skip to main content

Penggunaan Cocopeat Sebagai Pengganti Topsoil Dalam Upaya Perbaikan Kualitas Lingkungan di Lahan Pascatambang di Desa Toba, Kabupaten Sanggau

Jurusan Teknik Lingkungan, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia

Received: 22 May 2021; Revised: 28 Jun 2021; Accepted: 5 Jul 2021; Available online: 12 Jul 2021; Published: 1 Aug 2021.
Editor(s): H Hadiyanto

Citation Format:
Abstract

PT. Dinamika Sejahtera Mandiri (PT. DSM) merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan bauksit dengan sistem penambangan terbuka, sehingga menghasilkan hamparan tanah dengan kandungan bahan organik  dan unsur hara sangat rendah serta toksik tinggi sehingga lahan menjadi kritis. Upaya perbaikan lingkungan dilakukan dengan rehabilitasi lahan agar tidak menimbulkan kerusakan berkelanjutan. PT. DSM menggunakan penambahan biostimulan dalam rehabilitasi lahan, namun karena biaya yang mahal maka dilakukan alternatif menggunakan cocopeat sebagai pengganti topsoil dengan biaya terjangkau. Lokasi penelitian terletak di lahan pascatambang bauksit milik PT. DSM yang berada di Desa Teraju, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Total sampel tanah yang diuji sebanyak 23 sampel, terdiri dari 5 perlakuan dengan masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali, yaitu perlakuan A tanpa perlakuan di lahan dengan topsoil, perlakuan B tanpa perlakuan di lahan tanpa topsoil, perlakuan C 100% cocopeat, perlakuan D 50% cocopeat + 25% arang sekam + 25% kotoran ayam dan perlakuan E 60% cocopeat + 25% arang sekam + 15% kotoran ayam. Hasil penelitian menunjukan kandungan parameter pH, % C- organik, KTK, dan N total dalam media tanam cocopeat memiliki kandungan yang lebih baik daripada topsoil dan tanah pascatambang, namun parameter P2O5, kadar debu, liat, dan pasir, topsoil memiliki kandungan yang lebih baik daripada cocopeat dan tanah pascatambang. Kandungan parameter fisik dan kimia terendah terdapat pada tanah pascatambang. Komposisi media tanam kombinasi cocopeat, arang sekam, dan kotoran ayam memiliki pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan tanaman sengon karena memiliki unsur hara yang lebih baik dibandingkan dengan topsoil, tanpa topsoil atau hanya cocopeat saja. Dosis variasi paling optimal dalam pertumbuhan sengon dari segi pertumbuhan fisik tanaman yaitu pada variasi perlakuan kode tanam D, yaitu memiliki pertambahan tinggi tanaman rata-rata 13,7cm dan cabang daun sebanyak 6 helai yang lebih signifikan dibandingkan perlakuan media tanam lainnya. 

Abstract

PT. Dinamika Sejahtera Mandiri (PT. DSM) is a private company engaged in bauxite mining with an open mining system, resulting in a stretch of land with very low organic and nutrient content and high toxicity so that the land becomes critical. Efforts to improve the environment are carried out by rehabilitating land so as not to cause sustainable damage. PT. DSM uses biostimulants in land rehabilitation, but an alternative is to use cocopeat as a substitute for topsoil at an affordable price because of the high cost. The research location is located on the bauxite post-mining land owned by PT. DSM is located in Teraju Village, Toba District, Sanggau Regency, West Kalimantan Province. Total soil samples tested were 23 samples, consisting of 5 treatments with each treatment being repeated three times, namely treatment A without treatment on land with topsoil, treatment B without treatment on the ground without topsoil, treatment C 100% cocopeat, treatment D 50% cocopeat + 25% husk charcoal + 25% chicken manure and treatment E 60% cocopeat + 25% husk charcoal + 15% chicken manure. The results showed that the pH,% C- organic, CEC, and total N content in the cocopeat growing medium had a better range than topsoil and post-mining soil. Still, the P2O5 parameters, the content of dust, clay, and sand, topsoil had better content. Then cocopeat and post-mining land. The lowest range of physical and chemical parameters is found in post-mining soil. The composition of the planting medium combination of cocopeat, husk charcoal, and chicken manure has a good effect on the growth of Sengon plants because it has better nutrients than topsoil, without topsoil, or just cocopeat. The most optimal dose of variation in the evolution of Sengon in terms of physical plant growth is the variation in the treatment of planting code D, which has an average plant height increase of 13.7 cm and six-leaf branches, which is more significant than the treatment of other growing media.

