011/pp38-2011.pdf
  19. Permatasari, R., (2017), Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Rezim Hidrologi DAS (Studi Kasus : DAS Komering), Jurnal Teknik Sipil, 24(1), 91–98. doi: 10.5614/jts.2017.24.1.11
  20. Putri, A. P., (2012), Pengaruh Perubahan Pola Tata Guna Lahan terhadap Sedimentasi di Hulu Sungai Ular, Jurnal Teknik Sipil USU, 1(2),1–10
  21. Sriyono, E., dan Kresnanto, N. C., (2017), Analisis Pencemaran Air Sumur di Daerah Berteras Bantaran, Seminar Nasional Teknik Sipil, 1–9

Last update: 2021-02-23 22:04:39

No citation recorded.

Last update: 2021-02-23 22:04:40

No citation recorded.