skip to main content

MEKANISME IMBAL JASA LINGKUNGAN DI SUB-DAS CIKAPUNDUNG (Studi Kasus pada Desa Cikole dan Desa Suntenjaya Kabupaten Bandung Barat)

Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Padjajaran, Indonesia

Received: 23 Apr 2014; Published: 24 Apr 2014.
Editor(s): Ilmu Lingkungan

Citation Format:
Abstract
ABSTRAK
Mekanisme Imbal Jasa Lingkungan (IJL) merupakan salah satu upaya dalam
pengelolaan sub-DAS. Mekanisme ini telah diimplementasikan di sub-DAS Cikapundung.
Kesepakatan program IJL di sub-DAS Cikapundung terjadi antara kelompok tani Giri Putri
Desa Cikole dengan Pustanling dan kelompok tani Syurga Air dengan PT Aetra. BPLHD
berperan sebagai mediator dalam kesepakatan ini. Pada pelaksanaannya, mekanisme IJL di
sub-DAS Cikapundung dikategorikan sebagai mekanisme IJL yang belum sepenuhnya
mencerminkan mekanisme IJL yang berkelanjutan. Kriteria mekanisme IJL yang
berkelanjutan seharusnya memenuhi aspek-aspek: realistic, voluntarily, conditional, dan
pro-poor (Munawir, 2009). Pada mekanisme IJL di sub-DAS Cikapundung hal ini belum
sepenuhnya terjadi.
Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi yang
dapat dilakukan agar mekanisme IJL di sub-DAS Cikapundung menjadi berkelanjutan.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara dan kuisioner dengan kelompok tani Syurga Air dan Giri
Putri, PT Aetra, Pustanling, BPLHD, serta LP3ES. Analisis yang dilakukan adalah analisis
kesenjangan, analisis peran faktor dan analisis SWOT. Mekanisme IJL di sub-DAS
Cikapundung belum berjalan secara berkelanjutan dikarenakan masalah dalam
kelembagaan dalam pengelolaan dan monitoring perkembangannya di lapangan. Selain itu
dana yang diberikan kepada kelompok tani juga masih tergolong belum mencukupi untuk
aktivitas konservasi lahan. Untuk mewujudkan mekanisme IJL yang berkelanjutan maka
diperlukan upaya-upaya strategis terutama dalam kaitannya dengan kelembagaan mediasi
kesepakatan dengan pembentukan lembaga mediator mekanisme IJL yang bukan dari
institusi pemerintah agar fasilitasi, advokasi dan koordinasi mekanisme IJL berjalan lebih
optimal, juga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kepatuhan pada regulasi terkait
IJL, meningkatkan optimalisasi setiap forum pertemuan, meningkatkan kinerja
stakeholders, serta melakukan negosiasi dengan potential buyer.
Kata kunci: imbal jasa lingkungan, sub-DAS Cikapundung, strategi SWOT
Fulltext View|Download

Article Metrics:

Last update:

  1. Coffee agroforestry for sustainability of Upper Sekampung Watershed management

    Fitriani, Bustanul Arifin, Wan Abbas Zakaria, R Hanung Ismono. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 127 , 2018. doi: 10.1088/1755-1315/141/1/012006

Last update: 2021-01-06 16:18:43

No citation recorded.