Fulltext View|Download
Keywords: Cocopeat; Rehabilitasi; Lahan Pascatambang

Article Metrics:

Article Info
Section: Research Article
Language : ID
  1. Agustin, L. 2010. Pemanfaatan Kompos Sabut Kelapa dan Zeolit sebagai Campuran Tanah untuk Media Pertumbuhan Bibit Kakao pada Beberapa Tingkat Ketersediaan Air. Skripsi Fakultas Pertanian, Universitas Jember, Jember, Indonesia
  2. Bahar, A., Indrayatie, E.R., Pujawati, E. D. 2020. Pengaruh Serai Wangi (Cymbopogon Nardus) Terhadap Sifat Fisik dan Kimia Tanah. Jurnal Sylva Scienteae Vol. 03 No. 1.ISSN 2622-8963 (media online)
  3. Cahyo,A., Sahuri., Iman N., Ardika, R. 2019. Cocopeat as Soil Substitute Media for Rubber (Heveabrasiliensis Müll. Arg.) Planting Material. Journal of Tropical Crop Science Vol. 6 No. 1
  4. Fitriani, D. 2016. Pertumbuhan Tanaman Sengon (Paraserianthes falcataria L.) Bermikroza Pada Lahan Tercemar PB. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember: Surabaya
  5. G, Subowo. 2011. Penambangan Sistem Terbuka Ramah Lingkungan dan Upaya Reklamasi Pascatambang untuk Memperbaiki Kualitas Sumberdaya Lahan dan Hayati Tanah. Jurnal Sumberdaya Lahan Vol. 5 No. 2
  6. Gunawan.,Wijayanto, Nurheni., Budi,S. 2019. Karakteristik Sifat Kimia Tanah dan Status Kesuburan Tanah Pada Agroforesti Tanaman Sayuran Berbasis Eucalyptus Sp. Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 10 No. 02 ISSN: 2086-8227
  7. Hasibuan, A. 2015. Pemanfaatan Bahan Organik dalam Perbaikan Beberapa Sifat Tanah Pasir Pantai Selatan Kulon Progo. Planta Tropika Journal of Agro Science Vol 3 No 1
  8. Hasriani, D.K. Kalsim, dan A. Sukendro. 2013. Kajian Serbuk Sabut Kelapa (Cocopeat) Sebagai Media Tanam (Study Of Cocopeat As Planting Media). IPB Press, Bogor. Indonesia. Bogor: IPB
  9. Hirfan. 2016. Strategi Reklamasi Lahan Pasca Tambang. PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik Volume 1, Nomor 1: 101 – 108
  10. Irawan, A. dan Hidayah, H. N. 2014. Kesesuaian Penggunaan Cocopeat sebagai Media Sapih Pada Politube dalam Pembibitan Cempaka (Magnolia elegans). Jurnal Wasian 1(2):73-76
  11. Irawan. A dan Y. Kafiar. 2015. Pemanfaatan Cocopeat dan Arang Sekam Padi Sebagai Media Tanam Bibit Cempaka Wasian (Elmerrilia ovalis). Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Manado. ISSN 2407-8050
  12. Irwan, A. W. 2017. Pengaruh jarak tanam berbeda dan berbagai dosis pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman hanjeli pulut (Coix lacryma-jobi L.) di dataran tinggi Punclut. Jurnal Kultivasi Vol. 16(1) Maret
  13. Margareta,Maria.2017. Pengaruh Kombinasi Tanah, Arang Sekam ,Kapur dan Pupuk Kompos Sebagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhab Tanaman Ciplukan (Physalis angulata L.) dalam Polybag. Skripsi. Univesitas Sanata Dharma. Yogyakarta
  14. Muliawan, L. 2009. Pengaruh Media Semai Terhadap Pertumbuhan Pelita (Eucalyptus pellita F. Muell). Institut Pertanian Bogor. Bogor. 104 hlm
  15. Munir, M. 2017.Kajian Reklamasi Lahan Pascatambang Di Jambi, Bangka, Dan Kalimantan Selatan Jurnal clorofil. Vol. 1 No. 1,: 11-16. ISSN 2598-6015
  16. Mustafa, M, Ahmad, I., Ansar, Muh.,Syafiuddin, M. 2012. Dasar- Dasar Ilmu Tanah. Program Studi Agroteknologi Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin:Makassar
  17. Muswita., Murni, P., Herliana, L., 2008. Pengaruh Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Sengon (Albizia falcataria (L.) Fosberg). Vol 1 No 1
  18. Nagur, Y. 2017. Kajian Hubungan Bahan Organik Tanah Terhadap Produktivitas Lahan Tanaman Padi di Desa Kebon Agung. Skripsi Program Studi Agroekoteknologi. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
  19. Puspita, N. 2015. Analisis Kemasaman Tanah dan C-Organik Tanah Bervegetasi Alang- Alang Akibat Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk Kandang Kambing. Media Sains, Volume 8 Nomor 2. ISSN ELEKTRONIK 2355-9136
