skip to main content

Evaluasi Efektivitas Metode dan Media Filtrasi pada Pengolahan Air Limbah Tahu

Program Studi Kesehatan Lingkungan , Fakultas Kesehatan, Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, Indonesia

Received: 8 Aug 2021; Revised: 30 Aug 2021; Accepted: 2 Sep 2021; Published: 1 Nov 2021; Available online: 10 Sep 2021.
Editor(s): H. Hadiyanto

Citation Format:
Abstract

Peningkatan jumlah industri tahu di Indonesia diiringi dengan meningkatnya jumlah limbah industri tahu yang perlu mendapat perhatian khusus. Limbah tahu dengan kandungan bahan organik tinggi memberikan dampak negatif bagi sistem perairan jika dibuang tanpa adanya pengolahan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari metode yang efektif dalam mengolah limbah tahu dengan variasi media filtrasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 2 metode yang diperlakukan pada 2 kolom filtrasi dengan media filtrasi yang berbeda. Susunan media utama pada kolom filtrasi 1 berupa bioball dan kolom filtrasi 2 berupa bioring. Metode  batch dan kontinyu diperlakukan pada dua jenis kolom filtrasi tersebut. Ketinggian total media filtrasi untuk setiap kolom adalah 20 cm dengan volume air limbah 5 liter. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas air limbah tahu pada sampel hari ke 1 dengan terjadinya penurunan konsentrasi COD pada kolom 1 dengan perlakuan metode batch sebanyak 18,12%. Peningkatan konsentrasi DO paling optimal pada kolom 1 dengan perlakuan metode kontinyu sebanyak 18,03%. Selanjutnya konsentrasi pH terjadi peningkatan secara signifikan pada kolom 2 dengan perlakuan metode batch sebanyak 41,27%. Sedangkan penurunan konsentrasi kekeruhan diperoleh pada kolom 1 dengan perlakuan metode batch sebanyak 57,22%. Perlakuan limbah tahu dengan metode batch pada waktu tinggal 1 hari memberikan peningkatan kualitas air limbah tahu yang lebih baik meskipun pada waktu tinggal yang lebih lama terjadi penurunan kualitas akibat terjadinya proses dekomposisi yang tidak terkontrol. Lebih lanjut, perlu dilakukan penelitian dengan melibatkan mikroorganisme selektif pada penyaring lambat dengan metode batch agar dihasilkan penurunan konsentrasi COD yang lebih signifikan.

 

ABSTRACT

The increase in the number of tofu industries in Indonesia is accompanied by an increase in the amount of tofu industrial waste that needs special attention. Tofu waste with high organic matter content has a negative impact on aquatic systems if it is disposed of without treatment. The aim of this research was to study the effective method of treating tofu waste with a variety of filtration media. This research was conducted using 2 methods which were treated on 2 filtration columns with different filtration media. The composition of the main media in first filtration column is bioball and second filtration column is bioring. Batch and continuous methods are applied to the two types of filtration columns. The total height of the filtration media for each column is 20 cm with a volume of 5 liters of wastewater. The results showed an increase in the quality of tofu wastewater on the first day of the sample with a decrease in COD concentration in first column with the batch method treatment of 18.12%. The most optimal increase in DO concentration in first column with continuous method treatment was 18.03%. Furthermore, the pH concentration increased significantly in second column with the batch method treatment as much as 41.27%. While the decrease in turbidity concentration was obtained in column 1 with batch method treatment as much as 57.22%. The treatment of tofu waste using the batch method at a residence time of 1 day provides a better-quality improvement of tofu wastewater although at a longer residence time there is a decrease in quality due to an uncontrolled decomposition process. Furthermore, it is necessary to conduct research involving selective microorganisms in a slow filter with a batch method in order to produce a more significant reduction in COD concentration.

Fulltext View|Download
Keywords: Air limbah tahu; Metode batch; Metode continue; Bioball; Bioring

Article Metrics:

