skip to main content

Evaluasi Efektivitas Pengolahan Air Limbah pada Instalasi Pengolahan Air Limbah Klinik Kecantikan

1Mahasiswa Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Lingkungan Universitas Tanjungpura, Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78115, Indonesia

2Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78115, Indonesia

3Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78115, Indonesia

Received: 24 Mar 2022; Revised: 31 May 2022; Accepted: 11 Jun 2022; Available online: 30 Sep 2022; Published: 1 Oct 2022.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract

Gaya hidup saat ini mendorong masyarakat untuk memiliki kulit bersih dan terawat sehingga kebutuhan akan pelayanan klinik perawatan wajah semakin meningkat. Klinik kecantikan umumnya melayani perawatan wajah diantaranya pembersihan kulit, pemutihan kulit, dan perawatan wajah. Klinik kecantikan menghasilkan buangan yang sebagian besar berasal dari wastafel sebagai hasil aktivitas perawatan kulit dan umumnya mengandung kadar organik karena berasal dari sisa anggota tubuh. Limbah yang mengandung zat organik tinggi, akan mempengaruhi kualitas badan air jika tidak diolah sebelum dibuang ke badan air sekitar sehingga mengurangi nilai oksigen terlarut di badan air dan dapat menganggu aktivitas ekosistem perairan. Berdasarkan pemaparan  tersebut maka perlu dibuat suatu penelitian untuk mengevaluasi pengolahan limbah pada IPAL klinik kecantikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis parameter limbah dan efektifitas IPAL dalam mengolah limbah serta langkah yang diperlukan berdasarkan hasil analisa. Metode pengambilan sampel dipilih menggunakan metode komposit kemudian sampel di analisa di laboratorium yang terakreditasi. Hasil penelitian dengan tingkat kepercayaan 95% menggunakan software SPSS 25 membuktikan bahwa terdapat perbedaan nyata kualitas limbah sebelum dan sesudah diolah pada IPAL. Efisiensi tertinggi untuk parameter pH sebesar 1,53% di hari ketiga, efisiensi tertinggi untuk parameter BOD sebesar 95,38% di hari pertama, efisiensi tertinggi untuk parameter COD adalah sebesar 95,67% pada hari pertama, efisiensi tertinggi untuk parameter TSS adalah 91,10% pada hari pertama, efisiensi tertinggi untuk parameter minyak dan lemak adalah 80,37% pada hari ketiga, efisiensi Ammonia tertinggi adalah sebesar 32,56% pada hari kedua, dan efisiensi tertinggi  untuk parameter total coliform adalah 67,44% pada hari ketiga.  Strategi untuk menjaga efektifitas IPAL adalah dengan membersihkan bak dan saluran IPAL agar tidak sumbat, memastikan kondisi pH tetap terjaga di rentang 6-9, mengatur aerasi yang terus menerus, stabil dan tidak berkurang kuantitasnya, memastikan biofilm bakteri tidak menyebabkan clogging, tidak menghilangkan 100% lapisan biofilm, serta pemberian starter bakteri untuk mengurai zat pencemar didalam air limbah.

 

Fulltext View|Download
Keywords: Klinik Kecantikan; Limbah Cair; Instalasi Pengolahan Air Limbah; Efisiensi IPAL; Zat Organik.

Article Metrics:

  1. Amelia, F, O.J Notonugroho, S.K Saptomo, dan A Kurniawan. 2022. “Estimasi Nilai Hydraulic dan Solid Loading RateT ipe Pengendapan Diskrit dan Flok Pada Proses Lumpur Aktif Untuk Pengolahan Limbah Cair Industri Kertas.” Jurnal Ilmu Lingkungan (Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP) 20 (3): 445-456
  2. Casey, T.J. 1997. Unit Treatment Processes in Water and Wastewater Engineering. West Sussex: John Wile & Sons. Diakses Februari 2021
  3. Deffy, T, W Nilandita, and I Munfarida. 2020. "Bioremediasi Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Larutan EM4 secara Anaerob-Aerob." Jurnal Presipitasi (Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya) 17 (3): 233-241
  4. Ganing, A, dan Z Mappau. 2019. “Pengembangan Model Konstruksi Sumur Resapan Dalam Menurunkan BOD Dan COD Pada Air Limbah Rumah Tangga.” Jurnal Kesehatan Manarang (urusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Mamuju) 5 (1): 58-63
  5. Hastuti, Y.P. 2011. "Nitrifikasi Dan Denitrifikasi Di Tambak." Jurnal Akuakultur Indonesia (Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor) 89–98
  6. Hidayah, E.N, A Djalalembah, G.A Asmar, dan O.H Cahyonugroho. 2018. “Pengaruh Aerasi Dalam Constructed Wetland Pada Pengolahan Air Limbah Domestik.” Jurnal Ilmu Lingkungan (Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP) 16 (2): 155-161
  7. Kholif, M.A, and Sugito. 2020. "Pengaruh Beban Hidrolik pada Biofilter Anaerobik untuk Mengolah Air Limbah Rumah Potong Ayam dengan Menggunakan Persamaan Eckenfelder." Jurnal Ilmu Lingkungan (Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP) 18 (3): 446-454
  8. Lestari, S.B. 2018. "Efektivitas Aerasi Dan Penambahan mikroorganisme ( EM4 ) Terhadap Pengolahan Limbah domestik oleh Chlorella sp." (Fakultas Teknik Universitas Mulawarman)
  9. Mahtuti, E.Y. 2017. "Efektivitas Pengurai Limbah Terhadap Bakteri Indikator Pencemar Air Pada Efluen Tangki Septik." Jurnal Care (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maharani Malang) 5 (1): 69-76. Accessed Oktober 12, 2021
  10. Manahan, S.E. 2000. Environmental Chemistry. CRC Press LLC
  11. Maulani, I, dan E Widodo. 2016. “Analisis Pengaruh BOD, TSS Dan Minyak Lemak Terhadap COD Dengan Pendekatan Regresi Linear Berganda PT. X Di Tangerang.” Seminar Nasional Pendidikan Matematika Ahmad Dahlan. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia. 244-248
  12. Mayagitha, K.A, Haeruddin, dan S Rudiyanti. 2014. “Status Kualitas Perairan Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan Ditinjau Dari Konsentrasi TSS, BOD5, COD Dan Struktur Komunitas Fitoplankton.” Diponegoro Journal Of Maquares (Fakultas Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Diponegoro) 3 (1): 177-185
  13. Nugrahini, P, T.M.P, Habibi, dan A.D Safitri. 2008. “Penentuan Parameter Kinetika Proses Anaerobik Campuran Limbah Cair Industri Menggunakan Reaktor Up flow Anaerobic Sludge Blanket (UASB).” Lampung. 521-532
  14. Pitriani, A Daud, and Nurhaedar Jafar. 2014. Efektivitas Penambahan Em4 Pada Biofilter Anaerob-Aerob Dalam Pengolahan Air Limbah RS.Unhas. Penelitian, Makassar: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Tadulako. Accessed Agustus 30, 2021
  15. Pitriani, A Daud, dan N Jafar. 2014. “Efektivitas Penambahan Em4 Pada Biofilter Anaerob-Aerob Dalam Pengolahan Air Limbah RS.UNHAS.” (Program Studi Ilmu Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Tadulako). Diakses Desember 2020
  16. Pratiwi, A.D, N Widyorini, dan A Rahman. 2019. “Analisis Kualitas Perairan Berdasarkan Total Bakteri Coliform Di Sungai Plumbon, Semarang.” Journal Of Maquares (Fakultas Manajemen Sumberdaya air Universitas Diponegoro) 8 (3): 211-220
