skip to main content

Analisis Kinerja Pengelolaan IPAL Komunal Sanimas di Kawasan Kota Padang

1Department of Environmental Engineering, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis, Pauh, Padang, 25163, Indonesia

2Department of Environmental Engineering, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis, Pauh , Padang, 25163, Indonesia

Received: 7 May 2022; Revised: 31 Jul 2022; Accepted: 28 Aug 2022; Available online: 30 Sep 2022; Published: 1 Oct 2022.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pengelolaan, operasional dan pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Sanimas di kawasan kota Padang. Evaluasi mengacu pada standar operasional pekerjaan (SOP) Direktorat Jenderal Cipta Karya tentang Operasi dan Pemeliharaan IPAL Komunal oleh Masyarakat Tahun 2016, kriteria disain dan peraturan yang terkait. Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai pengelola belum memiliki data teknis yang lengkap tentang IPAL dan jaringan perpipaan. Operasional dan pemeliharaan oleh Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) belum dilakukan secara optimal dan tidak sesuai SOP, karena biaya rutin yang tidak mencukupi akibat tunggakan iuran bulanan. IPAL komunal umumnya  terdiri dari bak pengendap, anaerobic baffle reactor (ABR) dan anerobic biofilter (AF) dengan variasi media filter. Dari ketiga IPAL diperoleh unit waktu detensi (HRT) bak pengendap yaitu 5-11 jam, baffle reactor 0,6-0,9 hari, dan biofilter 1-1,4 jam namun total HRT pada IPAL Komunal telah memenuhi kriteria. Parameter BOD, Ammonium dan TSS efluen tidak memenuhi baku mutu. 

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  common.other
Turnitin- ANALISIS KINERJA PENGELOLAAN IPAL KOMUNAL SANIMAS DI KAWASAN KOTA PADANG
Subject
Type Other
  Download (2MB)    Indexing metadata
Keywords: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Sanimas, Kawasan kota Padang, Kinerja, Operasional dan Pemeliharaan, Standard Operating Procedure (SOP)

Article Metrics:

  1. Astika, A. U. W., Sudarno, & Zaman, B. (2017). Kajian kinerja bak settler, Anaerobic baffled reactor (abr), dan anaerobic filter (af) Semarang, pada tiga tipe IPAL di. Jurnal Teknik Lingkungan, 6(1), 1–15
  2. Aziz, A., Basheer, F., Sengar, A., Irfanullah, Khan, S. U., & Farooqi, I. H. (2019). Biological wastewater treatment (anaerobic-aerobic) technologies for safe discharge of treated slaughterhouse and meat processing wastewater. Science of the Total Environment, 686, 681–708. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2019.05.295
  3. Bhakti, A. H., & Herumurti, W. (2016). Evaluasi Kinerja IPAL - IPAL Program SPBM- Surabaya, 5(2), 2–7
  4. Dirjen Cipta karya. (2016). Buku 3 Pembangunan Infrastruktur Sanimas. Sanimas Islamic Development Bank (Vol. 84). Retrieved from http://ir.obihiro.ac.jp/dspace/handle/10322/3933
  5. Dirjen Cipta karya. Petunjuk Teknis Sanimas Reguler Tahun 2017 (2017)
  6. Dirjen Cipta Karya. Buku 4 Operasi dan Pemeliharaan oleh Masyarakat Sanimas IDB, Sanimas Islamic Development Bank § (2016). https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
  7. Gomec, C. Y. (2010). High-rate anaerobic treatment of domestic wastewater at ambient operating temperatures: A review on benefits and drawbacks. Journal of Environmental Science and Health - Part A Toxic/Hazardous Substances and Environmental Engineering, 45(10), 1169–1184. https://doi.org/10.1080/10934529.2010.493774
  8. Hastuti, E., Nuraeni, R., & Darwati, S. (2017). Pengembangan Proses Pada Sistem Anaerobic Baffled Reactor Untuk Memenuhi Baku Mutu Air Limbah Domestik. Jurnal Pemukiman, 12(2), 10
  9. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. PermenLH 68 Tahun 2016 - Baku Mutu Air Limbah Domestik (2016). Retrieved from kalimantan.menlhk.go.id/index.php/public/page/download/1162
  10. Myszograj, S. (2018). Mechanisms of Biological Processes in Domestic Wastewater Treatment Plants. Civil and Environmental Engineering Reports, 28(3), 177–192. https://doi.org/10.2478/ceer-2018-0045
  11. Oteng-Peprah, M., Acheampong, M. A., & deVries, N. K. (2018). Greywater Characteristics, Treatment Systems, Reuse Strategies and User Perception—a Review. Water, Air, and Soil Pollution, 229(8). https://doi.org/10.1007/s11270-018-3909-8
  12. Reynaud, N., & Buckley, C. (2015). Field-data on parameters relevant for design, operation and monitoring of communal decentralized wastewater treatment systems (DEWATS). Water Practice and Technology, 10(4), 787–798. https://doi.org/10.2166/wpt.2015.097
  13. Sharma, M. K., & Kazmi, A. A. (2021). Enhanced Primary Treatment of Black Water Using Two-Stage Onsite Sanitation System. Journal of Hazardous, Toxic, and Radioactive Waste, 25(1), 04020055. https://doi.org/10.1061/(asce)hz.2153-5515.0000543
  14. Van Haandel, A., Kato, M. T., Cavalcanti, P. F. F., & Florencio, L. (2006). Anaerobic reactor design concepts for the treatment of domestic wastewater. Reviews in Environmental Science and Biotechnology, 5(1), 21–38. https://doi.org/10.1007/s11157-005-4888-y
  15. Von Sperling, M., & Chernicharo, C. A. D. L. (2005). Biological Wastewater Treatment in Warm Climate Regions. IWA Publishing, 1–856. Retrieved from http://choicereviews.org/review/10.5860/CHOICE.45-2633

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.