skip to main content

Evaluasi Potensi Keragaman Hijauan Penutup Tanah di Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh

IPB University, Indonesia

Received: 3 Mar 2021; Published: 28 Apr 2021.
Editor(s): Sudarno Utomo

Citation Format:
Abstract
Kabupaten Aceh Timur memiliki area perkebunan kelapa sawit rakyat mencapai 25,997 ha. Namun, analisis terhadap keragaman dan potensi produksi hijauan yang di area perkebunan kelapa sawit belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi keragaman hijauan yang tumbuh di area perkebunan kelapa sawit rakyat Kabupaten Aceh Timur. Penentuan titik plot pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, berdasarkan kriteria umur tanaman sawit yaitu TBM (0-3 Tahun), Muda (4-8 tahun), Remaja (9-14 tahun), Dewasa (15-20 tahun) dan Tua (20-25 tahun). Parameter yang diamati meliputi keragaman, produksi hijauan segar, produksi bahan kering dan kandungan nutrisi hijauan. Spesies yang mendominasi pada area TBM yaitu Asystasia gangetica L, Imperata cylindrica, Oplismenus compositus, Panicum repens dan Paspalum conjugatum dengan INP 14,29. Spesies yang mendominasi pada area tanaman muda yaitu Axonopus compressus, Clidemia hirta dan Drymaria cordata dengan INP 19,64. Spesies yang mendominasi pada area tanaman remaja yaitu Panicum repens, Paspalum conjugatum dan Urochloa reptans L dengan INP 20,41. Spesies yang mendominasi pada area tanaman dewasa yaitu Adiantum hispidulum Sw dan Nephrolepis biserrata dengan INP 20,00. Spesies yang mendominasi pada area tanaman tua yaitu Imperata cylindrica dan Clidemia hirta L dengan INP 33,33. Potensi produksi hijauan mencapai mencapai 13,37 ton ha-1 hijauan segar dan 3,19 ton ha-1 bahan kering. Kandungan protein kasar yang berasal dari hijauan di bawah naungan kelapa sawit berkisar antara 8,55% - 12,84%, sedangkan kandungan serat kasar berkisar antara 17,65% - 24,70%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa keragaman hijauan di bawah naungan kelapa sawit di Kabupaten Aceh Timur dikategorikan sedang.
Fulltext View|Download
Keywords: Keragaman, Potensi hijauan pakan, Hijauan pakan ternak, Kelapa sawit rakyat, Aceh Timur

Article Metrics:

