1Jurusan Magister Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro,Gedung Pascasarjana A Lt 4, Jl. Imam Bardjo, SH No. 3-5 Semarang 50241, Indonesia
2Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
3Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL73261, author = {Kristianto Kristianto and Fuad Muhammad and Rina Kurniati}, title = {Evaluasi Tapak Wisata Berbasis Kerentanan Wisata dengan Permodelan Maximum Entrophy (MaxEnt) pada Zona Pemanfaatan Perairan Pulau Menjangan Kecil dan Menjangan Besar Taman Nasional Karimunjawa}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {kerentanan wisata; maximum entropy; zona pemanfaatan; Taman Nasional Karimunjawa}, abstract = { Selama periode tahun 2004 – 2024 jumlah kunjungan wisata Taman Nasional Karimunjawa mengalami peningkatan yang sangat singnifikan. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh harga tiket yang ekonomis dan terjangkau, kemudahan akses serta tersedianya sarana transportasi yang memadai. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan menyebabkan tekanan ekologis yang cukup besar sehingga memicu degradasi lingkungan, khususnya kerusakan terumbu karang. Luas kerusakan terumbu karang di Taman Nasional Karimunjawa mencapai 7,48 hektar, dengan sekitar 95% (7,097 hektar) berada pada Zona Pemanfaatan Perairan Pulau Menjangan Kecil dan Menjangan Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan tapak wisata pada zona tersebut dengan menggunakan Model MaxEnt untuk membangun prediksi kerentanan tapak wisata berdasarkan titik objek daya tarik wisata alam dan delapan variabel lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan klasifikasi Zona Pemanfaatan Perairan Pulau Menjangan Kecil dan Menjangan Besar memiliki tingkat kerentanan tinggi seluas 19,43 hektar (3,5%), kerentanan sedang seluas 106,91 hektar (19,26%), kerentanan rendah seluas 158,79 hektar (28,60%), dan area tidak rentan seluas 270,09 hektar (48,65%) terhadap aktivitas wisata dengan variabel lingkungan yang paling mempengaruhi yaitu kedalaman, NDWI, tinggi gelombang dan tutupan lahan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian tapak wisata berdasarkan tingkat kerentanan tapak wisata pada Zona Pemanfaatan Perairan Pulau Menjangan Kecil dan Menjangan Besar Taman Nasional Karimunjawa masih tergolong cukup baik. }, pages = {283--292} doi = {10.14710/jil.24.2.283-292}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/73261} }
Refworks Citation Data :
Selama periode tahun 2004 – 2024 jumlah kunjungan wisata Taman Nasional Karimunjawa mengalami peningkatan yang sangat singnifikan. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh harga tiket yang ekonomis dan terjangkau, kemudahan akses serta tersedianya sarana transportasi yang memadai. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan menyebabkan tekanan ekologis yang cukup besar sehingga memicu degradasi lingkungan, khususnya kerusakan terumbu karang. Luas kerusakan terumbu karang di Taman Nasional Karimunjawa mencapai 7,48 hektar, dengan sekitar 95% (7,097 hektar) berada pada Zona Pemanfaatan Perairan Pulau Menjangan Kecil dan Menjangan Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan tapak wisata pada zona tersebut dengan menggunakan Model MaxEnt untuk membangun prediksi kerentanan tapak wisata berdasarkan titik objek daya tarik wisata alam dan delapan variabel lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan klasifikasi Zona Pemanfaatan Perairan Pulau Menjangan Kecil dan Menjangan Besar memiliki tingkat kerentanan tinggi seluas 19,43 hektar (3,5%), kerentanan sedang seluas 106,91 hektar (19,26%), kerentanan rendah seluas 158,79 hektar (28,60%), dan area tidak rentan seluas 270,09 hektar (48,65%) terhadap aktivitas wisata dengan variabel lingkungan yang paling mempengaruhi yaitu kedalaman, NDWI, tinggi gelombang dan tutupan lahan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian tapak wisata berdasarkan tingkat kerentanan tapak wisata pada Zona Pemanfaatan Perairan Pulau Menjangan Kecil dan Menjangan Besar Taman Nasional Karimunjawa masih tergolong cukup baik.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-07-18 02:55:26
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.