1Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, IPB University, Indonesia
2Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, IPB University, Indonesia
3Pusat Studi Agraria, IPB University, Indonesia
4 Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, IPB University, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL72265, author = {Arisandy Fernando Tampubolon and Arya Hadi Dharmawan and Nuva Nuva}, title = {Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) untuk Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan: Koeksistensi Pemulung dan Energi Terbarukan}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {Keberlanjutan; MSA; Pemulung; PLTSa; Sosial Ekonomi}, abstract = {Pengembangan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) telah menjadi salah satu pendekatan strategis Indonesia untuk mengurangi sampah padat perkotaan sekaligus mendukung target energi terbarukan. Namun, perluasan fasilitas PLTSa juga dapat memengaruhi pemulung informal yang mata pencahariannya bergantung pada bahan daur ulang dari tempat pembuangan sampah. Meskipun studi sebelumnya telah meneliti kinerja teknis dan lingkungan PLTSa, perhatian yang terbatas telah diberikan pada hubungan antara keberlanjutan PLTSa dan kondisi sosial ekonomi pemulung. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi status keberlanjutan PLTSa Bantargebang dan menganalisis karakteristik sosial ekonomi pemulung untuk mengidentifikasi peluang koeksistensi antara pengembangan energi terbarukan dan sektor daur ulang informal. Studi ini menggunakan pendekatan mixed methods. Keberlanjutan dinilai menggunakan Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) yang berprinsip pada Rapid Appraisal Process/Procedures (RAP), sedangkan kondisi sosial ekonomi dianalisis menggunakan data primer dari pemulung dan pemangku kepentingan terkait. Penilaian keberlanjutan menunjukkan bahwa PLTSa Bantargebang mencapai indeks 59,87, yang dikategorikan sebagai berkelanjutan. Dimensi lingkungan dan sosial menunjukkan kinerja yang relatif tinggi, sedangkan dimensi ekonomi, teknologi, dan kelembagaan memerlukan perbaikan lebih lanjut. Temuan juga mengungkapkan bahwa pemulung tetap sangat bergantung pada sampah sebagai sumber pendapatan utama mereka, sementara keterlibatan mereka dalam pengelolaan PLTSa masih terbatas. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan mengintegrasikan penilaian keberlanjutan dan analisis sosial ekonomi pemulung dalam satu kerangka evaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa keberlanjutan jangka panjang pengembangan PLTSa harus diukur berdasarkan kinerja teknis, lingkungan, serta kapasitasnya untuk memastikan tata kelola inklusif dan melindungi mata pencaharian pemulung informal.}, pages = {521--533} doi = {10.14710/jil.24.3.521-533}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/72265} }
Refworks Citation Data :
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-08-16 07:01:08
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.