  17. Rahadi, B, R Wirosoedarmo, dan A Harera. 2018. “Sistem Anaerobik-Aerobik Pada Pengolahan Limbah Industri Tahu Untuk Menurunkan Kadar BOD5, COD, Dan TSS.” Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya) 5 (1)
  18. Romayanto, M.E.W, Wiryanto, dan Sajidan. 2006. “Pengolahan limbah domestik dengan aerasi dan penambahan bakteri Pseudomonas putida.” Bioteknologi (Jurusan Biologi FMIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta) 3 (2): 42-49
  19. Said, Nusa Idaman. 2017. Teknologi pengolahan air limbah. Jakarta: Erlangga
  20. Sastrawijaya, A.T. 2009. Pencemaran Lingkungan. 2. Vol. 2. Jakarta: Rineka Cipta
  21. Saumi, A.R, and Y.S Purnomo. 2016. "Penurunan Bod5 Dan Fenol Limbah Kawasan Industri Dengan Ketebalan Media Trickling Filter Bervariasi." Jurnal Envirotek (Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur) 8 (2). Accessed Agustus 24, 2021
  22. Semarta, I.W.W.A, E Hartati, and Salafudin. 2020. "Proses Seeding dan Aklimatisasipada Anaerobic Trickling Reactor." Reka Lingkungan (Jurnal Institut Teknologi Nasional ) 8 (1). Accessed Agustus 25, 2021
  23. Suhartana. 2007. “Pemanfaatan Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Baku Arang Aktif Dan Aplikasinya Untuk Penjernihan Air Limbah Industri Petis Di Tambak Lorong Semarang.” Momentum (Jurusan Ilmu Kimia Fakultas MIPA Universitas Diponegoro Semarang) 3 (2): 10-15. Diakses Oktober 6, 2021
  24. Susilo, F.A.P, B Suharto, dan L.D Susanawati. 2015. “Pengaruh Variasi Waktu Tinggal Terhadap Kadar BOD dan COD Limbah Tapioka dengan Metode Rotating Biological Contactor.” Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya) 2 (1): 21-26. Diakses Oktober 7, 2021
  25. Tambingon , L, L Saerang, dan P.E David. 2019. “Analisis Kualitas Pelayanan Dan Kepuasan Pelanggan Terhadap Klinik Perawatan Kecantikan (Studi Pada Miracle Aesthetic Clinic Di Manado).” Jurnal EMBA (Universitas Sam Ratulangi) 7: 511-520. Diakses April 4, 2021
  26. Tchobanoglous, G, F.L Burton, dan H.D Stensel. 2003. Wastewater Engineering, Treatment and Reuse (Fourth Edition). 4. Beijing: Metcalf & Eddy Inc - McGraw-Hill Companies Inc. Diakses November 2020
  27. Tjokrokusumo, K.R.T. 1999. Pengantar Enjineering Lingkungan. Vol. 3. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan Yogyakarta
  28. Togatorop, R, T Sembiring, dan P Barus. 2009. Korelasi Antara Biological Oxygen Demand (BOD) Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Terhadap pH, Total Suspended Solid (TSS), Alkaliniti Dan Minyak/ Lemak. Thesis, Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Sumatera Utara, Medan: Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara. Diakses Oktober 12, 2021
  29. Triyanta, and N.E Maharani. 2019. "Efektifitas Em-4 (Effective Microorganism-4) dalam Menurunkan NH3 (Amoniak) dan TSS (Total Suspended Solid) Limbah Cair BBKPM Surakarta." Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Veteran Bangun Nusantara) 1 (1): 34-40
  30. Yusuf, B, Alimuddin, C Saleh, dan D.R Rahayu. 2014. “Pembuatan selulosa dari kulit singkong termodifikasi 2-merkaptobenzotiazol untuk pengendalian pencemaran logam kadmium (II).” Jurnal Sains Dasar (Program Studi Kimia FMIPA Universitas Mulawarman) 3 (2): 169-173. Diakses Oktober 6, 2021
  31. Zelni, M, and B Primasari. 2005. Studi Kualitas Air pada sungai batang arau pada musim hujan (parameter NH3, NO2, dan NO3). Skripsi, Fakultas Teknik , Universitas Andalas, Padang: Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Andalas. Accessed Oktober 12, 2021

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.