  20. Putri, A. Setiadi Y., Istomo., 2013. Evaluasi Keberhasilan Tanaman Hasil Revegetasi Di Lahan Pasca Tambang Batubara Site Lati PT. Berau Coal Kalimantan Timur. JURNAL SILVIKULTUR TROPIKA Vol. 04 No. 02 ISSN: 2086-8227
  21. Rachman, A. Sutono, Irawan, dan Suwastka W. 2017. Indikator Kualitas Tanah pada Lahan Bekas Penambangan. Jurnal Pertambangan. ISSN 1907-0799
  22. Ramadhan,D., Riniarti,M dan Santoso,T. 2018. Pemanfaatan Cocopeat sebagai Media Tumbuh Sengon Laut (Paraserianthes falcataria)dan Merbau Darat (Intsia palembanica). Jurnal Sylva Lestari. Vol. 6 No. 2. ISSN (online) 2549-5747
  23. Ramadhana, Dwi, D., Donantho,D., dan Rachel,R. 2019. Penilaian Status Kesuburan Tanah pada Lahan Pascatambang di Areal PT. Trubaindo Coal Mining Kabupaten Kutai Barat. Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab. Volume 2, Nomor 1, Agustus 2019. ISSN: 2622-3570
  24. Ramadhani. R.S., dan Wulandari. R.S. 2018. Pengaruh Proporsi Campuran Media Sapih Pada Pertumbuhan Bibit Mahoni (Swietenia mahagoni) di Persemaian. Jurnal Hutan Lestari. Vol. 6 (4) : 1009 – 1019
  25. Saidy A.R. 2018. Bahan Organik Tanah: Klasifikasi, Fungsi, dan Metode Studi. Lambung Mangkurat University Press: Banjarmasin
  26. Saptiningsih, E., dan Haryanti, S. 2015. Kandungan Selulosa dan Lignin Berbagai Sumber Bahan Organik Setelah Dekomposisi pada Tanah Latosol. Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume XXIII, Nomor 2
  27. Saputra, Indra, S., Nelvia., Andri, Siziko.,2016. Pemberian Kompos TKKS dan Cocopeat pada Tanah Subsoil Ultisol Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pre- Nursery. Jurnal Agroteknologi, Vol. 7 No. 1
  28. Saputra,E., Subiantoro, R., Gusta, Adreyadhe, R. 2019. Pengaruh Kombinasi Media Lapisan Tanah dan Takaran Cocopeat pada Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal AIP Volume 7 No. 1
  29. Sembiring S. dan Simon. 2008. Sifat kimia dan fisik tanah pada areal bekas tambang bauksit. Info Hutan. 5(2):123-134
  30. Siti Hani. 2013. Manual Budidaya Sengon. Bogor. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kehutanan Pusat Penelitian Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan
  31. Sittadewi, Hanggari. 2016. Mitigasi Lahan Terdegradasi Akibat Penambangan Melalui Revegetasi. Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana, Vol. 11, No. 2
  32. Soniari, Ir 2016. Korelasi Fraksi Partikel Tanah dengan Kadar Air Tanah, Erodibilitas Tanah dan Kapasitas Tukar Kation Tanah Pada Beberapa Contoh Tanah di Bali. Program Studi Agroekoteknologi Universitas Udayana. Bali
  33. Suganda, A., A. Rachman, dan Sutono. 2002. Petunjuk Pengambilan Contoh Tanah. Balittanah, Litbang, Departemen Pertanian. Bogor
  34. Sunarya Y dan Arasyid F. 2019. Pertumbuhan Sengon (Albizzia falcataria L.) Pada Media Tanam Campuran Tailing, Tanah dan Bahan Organik. Media Pertanian Vol. 4, No. 1, Mei 2019, pp. 8-12 ISSN : 2085-4226
  35. Supriyanto dan Fiona, F. 2010. Pemanfaatan Arang Sekam untuk Memperbaiki Pertumbuhan Semai Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq) pada Media Subsoil. JURNAL SILVIKULTUR TROPIKA Vol. 01 No. 01 ISSN: 2086-8227
  36. Suryani,Ida. 2014. Kapasitas Tukar Kation (KTK) Berbagai Kedalaman Tanah Pada Areal Konversi Lahan Hutan. Jurnal Agrisistem. Vol. 10 No.2 ISSN 1858-4330
  37. Widowati. 2004. Pengaruh Kompos Pupuk Organik Yang Diperkaya Dengan Bahan Mineral dan Pupuk Hayati Terhadap Sifat-Sifat Tanah, Serapan Hara dan Produksi Sayuran Organik. Laporan Proyek Program Pengembangan Agribisnis. Balai Penelitian Tanah
  38. Taqiyuddin, Muhammad., Hidayat,L,. 2020. eReklamasi Tanaman Adaptif Lahan Tambang Batubara PT. BMB Blok Dua Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Volume 45 Nomor 3. e-ISSN 2355-3545

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.