skip to main content

Determinan Keberlanjutan Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan: Kasus Desa Pesisir Kalimantan Barat

Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Indonesia

Received: 16 Dec 2021; Revised: 6 Jan 2022; Accepted: 19 Jan 2022; Available online: 2 Feb 2022; Published: 4 Apr 2022.
Editor(s): H. Hadiyanto

Citation Format:
Abstract

Usahatani padi di perdesaan Kalimantan Barat sedang menghadapi tekanan dari segi persaingan penggunaan lahan. Masalah ini bisa semakin meminggirkan kelompok rentan di perdesaan, ketidakamanan pangan, dan memperlebar kesenjangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indikator penentu keberlanjutan usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Telaga Arum; sebuah desa pesisir yang berada dalam administrasi Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Studi ini menerapkan metode MICMAC (Matrix of Cross Impact Multiplications Applied to a Classification) sebagai alat analisisnya. Hasil studi menunjukkan bahwa keberlanjutan usahatani padi sangat dipengaruhi oleh indikator kehadiran komoditas kelapa sawit, indikator iklim, dan kesuburan tanah. Ketiga indikator tersebut dapat menyebabkan gangguan terhadap sistem usahatani padi dalam jangka pendek dan jangka panjang.  Ekspansi kebun kelapa sawit yang mencapai luasan rata-rata kurang lebih 1300 hektar per tahun, telah menjadi ancaman nyata terhadap areal persawahan terutama dalam lima tahun terakhir di Kabupaten Kayong Utara. Studi ini juga menemukan bahwa motivasi petani adalah aspek yang paling terpengaruh dalam perspektif jangka panjang dan cenderung mengalami kemunduran, karena motivasi usahatani padi hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan subsisten.

ABSTRACT

Rice farming in rural West Kalimantan is facing pressure in terms of land-use competition. This problem can further marginalize the vulnerable groups in rural areas, food insecurity, and widen social inequality. This study aimed to analyze the determinants of the sustainability of rainfed rice farming in the village of Telaga Arum; a coastal village located in the subdistrict of Seponti, Kayong Utara regency, West Kalimantan. This study applies the MICMAC (Matrix of Cross Impact Multiplications Applied to a Classification) method as an analytical tool. The results of the study show that the sustainability of rice farming is strongly influenced by indicators of the presence of oil palm commodities, climate indicators, and soil fertility. These three indicators can cause disturbances to the rice farming system in the short and long term. The oil palm expansions which reach an average area of roughly 1300 hectares per year has become a real threat to the rice fields especially in the last five years in Kayong Utara regency. This study also found the farmer’s motivation is an aspect that is the most affected in the long term perspective and tends to decline because the rice farming motivation is only to fulfill subsistence needs.

Fulltext View|Download
Keywords: Usahatani padi; ketahanan pangan; keberlanjutan; motivasi petani; kelapa sawit

Article Metrics:

  1. Aji, A. A., Satria, A., & Hariono, B. (2014). Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Padi dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Kabupaten Jember. Jurnal Manajemen & Agribisnis, 11(1), 60–67
  2. Amalia, R., Dharmawan, A. H., Prasetyo, L. B., & Pacheco, P. (2019). Perubahan Tutupan Lahan Akibat Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit : Dampak Sosial, Ekonomi, dan Ekologi. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(1), 130–139. https://doi.org/10.14710/jil.17.1.130-139
  3. Asnawi, R., Arifin, B., Zakaria, W.A., Banua, I. S., & Abidin, Z. (2020). Analysis of Key Variable for Rice Farming Sustainability in the Downstream of Sekampung Watershed: An Application of MICMAC Method. Journal Plant Archives, 20(2), 7895–7904
  4. Astuti, U. P., Wibawa, W., & Ishak, A. (2011). Faktor yang Memengaruhi Alih Fungsi Lahan Pangan Menjadi Kelapa Sawit di Bengkulu: Kasus Petani di Desa Kungkai Baru. Prosiding Seminar Nasional Budidaya Pertanian | Urgensi dan Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian, 189–195
  5. Bahruddin. (2020). Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pendapatan Petani Padi di Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 3(1), 17–28
  6. Barati, A. A., Azadi, H., Pour, M. D., Lebailly, P., & Qafori, M. (2019). Determining Key Agricultural Strategic Factors Using AHP-MICMAC. Journal Sustainability, 11(14), 1–17. https://doi.org/10.3390/su11143947
  7. BPS. (2019). Luas Tanaman Perkebunan Rakyat 2017-2019. Kabupaten Kayong Utara: BPS
  8. Dewi, I. A. L., & Sarjana, I. (2015). Faktor-faktor Pendorong Alih Fungsi Lahan Sawah Menjadi Lahan Non Pertanian. Jurnal Manajemen Agribisnis, 3(2), 163–171
  9. Dharmayanthi, E., Zulkarnaini, & Sujianto. (2018). Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Perkebunan Kelapa Sawit terhadap Lingkungan, Ekonomi, dan Sosial Budaya di Desa Jatibaru Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak. Dinamika Lingkungan Indonesia, 5(1), 34–39
  10. Dzikrillah, G. F., Anwar, S., & Sutjahjo, S. H. (2017). Analisis Keberlanjutan Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 7(2), 107–113. https://doi.org/10.29244/jpsl.7.2.107-113
  11. Euler, M., Krishna, V., Schwarze, S., Siregar, H., & Qaim, M. (2017). Oil Palm Adoption, Household Welfare, and Nutrition among Smallholder Farmers in Indonesia. World Development, 93, 219-235. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2016.12.019
  12. Fauzi, A. (2019). Teknik Analisis Keberlanjutan (1st ed.). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
  13. Ismail, U. P. (2017). Dampak Teknis dan Ekonomis Perubahan Iklim pada Pengolahan Tanah Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Seminar Nasional "Mitigasi dan Strategi Adaptasi Dampak Perubahan Iklim di Indonesia, 1–3
  14. Kurniati, S. A., & Vaulina, S. (2020). Pengaruh Karakteristik Petani dan Kompetensi terhadap Kinerja Petani Padi Sawah di Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi. Jurnal Agribisnis, 22(1), 1–16
  15. Lantoi, R. R., Darman, S., & Patadungan, Y. S. (2016). Identifikasi Kualitas Tanah Sawah pada Beberapa Lokasi di Lembah Palu dengan Metode Skoring Lowery. Jurnal Agroland, 23(3), 243–250
  16. Linda, A. M., Ambarawati, I., & Ustriyana, I. N. G. (2018). Status Keberlanjutan Usahatani Padi Sawah di Kota Denpasar (Studi Kasus Subak Intaran Barat, Desa Sanur Kauh , Kecamatan Denpasar Selatan). Jurnal Managemen Agribisnis, 6(1), 55–62
  17. Ndruru, R. A., Situmorang, M., & Tarigan, G. (2014). Analisa Faktor-faktor yang Memengaruhi Hasil Produksi Padi di Deli Serdang. Saintia Matematika, 2(1), 71–83
  18. Noor, M., Nursyamsi, D., Alwi, M., & Fahmi, A. 2014. Propspek Pertanian Berkelanjutan di Lahan Gambut: Dari Petani ke Peneliti dan Peneliti ke Petani. Jurnal Sumberdaya Lahan, 8(2), 69-79
  19. Novita, S., Denmar, D., & Suratmo, T. (2016). Hubungan Karakteistik Sosial Ekonomi Petani dengan Tingkat Penerapan Teknologi Usahatani Padi Sawah Lahan Rawa di Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis, 19(1), 1–12
  20. Ruminta. (2016). Analisis Penurunan Produksi Tanaman Padi Akibat Perubahan Iklim di Kabupaten Bandung Jawa Barat. Jurnal Kultivasi, 15(1), 37–45
  21. Setiawan, H. P. (2016). Alih Fungsi (Konversi) Lahan Pertanian Ke Non Pertanian Kasus di Kelurahan Simpang Pasir Kecamatan Palaran Kota Samarinda. EJournal Sosiatri-Sosiologi, 4(2), 280–293
  22. Soekartawi. (2005). Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Jakarta: Raja Grafindo
  23. Sudalmi, E. S. (2010). Pembangunan Pertanian Berkelanjutan. Jurnal Inovasi Pertanian, 9(2), 15–28
  24. Sudrajat, J., Suyatno, A., & Oktoriana, S. (2021). Land-Use Changes and Food Insecurity around Oil Palm Plantations: Evidence of the Village Level. Forest and Society, 5(2), 352-364. https://doi.org/10.24259/fs.v5i2.11376
  25. Suratman, Y. Y. A. (2020). Produktivitas dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru. Jurnal Sains STIPER Amuntai, 10(2), 87–94. http://doi.org/10.36589/rs.v10i2.136
  26. Suryadi, Dharmawan, A. H., & Barus, B. (2020). Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit : Persoalan Sosial, Ekonomi dan Lingkungan (Studi Kasus Kab. Pelalawan, Riau). Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(2), 367–374. https://doi.org/10.14710/Jil.18.2.367-374
  27. Susanti, A. & Burgers, P. (2013). Oil Palm Expansion: Competing Claim of Lands for Food, Biofuels, and Conservation. In Behnassi et al. (Eds.), Sustainable Food Security in the Era of Local and Global Environmental Change (301-320). Dordrecht¬, Netherland: Springer. doi: 10.1007/978-94-007-6719-5_19
  28. Utami, R., Putri, E. I. K., & Ekayani, M. (2017). Dampak Ekonomi dan Lingkungan Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit (Studi Kasus : Desa Penyabungan, Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi ). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 22(2), 115–126. https://doi.org/10.18343/jipi.22.2.115
  29. Widians, J., & Rizkyani, F. N. (2020). Identifikasi Hama Kelapa Sawit menggunakan Metode Certainty Factor. ILKOM Jurnal Ilmiah, 12(1), 58–63
  30. Yusuf, R., Pato, U., Tang, U. M., & Karnila, R. (2019). Analisis Keberlanjutan Dimensi Sosial Budaya Usahatani Padi Sawah di Kabupaten Siak Provinsi Riau. Dinamika Lingkungan Indonesia, 6(2), 85. https://doi.org/10.31258/dli.6.2.p.85-94
  31. Zahri, I., Wildayana, E., Ak, A.T., Adriani, D., & Harun, M.U. (2019). Impact of conversion from rice farms to oil palm plantations on socio-economic aspects of ex-migrants in Indonesia. Agricultural Economics, 65(12), 579-586. https://doi.org/10.17221/349/2018-AGRICECON

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.