Article Info
Section: Research Article
Language : ID
Statistics:
  1. Afifah, A. S., Prajati, G. and Suryawan, I. W. K. (2019) ‘Penambahan Media Karbon Aktif dan Geotekstil pada Sand Filter’, JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa), 4(2), p. 237. doi: 10.31544/jtera.v4.i2.2019.237-242
  2. Angraeni. A.(2014), Pengolahan limbah Cair Tahu Secara Anaerob Menggunakan Sistem Batch, Reka Lingkungan, 2(1)
  3. Ariani, W., Sumiyati, S. and Wardana, I. W. (2014) ‘Studi Penurunan Kadar Cod Dan Tss Pada Limbah Cair Rumah Makan Dengan Teknologi Biofilm Anaerob - Aerob Menggunakan Media Bioring Susunan Random’, Jurnal Teknik Lingkungan, 3(1), pp. 1–10
  4. Astuti D.A., and Ayu I.D.(2016) Treatment of Tofu Industry Wastewater using Bioreactor Anaerobic-Aerobic and Bioball as Media with Variation of Hidraulic Retention Time, Reaktor, Vol.19 No.1, pp18-25
  5. Fachrurozi, M., Utami, L. B. and Suryani, D. (2010) ‘Pengaruh Variasi Biomassa Pistia Stratiotes L. Terhadap Penurunan Kadar Bod, Cod, Dan Tss Limbah Cair Tahu Di Dusun Klero Sleman Yogyakarta’, Jurnal Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health), 4(1), pp. 1–16. doi: 10.12928/kesmas.v4i1.1100
  6. Faizal.M.,Mulana F.,Alam Nurul.P.,and Daimon H.(2014) Wastewater Characteristics from Tofu Processing Facilities in Banda Aceh, The Proceedings of The 4th Annual International Conf.Syiah Kuala University ( AIC Unsyiah), AIWEST-DR 2014
  7. Faizal .M.,Gani A.,Mulana.F.,and Daimon H.(2015) Treatment and Utilization of Industrial Tofu Waste in Indonesia, Asian Journal of Chemistry, Vol.28, No.3, 501-507
  8. Huhnke C.R.(2018), Factors Affecting Minimum Dissolved Oxygen Concentration in Stream, ETD Archive , 1085
  9. Indriyati, I. and Susanto, J. P. (2016) ‘Unjuk Kerja Pengolahan Limbah Cair Tahu Secara Biologi’, Jurnal Teknologi Lingkungan, 13(2), p. 159. doi: 10.29122/jtl.v13i2.1415
  10. Kasman, M. et al. (2018) ‘Reduksi pencemar limbah cair industri tahu dengan tumbuhan melati air (Echinodorus palaefolius) dalam sistem kombinasi constructed wetland dan filtrasi’, Jurnal Litbang Industri, 8(1), pp. 39–46. doi: 10.24960/jli.v8i1.3832.39-46
  11. Kaelzi.K.,Lubken.M.,Nettmann.E.,Krimmler.S.,and Nichern.M.(2020) Slow sand filtration of Raw Wastewater using Biochar as an Alternative Filtration Media, Scientific Reports-Natureresearch, 10:1229
  12. Nasional, S., Ics, I. and Nasional, B. S. (2008) ‘Perencanaan instalasi saringan pasir lambat’
  13. Rahayu, A., Masturi, M. and Yulianti, I. (2015) ‘Pengaruh Perubahan Massa Zeolit Terhadap Kadar Ph Limbah Pabrik Gula Melalui Media Filtrasi’, Jurnal Fisika Unnes, 5(2), p. 79972. doi: 10.15294/jf.v5i2.7411
  14. Said, N. I. (2005) ‘Aplikasi Bio-Ball Untuk Media Biofilter’, Jurnal Air Indonesia, 1(1), pp. 1–11
  15. Sato, A. et al. (2015) ‘Pengolahan Limbah Tahu Secara Anaerobik-Aerobik Kontinyu’, Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan III 2015, pp. 185–192
  16. Shah C.R.(2017) Which Physical, Chemical and Biological Parameters of Water Determine its quality?Technical Report, DOI: 10.13140/RG.2-2.29178.90569
  17. Simanjuntak. N.A.M Br., Zahra N.L., Suryawan I.W.K., (2021), Tofu wastewater Treatment Planning with Anaerobic Baffled Reactor (ABR) and Activated Sludge Application, Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan, 12(1), 21-27
  18. Sri Widyastuti & Antik Sepdian Sari (2016) ‘Kinerja Pengolahan Air Bersih Dengan Proses Filtrasi Dalam mereduksi Kesadahan’, Jurnal Teknik WAKTU, Volume 09(ISSN : 1412 – 1867), pp. 42–53
  19. Subekti, S. (2011) ‘Pengolahan limbah cair tahu menjadi biogas sebagai bahan bakar alternatif’, Sains dan Teknologi, (1), pp. 1–6
  20. Sudaryati, N., Kasa, I. and Budiarsa Suyasa, I. (2012) ‘Pemanfaatan Sedimen Perairan Tercemar Sebagai Bahan Lumpur Aktif Dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu’, Ecotrophic: Journal of Environmental Science, 3(1)
  21. Sungkowo, T. H., Elystia, S. and Andesgur, I. (2015) ‘Tanaman Typha Latifolia Dan Eceng Gondok Dengan’, Jom Fteknik, 2(2), pp. 1–8
  22. Wagiman and Suryandono Ag (2006) A tofu wastewater treatment with a combination of anaerobic Baffle Reactor and Activated Sludge System, Agritech, Vol.26, No.1
  23. Wardhana, W. A. (2004) Dampak Pencemaran Lingkungan (Edisi Revisi). Yogyakarta: Penerbit Andi
  24. Yuniarti, D. P., Komala, R. and Aziz, S. (2019) ‘Pengaruh Proses Aerasi Terhadap Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Di Ptpn Vii Secara Aerobik’, Teknik Lingkungan, 4(2), pp. 7–16
  25. Zahra,S.A., Sumiyati Sri dan Dan E.S. ( 2013) Penurunan Konsentrasi BOD dan COD pada Limbah Cair tahu dengan Teknologi kolam (pond)-Biofilm menggunakan media biofilter jaring ikan dan bioball, Journal of chemical Information and Modeling, 53(9), 1689-1699

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.