  1. Abdullah, L. 2011. Prospek Integrasi Perkebunan Kelapa Sawit-Sapi Potong dalam Upaya Percepatan Pencapaian Swasembada Daging Nasional 2014: Sebuah Tinjauan Perspektif Penyediaan Pakan, Kutai Timur: Sangatta
  2. Arnia dan Warganegara. 2012. Identifikasi Kontaminasi [AOAC] Association of Official Analytical Chemists. 2005. Official Methods of Analysis. Washington DC: AOAC
  3. Badan Pusat Statistik. 2018. Kabupaten Aceh Timur Dalam Angka 2018. Aceh Timur: Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Timur
  4. Badan Standardisasi Nasional. 2017. Pakan Konsentrat - Bagian 2 : Sapi Potong. Jakarta: SNI 3148-2:2017
  5. Daru, T. P., Yulianti, A. dan Widodo, E. 2014. Potensi Hijauan di Perkebunan Kelapa Sawit Sebagai Pakan Sapi Potong di Kabupaten Kutai Kartanegara. Pastura, Vol. 3No. 2. Hal. 94-98
  6. Dianita, R. 2012. Keragaman Fungsi Tanaman Pakan dalam Sistem Perkebunan. Pastura, Vol. 2 No. 2. Hal. 66-69
  7. Direktorat Jenderal Perkebunan. 2018. Statistik Perkebunan Indonesia Komoditas Kelapa Sawit 2017-2019. Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian
  8. Evizal, R., Wibowo, L., Novpriansyah, H., Sarno, Sari, R. Y., Prasmatiwi, Fembriarti E. 2020. Keragaman Agronomi Tanaman Kelapa Sawit pada Cekaman Kering Periodik. Journal of Tropical Upland Resources, Vol. 2 No. 1. Hal. 60-68
  9. Faisal, R., Edi, B. M. S. dan Nelly, A. 2013. Inventarisasi Gulma pada Tegakan Tanaman Muda Eucalyptus spp. J USU, Vol. 2 No. 2. Hal. 44-49
  10. Farizaldi. 2011. Produktivitas Hijauan Makanan Ternak Pada Lahan Perkebunan Kelapa Sawit berbagai Kelompok Umur di PTPN 6 Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, Vol. 14 No. 2. Hal. 68-73
  11. Gopar, R. A., Martono, S., Rofiq, M. N. dan Windu, N. 2012. Potensi Cover Crop Kebun Sawit Sebagai Sumber Pakan Hijauan Ternak Ruminansia Pada Musim Kemarau di Pelalawan, Riau. JSTI, Vol. 17 No. 1. Hal. 24-31
  12. Hamdan, M. A. 2012. Potensi hijauan Pakan lokal pesisir pantai bagi ternak ruminan sia di Desa Mangulegi Kecamatan Batangan Kabupaten Pati. In: Tesis. Bogor: Institut Pertanian Bogor
  13. Kumalasari, N. R., Sunardi, Khotijah, L. dan Abdullah, L. 2020. Evaluasi Potensi dan Kualitas Tumbuhan Penutup Tanah sebagai Hijauan Pakan Dibawah Naungan Perkebunan di Jawa Barat. JINTP, Vol. 18 No. 1. Hal. 7-10
  14. Matondang, R. H. dan Rusdiana, S. 2013. Langkah-Langkah Strategis dalam Mencapai Swasembada Daging Sapi/Kerbau. Bogor: Puslitbangnak
  15. Odum. 1993. Dasar-dasar Ekologi. In: K. P. Ekologi, ed. Bandung: Remadja
  16. Rahmawati. 2019. Pengaruh Naungan Terhadap Kandungan Bahan Kering, Protein Kasar, Serat Kasar, Lemak Kasar Rumput Ruzi (Brachiaria ruziziensis). Journal of Livestock and Animal Health, Vol. 2 No. 1. Hal. 20-24
  17. Ramdani, D., Abdullah, L. dan Kumalasari, N. R. 2017. Analisis Potensi Hijauan Lokal pada Sistem Integrasi Sawit dengan Ternak Ruminansia di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Buletin Makanan Ternak, Vol. 104 No. 1. Hal. 1-8
  18. Rencana Tata Ruang Wilayah. 2012. Materi Teknis Rencana Tata Ruang Wilayah 2012-2032. Idi Rayeuk: Pemerintah Daerah
  19. Saharjo, B. H. dan Cornelio, G. 2011. Suksesi Alami Paska Kebakaran pada Hutan Sekunder di Desa Fatuquero, Kecamatan Railaco, Kabupaten Ermera Timor Leste. Jurnal Silvikultur Tropica, Vol. 2 No. 1. Hal. 40-45
  20. Satya, A. L., Poedjiraharjoe, E., Porwanto, R. H. dan Hermawan, M. T. T. 2020. Analisis Vegetasi Hutan Mangrove di Kabupaten Buton Utara (Studi Kasus di Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara). Jurnal Ilmu Lingkungan, Vol. 18 No. 3. Hal. 512-521
  21. Setyamidjaja, D. 2006. Seni Budi Daya, Kelapa Sawit. Yogyakarta: Kanisius
  22. Sirait, J., Tarigan, A., Simanihuruk, K. dan Junjungan. 2007. Produksi dan Nilai Nutrisi Spesies Hijauan pada Tiga Taraf Naungan di Dataran Tinggi Beriklim Kering Prosiding: Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Sumatera Utara, Loka Penelitian Kambing Potong
  23. Sirait, P., Zulkifli, L. dan Murbanto, S. 2015. Analisis sistem integrasi sapi dan kelapa sawit dalam meningkatkan pendapatan petani di Kabupaten Labuhan Batu. Jurnal Agribisnis Sumatera Utara. Vol. 8 No. 1
  24. Soegianto, A. 1994. Ekologi Kuantitatif: Metode Analisis Populasi dan Komunitas. Surabaya: Usaha Nasional
  25. Sofia, A., Harahap, N. dan Marsoedi. 2012. Kondisi dan Manfaat Langsung Ekosistem Hutan Mangrove Desa Penunggul Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan. El-Hayah, Vol. 2 No. 2. Hal. 56-63
  26. Sopandie, D., Chozin, M. A., Sastrosumarjo, S., Juhaeri, T., Sahardi. 2003. Toleransi Padi Gogo terhadap Naungan. J. Hayati, Vol. 10 No. 2. Hal. 71-75
  27. Steel, R. G. D. dan Torrie, J. H., 1995. Prinsip dan Prosedur Statistika: Suatu Pendekatan Biometrik. In: Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
  28. Suryawan. 2007. Keanekaragaman Vegetasi Manggrove Pasca Tsunami Di Kawasan Pesisir Pantai Timur Nangroe Aceh Darussalam. Biodiversitas, Vol. 8 No. 4. Hal. 262-265
  29. Tjitrosoedirdjo, S. 2005. Inventory of the Invasive Plant species in Indonesia. Biotropia, No. 25. Hal. 60-73
  30. Zainuri, A. 2015. Sistem Pemberian Pakan Serta Prediksi Kebutuhan Nutrien Sapi Pegon Berdasarkan Bobot Badan. In: Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-06-12 01:01:10

No citation recorded.