EFEKTIVITAS INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DOMESTIK DI KOTA CIREBON TERHADAP PENURUNAN PENCEMAR ORGANIK DAN E-COLI

*Samina Samina  -  Program Magister Ilmu Lingkungan UNDIP, Jl. Imam Bardjo No. 5 Semarang,, Indonesia
Onny Setiani  -  Program Kesehatan Lingkungan Pascasarjana Universitas Diponegoro, Indonesia
Purwanto Purwanto  -  Program Magiter Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 3 Apr 2013.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Pengelolaan air limbah domestik di Kota Cirebon dari rumah tangga, perkantoran dialirkan melalui sistem perpipaan ke 4 lokasi instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Kondisi keempat IPAL terlihat kurang terawat dan operasional pompa tidak kontinyu. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas IPAL secara keseluruhan maupun pada masing-masing unit, dan kendala yang dihadapi.

Lokasi penelitian efektivitas IPAL, pengoperasian dan kualitas air inlet dan outlet dari IPAL. Dalam penelitian ini dibatasi pada 2 (dua) IPAL; yaitu: IPAL Kesenden dan IPAL Perumnas Selatan. Pemeriksaan kualitas air terbatas pada parameter BOD, COD, dan Bakteri E-coli. Alat yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan kualitas air menggunakan alat yang ada pada laboratorium, sedangkan analisa data dengan cara analisa perbandingan antara kualitas air sebelum diolah dan setelah diolah dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku.

Sistem pengolahan pada IPAL dengan kolam oksidasi yang terdiri dari kolam anaerobik, kolam fakultatif, dan kolam maturasi. Dari hasil penelitian, pembahasan dan analisis serta merujuk pada tujuan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa: telah terjadi pendangkalan di kedua IPAL, masih ada kapasitas tidak terpakai (idle capacity), penurunan BOD sangat signifikan tetapi masih di atas ambang batas, penurunan COD sangat signifikan dan sudah di bawah ambang batas, efektivitas penurunan BOD dan COD baik pada setiap kolam maupun secara keseluruhan cukup tinggi, efektivitas pengolahan secara keseluruhan pada IPAL Perumnas Selatan lebih tinggi dari pada IPAL Kesenden, dan operasional kedua IPAL belum optimal yang disebabkan oleh adanya beberapa pompa yang rusak, kurangnya pengamanan terhadap IPAL, dan masih sedikitnya pelanggan air limbah.

Optimalisasi kedua IPAL tersebut direkomendasikan dilakukan pengerukan dasar kolam secara berkala, peningkatan jumlah pelanggan air limbah rumah tangga dengan promosi kesehatan dan penambahan saluran air limbah, pengamanan lokasi IPAL, pembersihan eceng gondok, penanganan kolam yang bocor, dan meningkatkan kualitas operasional IPAL dan anggaran pada pengelolaan air limbah secara umum di Kota Cirebon.

Kata Kunci: Efektivitas IPAL, air limbah domestik, Kota Cirebon

Article Metrics:

Last update: 2021-01-07 02:01:17

No citation recorded.

Last update: 2021-01-07 02:01:21

No citation recorded.