skip to main content

Kajian Peran Stakeholder Pada Implementasi Kebijakan Pengelolaan DAS Terpadu, Studi Kasus DAS Krueng Aceh

1Masters Program in Watershed Management Science, Postgraduate Program of IPB University, Bogor, Indonesia

2Department of Soil Science and Land Resource, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

3Department of Forest Management Science, Faculty of Forestry, IPB University, Bogor, Indonesia

Received: 9 Nov 2021; Revised: 18 Dec 2021; Accepted: 22 Dec 2021; Available online: 4 Jan 2022; Published: 4 Apr 2022.
Editor(s): H. Hadiyanto

Citation Format:
Abstract

Kerusakan daerah aliran sungai (DAS) semakin meningkat, disamping karena faktor perubahan tutupan lahan, faktor pengelolaan DAS juga menjadi pemicu. Peraturan Pemerintah (PP) No.37 Tahun 2012 dan Perda (Qanun) No. 7 tahun 2018 merupakan landasan pengelolaan DAS di Aceh. DAS Krueng Aceh merupakan DAS prioritas yang kondisinya kritis, pengelolaan DAS Krueng Aceh memerlukan penanganan terpadu oleh stakeholders terkait. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis PP, Qanun, stakeholders pengelola DAS Krueng Aceh dan implementasi kebijakan berdasarkan perubahan kondisi biofisik DAS. Analisis yang digunakan kajian ini adalah analisis perubahan kondisi biofisik DAS, analisis stakeholders, serta analisis implementasi kebijakan. Berdasarkan hasil analisis kondisi biofisik DAS, tutupan lahan DAS Krueng Aceh dalam 10 tahun terakhir  menunjukkan perubahan yang sangat signifikan pada tahun 2020, perubahan ini berdampak pada kondisi hidrologi DAS dimana terjadi perubahan debit sungai maksimum pada tahun 2020 sebesar 15.78 m³/detik dibandingkan tahun 2019 sebesar 10.09 m³/detik. Dari pendalaman isi PP dan Qanun diketahui hal pokok kegiatan pengelolaan DAS yakni ; peningkatan daya dukung DAS, pengelolaan sumber daya air, dan penataan ruang. Terdapat 20 stakeholders yang terlibat pengelolaan DAS Krueng Aceh, stakeholders pemerintah memiliki kepentingan yang tinggi dan sumber daya untuk melaksanakan kegiatan. Bila dilihat dari kondisi biofisik DAS tahun 2020 dan dikaitkan dengan peraturan perundangan, analisis stakeholders, serta analisis implementasi kebijakan dapat dikatakan bahwa kegiatan pengelolaan DAS secara terpadu belum berjalan sesuai isi kebijakan. Untuk mewujudkan hal tersebut perintah PP dan Qanun harus dilaksanakan secara tegas, Tim Koordinasi Pengelolaan DAS Terpadu (TKPDAS-T) yang sudah dibentuk harus sesegera mungkin difungsikan untuk mewujudkan implementasi kebijakan pengelolaan DAS terpadu.

ABSTRACT

Watershed damage is increasing, in addition to changes in land cover, watershed management factors are also a trigger. Government Regulation (PP) No.37 of 2012 and Perda (Qanun) No. 7 of 2018 is the cornerstone of watershed management in Aceh. Krueng Aceh watershed is a priority watershed whose condition is critical, the management of Krueng Aceh watershed requires integrated handling by relevant stakeholders. This study aims to analyze PP, Qanun, stakeholders of Krueng Aceh watershed management and policy implementation based on changes in watershed biophysical conditions. The analysis used by this study is an analysis of changes in the biophysical condition of the watershed, stakeholder analysis, and policy implementation analysis. Based on the results of the analysis of the biophysical condition of the watershed, the cover of the Krueng Aceh watershed in the last 10 years showed a very significant change in 2020, this change has an impact on the condition of watershed hydrology where there is a maximum river discharge change in 2020 of 15.78 m³ / second compared to 2019 of 10.09 m³ / second. From the deepening of the contents of PP and Qanun, it is known that the main things of watershed management activities are; increased watershed carrying capacity, water resource management, and spatial arrangement. There are 20 stakeholders involved in the management of the Krueng Aceh watershed, government stakeholders have high interests and resources to carry out activities. When viewed from the biophysical condition of the watershed in 2020 and associated with legislation, stakeholder analysis, and policy implementation analysis, it can be said that integrated watershed management activities have not been run  with the contents of the policy. To realize this, the PP and Qanun orders must be implemented strictly, the Integrated Watershed Management Coordination Team (TKPDAS-T) that has been established must be as soon as possible to realize the implementation of integrated watershed management policies.

Fulltext View|Download
Keywords: DAS Krueng Aceh; Biofisik DAS; Stakeholders; Implementasi; Qanun

Article Metrics:

  1. Aaltonen, K, 2011. Project stakeholder analysis as an environmental interpretation process. Intenational Journal of Project Management, 29, 165–183
  2. Agustino Leo, 2006. Dasar-dasar Kebijakan Publik, Bandung, Jawa Barat : Alfabeta
  3. Ali, Muhammad. 2017. Kebijakan Pendidikan Menengah
  4. dalam Prespektif Governance di Indonesia. Penerbit Malang, Jawa Timur : UB Pres
  5. Dwijowijoto, R.N. 2004. Kebijakan Publik: Formulasi, Implementasi dan Evaluasi. Jakarta: PT Gramedia
  6. Dwidjowijoto, R.N. 2006. Kebijakan Publik Untuk Negara-Negara Berkembang. Jakarta: PT Elex Media Komputindo
  7. Edward A Parson, 1995, Integrated Assessment And Environmental Policy Making: In Pursuit Of Usefulness. Energy Policy, Elsevier, 23(4-5), 463-475
  8. Faisal TT, 2013. Analisis Implementasi Kebijakan Otonomi Daerah, Jurnal Ilmu Administrasi , volume X (3), 343-359. doi: 10.31113/jia.v10i3.14
  9. George C. Edward III, 1980, Implementing Public Policy, Washington,D.C.: Congressional Quarterly Press
  10. Haedar Akib, 2010. Implementasi Kebijakan: Apa, Mengapa, dan Bagaimana, Jurnal Administrasi Publik, Volume 1(1), 1-11. doi: 10.26858/jiap.v1i1.289
  11. Husnan, 2008. Pengembangan Metode Prediksi Produksi Air DAS Untuk Sungai – Sungai Utama di Aceh. Jurnal Agrista,12(3), 258
  12. Jensen, J. R., 2007. Remote Sensing of the Environment : An Earth Resource Perspective, Second Edition: Pearson Prentice Hall
  13. Kartodiharjo H, K Murtilaksono, U Sudadi, 2004. Institusi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai; Konsep dan Pengantar Analisis Kebijakan. Bogor, Jawa Barat: Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
  14. Kartodiharjo, H, 2017. Analisis Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Alam : Diskursus – Politik – Aktor – Jaringan. Bogor, Jawa Barat: Sajogyo Institute
  15. Kivits, R.A, 2011. Three component stakeholder analysis. International Journal of Multiple Research Approaches. 5 (3), 318-333
  16. Nugroho S.P. 2003. Pergeseran Kebijakan dan Paradigma Baru Dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai di Indonesia. Jurnal Teknik Lingkungan P3TL-BPPT.4(3), 136-142
  17. Nasrullah Dan B. Kartiwa, 2010. Analisis Alih Fungsi Lahan dan Keterkaitannya dengan Karakteristik Hidrologi DAS Krueng Aceh, Jurnal Tanah Dan Iklim (31), 81-98
  18. Nasution M Kurnia, 2018. Tingkat Kekritisan dan Rehabilitasi Lahan Di Das Krueng Aceh. (Skripsi. Departemen Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan IPB,2018). https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93933
  19. Parsons, Wayne. 1995. Public Policy: An Introduction to the Theory and Practice of Policy Analysis, Michigan: Edward Elgar
  20. Pawitan, H. 1999. Penilaian Kerentanan Dan Daya Adaptasi Sumber Daya Air Terhadap Perubahan Iklim. Makalah Lokakarya Nasional – Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, Jakarta
  21. Permatasari, R. 2017. Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Rezim Hidrologi DAS, Studi Kasus : DAS Komering. Jurnal Teknik Sipil,Institut Teknologi Bandung, 24 (1), 91-98. doi: 10.5614/jts.2017.24.1.11
  22. Roslinda. E., D. Darusman, D. Suharjito, D.R. Nurrochmat, 2012. Analisis pemangku kepentingan dalam pengelolaan taman nasional danau sentarum kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Jurnal Manajemen Hutan Tropika.18(2), 78-85
  23. Rio Firmansyah , 2017. Analisis Persepsi Masyarakat Dan Kesesuaian Konten Peraturan Daerah Tentang Masyarakat Hukum Adat Kasepuhan di Kabupaten Lebak. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan, Vol. 4(2), 143-157. doi: 10.29244/jkebijakan.v4i2
  24. Reed, M. S., Graves, A., Dandy, N., Posthumus, H., Morris, J., . … Lindsay C. Stringer. Whos in and why? A typology of stakeholder analysis methods for natural resource management,Journal of Environmental Management, 90, 1933-1949
  25. Siregar, M., 2011. Peranan Stakeholders terhadap pengembangan ekowisata di Taman Nasional Teluk Cenderawasih Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat.(Tesis, Sekolah Pascasarjana, IPB,2011). http://repository.ipb.ac.id/handle/123 456789/51762
  26. Solaimani, S., Guldemond, N., & Bouwman, H. (2013). Dynamic Stakeholder interaction analysis: Innovative smart living design cases. Electron Markets, 23, 317-328
  27. Suwarno, J. 2011, Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Berkelanjutan Das Ciliwung Hulu Kabupaten Bogor, Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol. 8 (2), 115 – 131. ISSN 0216-0897
  28. Widodo M.L, Soekmadi R, Arifin H.S, 2018. Analisis Stakeholders dalam pengembangan Ekowisata di Taman Nasional Betung Kerihun Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 8 (1), 55-61. doi.org/10.29244/jpsl.8.1
  29. Wiske Rotinsulu, 2018. Analisis Perubahan Tutupan Lahan Das Tondano, Sulawesi Utara selama periode Tahun 2002 Dan 2015. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 8 (2), 161-169. doi: 10.29244/jpsl.8.2

Last update:

  1. Identification of Watershed Conditions and Formulation of Watershed Management Strategies

    Maman Noprayamin, Anis Saggaff, Arie Setiadi Moerwanto, Kiagus Muhammad Aminuddin. JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION, 7 (1), 2023. doi: 10.31289/jcebt.v7i1.9185
  2. Peran Stakeholder dalam Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Manokwari

    Yullyus Kocu, Roni Bawole, Thomas Pattiasina, Francine Hematang. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22 (1), 2023. doi: 10.14710/jil.22.1.228-239

Last update: 2024-05-20 01:08:08

No citation recorded.